KEDAHSYATAN DAN KENGERIAN HARI KIAMAT

KEDAHSYATAN DAN KENGERIAN HARI KIAMAT
oleh Mimbar Dakwah Islam pada 09 November 2010 jam 18:44

Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Aisyah RA berkata: “Saya tanya kepada Rasullullah SAW: Apakah yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat?” Jawab Rasullullah SAW: “Adapun di tiga tempat (masa) maka tidak ingat iaitu ketika ditimbang amal sehingga diketahui apakah ringan atau berat, ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf) sehingga ia terima imma dari kanan atau dari kiri dan ketika keluar dari neraka ular naga lalu mengepung mereka dan berkata “Aku diserahi tiga macam: Orang mempersekutukan Allah SWT dengan lain Tuhan, dan orang yang kejam, penentang, zalim dan orang yang tidak percaya pada hari kiamat (hisab), maka diringkus semua orang-orang yang tersebut itu lalu dilemparkan semuanya dalam neraka jahannam, dan di atas neraka jahannam itu ada jambatan yang lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sedang di kanan kirinya bantolan dan duri-duri, sedang orang-orang yang berjalan diatasnya ada yang bagaikan kilat, dan bagaikan angin kencang, maka ada yang selamat, dan ada yang luka terkena bantolan duri, dan ada yang terjerumus muka ke dalam neraka.”

 

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA berkata: Rasullullah SAW bersabda: “Diantara dua kali tiupan sangkakala itu jarak empat puluh tahun (Tiupan untuk mematikan dan membangkitkan semula). Kemudian Allah s.w.t. menurunkan hujan air bagaikan mani orang lelaki, maka timbullah orang-orang mati bagaikan timbulnya tanaman (sayur-sayuran).”

 

Abul-Laits juga telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA berkata: Rasullullah SAW bersabda: “Ketika Allah s.w.t. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah SWT menjadikan sangkakala dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, maka ia meletakkannya dimulutnya melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintahkan.” Saya bertanya: “Ya Rasullullah, apakah shur (sangkakala) itu?” Jawab Rasullullah SAW: “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya bertanya lagi: “Bagaimana besarnya?” Rasullullah SAW menjawab: “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutuskanku sebagai Nabi SAW besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali iaitu pertama Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan), Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan) dan Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

 

Dalam riwayat Ka’ab hanya dua kali tiupan, iaitu mematikan dan membangkitkan. Firman Allah SWT yang berbunyi: “Wa yauma yunfakhu fafazi’a man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah (Yang bermaksud) Dan pada hari ditiup sangkakala maka terkejut takut semua yang dilangit dan yang dibumi, kecuali yang dikehendaki oleh Allah.

(Surah An-Naml : 87)

 

Dan pada saat itu tergoncangnya bumi, dan manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya dan yang meneteki lupa terhadap bayinya, dan anak-anak segera beruban dan syaitan-syaitan laknatullah berlarian. Maka keadaan itu berlaku beberapa lama kemudian Allah SWT menyuruh Israfil meniup sangkakala kedua.

 

Firman Allah SWT yang berbunyi: “Wa nufikhafishshuri fasha’iqa man fissamawati waman fil ardhi illa man sya Allah. Tsumma nufikha fihi ukhra fa idza hum qiyamun yandhurun. (Yang bermaksud) Dan ketika ditiup sangkakala maka matilah semua yang dilangit dan bumi kecuali yang dikehendaki Allah, kemudian ditiup lagi, tiba-tiba mereka bangun dan melihat. (Surah Az-Zumar : 68)

 

Mereka yang dikecualikan itu ialah roh orang-orang yang mati syahid, Jibrail, Mika’il, Israfil dan Hamalatul arsyi serta Malaikatmaut, sehingga ketika ditanya oleh Allah SWT: “Siapakah yang masih tinggal dari makhlukKu?” Padahal Allah SWT lebih mengetahui. Jawab Malaikatmaut: “Ya Tuhan, Engkau yang hidup, yang tidak mati, tinggal malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, Hamalatul arsyi dan aku.” Maka Allah SWT menyuruh Malaikatmaut mencabut roh mereka.

 

Riwayat Muhammad bin Ka’ab dari seorang dari Abu Hurairah RA berkata: “Kemudian Allah SWT berfirman: “Harus mati Jibril, Mika’il, Israfil dan juga Hamalatul arsyi.” Kemudian Allah SWT bertanya: “Hai Malaikulmaut, siapakah yang masih tinggal dari makhlukKu?” Jawab Malaikulmaut: “Engkau Dzat yang hidup yang tidak akan mati, tinggal hambamu yang lemah, Malikulmaut.” Firman Allah SWT: ” Hai Malaikulmaut, tidakkah kau mendengar firmanKu: “kullu nafsin dza’iqatul maut. (Yang bererti) Tiap makhlukKu, Aku jadikan engkau untuk tugasmu itu, dan kini matilah engkau.” Maka matilah Malaikulmaut diperintah mencabut nyawanya sendiri, maka ia sendiri, tiba-tiba ia menjerit, yang andaikata waktu itu makhluk lain masih hidup nescaya mereka semua akan mati kerana jeritan Malaikulmaut itu, lalu ia berkata: “Andaikan saya mengetahui bahawa pencabutan roh itu seberat ini nescaya aku akan lebih lunak ketika mencabut roh-roh orang mukmin.” Kemudian matilah Malaikulmaut dan tiada tinggal satupun dari makhluk Allah SWT. Kemudian Allah SWT berfirman kepada dunia yang rendah ini: “Dimanakah raja-raja dan putera-putera raja, dimanakah raksasa-raksasa dan putera-putera raksasa yang makan rezekiKu tetapi menyembah lainKu.” Kemudian Allah SWT berfirman: “Limanil mulkil yaum? Lillahilwahidil qahhar.” (Yang bermaksud) Siapakah yang mempunyai hak milik pada hari ini?. Pertanyaan ini tidak ada yang menjawab, maka Allah SWT sendiri menjawab: “hanya bagi Allah yang tunggal dan memaksa segala sesuatu.”

 

Kemudian Allah SWT menyuruh langit menurunkan hujan bagaikan air mani lelaki selama empat puluh hari, sehingga air telah mengenang di atas segala sesuatu setinggi hasta, maka Allah SWT menumbuhkan makhluk bagaikan tumbuhnya sayur-sayuran sehingga sempurna kerangka badannya sebagaimana semula dahulu, kemudian Allah SWT menyuruh (berseru): “Hiduplah hai Israfil dan Hamalatularsyi.” Maka hiduplah mereka. Lalu Allah SWT menyuruh Israfil meletakkan sangkakala dimulutnya, lalu Allah SWT menyuruh Israfil meniupnya untuk membangkitkan, maka keluarlah roh-roh bagaikan lebah telah memenuhi angkasa antara langit dan bumi, lalu masuklah roh itu ke dalam jasad di dalam hidung, maka bumi mengeluarkan mereka.

 

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Saya pertama orang yang keluar dari bumi.” Dalam lain hadis: “Sesungguhnya Allah SWT jika telah menghidupkan Malaikat Jibrail, Mika’il, Israfil, maka mereka pergi ke kubur Nabi Muhammad SAW membawa buraq dan perhiasan-perhiasan syurga, maka terbuka bumi untuk Baginda Rasulullah SAW dan ketika melihat Jibril segera bertanya: “Ya Jibril, bagaimana ummatku? (Apakah yang diperbuat oleh Allah SWT terhadap ummatku?) Jawab Jibril: “Terimalah khabar gembira, kerana kau pertama yang keluar dari bumi.” Kemudian Allah SWT menyuruh Israfil meniup sangkakala, tiba-tiba serentak mereka bangkit melihat keadaan.

 

Abu Hurairah RA meriwayatkan: “Maka keluarlah mereka dari kubur mereka dalam keadaan telanjang bulat, menuju kepada Tuhan mereka , kemudian berhenti disuatu tempat selama 70 tahun, Allah SWT membiarkan mereka, tidak melihat atau memutuskan keadaan mereka, mereka menangis sehingga habis air mata, dan mengeluarkan darah dan peluh sehingga banjir sampai ke mulut, kemudian mereka dipanggil ke Mahsyar, mereka keburu-buruan menuju panggilan itu, maka apabila telah berkumpul semua makhluk, jin, manusia dan lain-lainnya, tiba-tiba terdengar suara yang keras dari langit, maka terbuka langit dunia dan turun daripadanya sepenuh penduduk bumi dari para Malaikat, dan mereka langsung berbaris, lalu bertanya: “Apakah ada diantara kamu yang membawa perintah Tuhan untuk hisab?” Dijawab: “Tidak ada.” Kemudian turun ahli langit kedua dan berbaris pula, kemudian turun penduduk langit ketiga, dan seterusnya sampai langit ketujuh, masing-masing berlipat dari yang sebelumnya dan semua Malaikat itu melindungi penduduk bumi.”

 

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah RA berkata: “Sesungguhnya Allah SWT akan menyuruh langit dunia maka terbelah dan mengeluarkan semua Malaikat yang ada didalamnya, maka turun semuanya dan mengepung bumi dengan apa yang ada dibumi, kemudian langit kedua dengan isinya, kemudian yang ketiga dengan isinya, kemudian keempat dengan isinya, kemudian kelima dengan isinya, kemudian keenam dengan isinya sehinggalah merupakan tujuh barisan Malaikat, setengahnya dikepung oleh setangahnya, sehingga penduduk jika pergi kemana sahaja mereka mendapati tujuh barisan Malaikat itu seperti mana firman Allah SWT: “Ya ma’syaral jinni wal insi inis tatha’ tum an tanfudzu min aqtharissamawati wal ardhi fan fudzu la tanfudzuna illa bisulthan.” (Yang bermaksud) “Hai para jin dan manusia jika kamu dapat menembus langit dan bumi, maka silakan menembusnya. Dan kamu tidak akan menembusnya kecuali dengan kekuatan.” Firman Allah SWT lagi: “Wayauma tasyaqqaqussama’u bil ghomami wanuzzilal malaikatu tanzila.” (Yang bermaksud) “Dan pada hari terbelahnya langit dengan awan, dan diturunkan para Malaikat dengan seketika.

 

” Abu Hurairah RA berkata: “Nabi Muhammad SAW bersabda: Allah SWT telah berfirman: “Hai para jin dan manusia, aku nasihatkan kepadamu, sesungguhnya yang tercatat dalam lebaran hanya amalmu sendiri, kerana itu siapa yang mendapatkan didalamnya kebaikan, hendaklah mengucapkan: Alhamdulillah dan siapa yang mendapat lain dari itu, maka jangan menyalahkan yang lain kecuali dirinya sendiri. Kemudian Allah menyuruh jahannam, maka keluar daripadanya binatang yang panjang mengkilat gelap lalu berkata-kata. Maka Allah berfirman: “Alam a’had ilaikum ya bani Adama alla ta’budusy syaithana innahu lakum aduwwun mubin. Wa ani’buduni hadza shiraatum mustaqim. Walaqad a adholla minkum jibilla katsiera afalam takuni ta’qilun. Hadzihi jahannamullati kuntum tu’aduun. Ish lauhal yauma bima kuntum takfurun. (Yang bermaksud) Tidak Aku telah berpesan kepadamu: Jangan menyembah syaitan, sesungguhnya ia musuhmu yang nyata-nyata. Dan sembahlah Aku. Inilah jalan yang lurus. Dan ia telah menyesatkan ummat-ummat yang banyak dari kamu. Apakah kamu tidak berakal (berfikir) dan menyedarinya. Inilah neraka jahannam yang telah diancamkan (Peringatan) kepadamu. Masuklah kamu kini, oleh sebab kekafiranmu.” Maka pada saat itu bertekuk lutut tiap-tiap ummat, sebagaimana firman Allah SWT: “Wa tara kulla ummatin jatsiyatan kullu ummatin tud’a ila kitabiha.” (Yang bermaksud) Disini kamu melihat tiap-tiap ummat (orang) bertekuk lutut, tiap ummat dipanggil untuk menerima suratan amalnya.” Lalu Allah SWT memutuskan pada semua makhlukNya. Dan antara binatang-binatang buas atau ternak, sehingga kambing-kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas kambing yang bertanduk, kemudian diperintahkan menjadi tanah semua binatang-binatang itu. Dan disaat itu orang kafir berkata: “Aduh sekiranya aku menjadi tanah.” Kemudian Allah SWT memutuskan antara semua hambaNya.

 

Nafi’ dari Ibnu Umar RA berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Manusia akan dibangkitkan kembali kepada Tuhan pada hari kiamat, sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Siti Aisyah berkata: “Laki perempuan berkumpul, ya Rasullullah? Jawab Nabi Muhammad SAW: “Ya.” Siti Aisyah berkata: “Alangkah malunya, kemaluanku dapat dilihat setengah pada setengahnya.” Nabi Muhammad SAW sambil memukul bahu Aisyah bersabda: “Hai puteri dari putera Abu Quhafah, kesibukan orang-orang pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, orang-orang pada mengarahkan pandangan kelangit, berdiri selama empat puluh tahun tidak makan, tidak minum, ada yang berpeluh sampai tumit, sampai betis, sampai perut dan ada sampai mulut, kerana lamanya berhenti, kemudian berdiri para Malaikat mengelilingi arsy, lalu Allah SWT menyuruh menyeruan nama fulan bin fulan, maka semua yang hadir melihat-lihat orangnya, lalu keluar orang itu untuk menghadapi Tuhan Rabbul A’alamin. Dan bila telah melihat Rabbul ‘Alamien dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya oleh orang itu untuk diberikan dari hasanat kebaikannya kepada orang-orang yang teraniaya itu, kerana pada saat itu tidak ada pembayaran dengan mas, perak (dinar, dirham), maka orang-orang selalu menagih sehingga habis hasanatnya, maka diambilkan dari dosa-dosa orang-orang yang dianiaya itu untuk dipikulkan kepadanya, kemudian jika selesai semua maka diperintahkan: “Kembali ketempatmu dalam neraka hawiyah (jahannam) kerana pada hari ini tidak ada dhulum.” (penganiyaan), sesungguhnya Allah amat segera perhitunganNya. Maka pada saat itu tidak ada seorang Malaikat yang muqarrab atau Nabi Rasul melainkan merasa bahawa tidak akan selamat, kecuali jika mendapat perlindungan Allah SWT”

 

Mu’adz bin Jabal RA berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Laa tazulu qadamaa abdin hatta yus’ala an arba. An umrihi fima afnaahu wa’an jasadihi fima ablaahu wa’an ilmihi ma amila bihi wa’an maalihi min aina iktasabahu wafima anfaqahu. (Yang bermaksud) Tidak dapat bergerak kaki seorang hamba sehingga ditanya tentang empat: Umurnya digunakan apa sampai habis. Dan badannya dalam apa ia rosakkan. Dan ilmunya apa ia pergunakan (apakah diamalkan). Dan hartanya dari mana ia dapat dan ke mana ia keluarkan.

 

Ikrimah berkata: Seorang ayah akan memegang anaknya pada hari kiamat dan berkata: “Saya ayahmu ketika di dunia.” Maka anak itu memuji kebaikannya lalu ayah itu berkata: “Hai anak, kini saya berhajat kepada hasanatmu yang sekecil dzarrah, kalau-kalau saya dapat selamat dengan itu dari apa yang kau lihat ini.” Jawab anaknya: “Saya juga takut dari apa yang kau takutkan itu kerana itu tidak dapat memberikan kepadamu sedikitpun.” Lalu pergi kepada isterinya dan berkata kepadanya: “Saya dahulu suamimu di dunia.” Maka dipuji oleh isterinya, lalu berkata: “Saya ini minta kepadamu satu hasanat, kalau-kalau saya boleh selamat dari apa yang kau lihat ini.” Jawab isterinya: “Saya juga takut dari itu terhadap diriku seperti engkau.” Sepertimana firman Allah SWT yang berbunyi: “Wain tad’u muts qalatun ila himliha laa yuhmal minhu syai’un walaukaana dza qurba.” (Yang bermaksud) “Dan orang keberatan pikulannya itu jika memanggil lain orang untuk memikulkan sebahagian tidak akan dipikulkan sedikitpun, meskipun yang dipanggil itu kerabat yang dekat.

 

Ibnu Mas’ud berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda yang berbunyi: “Innal kafir layul jamu biaroqihi walau ilaannar. (Yang bermaksud) Orang kafir akan tenggelam dalam peluhnya kerana lamanya hari itu sehingga ia berdoa: “Ya Tuhan, kasihanilah aku, meskipun masuk ke dalam neraka.” Abu Ja’far meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas RA berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiada seorang nabi melainkan ia mempunyai doa yang mustajab, dan semuanya sudah menggunakan doa itu di dunia, sedang saya masih menyimpan doa itu, untuk saya gunakan sebagai syafa’at bagi ummatku pada hari kiamat. Ingatlah bahawa sayalah yang terkemuka dari semua anak Adam dan itu bukan bangga, dan saya juga yang pertama bangkit dari bumi, juga bukan kerana bangga, dan panji Alhamd di tanganku pada hari kiamat yang dibawahnya ada Adam dan anak cucunya, juga tidak bangga dengan itu. Pada kiamat kesukaran dan kerisauan manusia akan bertambah dahsyat sehingga mereka datang pada Nabi Adam AS dan berkata: “Hai Abulbasyar (Ayah dari semua manusia), berikan syafa’atmu (bantuanmu) bagi kami dengan minta Tuhan, supaya segera menyelesaikan kami ini. Jawab Adam: “Itu bukan bagian saya, saya telah diusir keluar dari syurga kerana dosaku, dan kini aku tidak memikirkan sesuatu kecuali diriku sendiri, lebih baik kamu pergi kepada Nuh AS kerana ia sebagai Nabi yang pertama. Maka mereka pergi kepada Nuh dan berkata: “Tolonglah kamu mintakan kepada Tuhan supaya lekas membebaskan kami.” Jawab Nabi Nuh AS: “Bukan bagianku, saya telah mendoakan penduduk bumi sehingga tenggelam semuanya, dan kini tidak ada yang aku fikirkan kecuali diriku sendiri, tetapi kamu lebih baik pergi kepada Nabi Ibrahim AS Khalilullah. Maka pergilah mereka kepada Nabi Ibrahim AS dan berkata: “Tolonglah kami disisi Tuhan supaya segera memutuskan urusan kami.” Jawab Nabi Ibrahim AS: “Itu bukan urusanku sebab saya telah berdusta tiga kali. Rasulullah SAW bersabda: ” keriga-tiganya itu kerana mempertahankan agama Allah iaitu ketika ia diajak ke upacara kaumnya, lalu ia menyatakan: “Inni saqiem (Sesungguhnya saya sakit), kali kedua ketika berkata: “Bal fa’alahu kabiruhum hadza.” (Yang bermaksud) “Bahwa yang merosakkan berhala-berhala ini hanya inilah yang terbesar dan kali ketiga ketika isterinya akan diganggu oleh Raja yang zalim, lalu ia berkata: “ini saudaraku.” kerana itu kini tidak ada sesuatu yang merisaukan hatiku kecuali bagaimana nasibku, tetapi kamu pergi kepada Musa AS sebagai Kalimullah yang langsung mendengar firman-firman Allah. Maka mereka langsung pergi kepada Nabi Musa AS dan berkata: “Tolonglah kami, gunakan syafa’atmu untuk mengadap Tuhan supaya menyelesaikan urusan kami ini.” Jawab Nabi Musa AS: “Itu bukan urusanku, saya pernah membunuh orang tanpa hak, dan kini aku tidak memikirkan kecuali nasib diriku, tetapi kamu pergi kepada Nabi Isa AS Ruhullah dan Kalimatullah.” Maka segera mereka pergi kepada Nabi Isa AS dan berkata: “Berilah jasa syafa’atmu. mintalah kepada Tuhan supaya segera meringankan penderitaan kami ini.” Jawabnya: “Saya telah diangkat bersama ibuku oleh orang-orang sebagai Tuhan, dan kini tidak ada sesuatu yang merisaukan aku kecuali urusanku sendiri, tetapi bagaimana pendapatmu kalau ada barang terbungkus dan ditutup, apakah dapat mencapai barang itu jika tidak dibuka penutupnya?” jawab mereka: “Tidak.’ Maka ia berkata: “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW itu penutup dari semua nabi-nabi, dan Allah telah mengampunkan baginya apa yang lalu dan yang kemudian, lebih baik kamu pergi kepadanya. Maka datanglah orang-orang itu kepadaku, lalu saya jawab kepada mereka: “Baiklah, sayalah yang akan membantu sehingga Allah mengizinkan bagi siapa yang dikehendakinya dan diredhainya, maka tinggal sekehendak Allah.” Kemudian bila Allah hendak menyelesaikan makhlukNya, maka ada seruan: “Dimanakah Muhammad dan ummat-ummatnya?” Maka kamilah yang terakhir di dunia, dan yang pertama-tama hisabnya pada hari kiamat. Lalu aku berdiri bersama ummat-ummatku, maka ummat-ummat itu membukakan jalan untuk kami, sehingga ada suara, hampir saja ummat ini semuanya merupakan nabi-nabi, kemudian aku maju ke pintu syurga dan mengetuknya, lalu ditanya: “Siapakah itu?” Jawabku: “Nabi Muhammad Rasullullah.” Lalu dibukakan dan segera aku masuk dan bersujud kepada Tuhan serta memuja muji kepada Tuhan dengan pujian yang belum pernah diucapkan oleh seorang pun sebelumku, kemudian aku diperintah: Irfa’ ra’saka wa qul yusina’ wasai tu’tha, wasy fa tusyaffa.” (Yang bermaksud) Angkatlah kepalamu, dan katakan akan didengar, dan mintalah akan diberikan syafa’atmu akan diterima.” Maka saya memberikan syafa’atku pada orang-orang yang di dalam hatinya ada seberat semut (dzarrah) atau jagung dari iman keyakinan di samping syahadat an la ilaha illallah wa anna Muhammad Rasulullah.”

 

Umar bin Al Khattab RA ketika masuk ke masjid bertemu dengan Ka’bul Ahbar sedang memberikan nasihat pada orang ramai, maka Umar berkata kepadanya: “Berilah kami nasihat dan cerita-cerita yang dapat menambahkan takut kepada Allah SWT” Maka Ka’bul Ahbar berkata: “Sesungguhnya ada Malaikat-malaikat yang dijadikan oleh Allah s.w.t. berdiri tegak tidak pernah membongkokkan punggung mereka, dan yang lain sujud tidak pernah mengangkat kepalanya sehingga ditiup sangkakala, dan mereka bertasbih: Subhanakallahumma wabihamdika ma abadnaaka haqqa ibadatia wa haqqa ma yanbaghi laka an tu’bada. (Yang bermaksud) Maha suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, kami tidak dapat beribadat kepadaMu sepenuh ibadat yang layak kepadaMu, yang layak bagiMu untuk disembah. Demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya, neraka jahannam akan diperdekatkan pada hari kiamat lalu bergemuruh dan bila telah dekat ia bergemuruh dengan satu suara dan di saat itu tidak ada seorang nabi atau orang yang mati syahid melainkan ia bertekuk lutut jatuh, maka tiap nabi, syahid atau siddiq hanya berdoa: “Ya Allah, saya tidak minta kecuali keselamatan diriku sehingga nabi Ibrahim lupa pada Ismail dan Ishak sambil berkata: “Ya Tuhan, aku khalilullah Ibrahim, dan pada saat itu andaikan engkau, hai putera Khattab mempunyai seperti amal tujuh puluh nabi, nescaya kau mengira bahawa dirimu tidak akan selamat.” Maka menangislah semua yang hadir.

 

Ketika Umar melihat keadaan itu, lalu Umar berkata: “Hai Ka’ab, berikan kepada kami khabar yang menggembirakan.” Maka berkata Ka’ab: Sesungguhnya bagi Allah SWT ada 313 syari’ah, tidak seorang yang menghadap kepada Allah SWT dengan salah satu syari’at itu asal disertai dengan Kalimah Laa Ilaha Illallah melainkan pasti dimasukkan oleh Allah SWT ke dalam syurga demi Allah, andaikan kamu tahu besarnya rahmat Allah SWT, nescaya kamu malas beramal. Hai saudara-saudara, bersiap-siaplah menghadapi hari kiamat itu dengan amal yang soleh, dan menjauhi maksiat sebab tidak lama kau akan menghadapi kiamat dan menyesal terhadap masa hidupmu yang terbuang sia-sia, ketahuilah bahawa bila kau mati bererti telah tiba hari kiamatmu, sebagaimana kata Almughirah bin Syu’bah: “Kamu menantikan hari kiamat, padahal kiamatmu ialah saat kematianmu.”

 

Alqomah bin Qays ketika hadir janazah lalu ia berdiri di atas kubur dan berkata: “Adapun hamba ini maka telah tiba kiamatnya, sebab seorang mati maka melihat segala persoalan hari kiamat, iaitu syurga, neraka dan Malaikat, dan ia tidak dapat berbuat suatu amal, maka ia bagaikan seorang yang berada pada hari kiamat, dan ia akan bangkit pada hari kiamat menurut keadaannya di saat matinya, maka sesungguhnya untung siapa yang penghabisan amalnya kebaikan.”

 

Abu Bakar Alwaasithi berkata: Keuntungan yang besar itu dalam tiga perkara iaitu hidup, mati dan kiamat. Adapun keuntungan hidup iaitu bila digunakan dalam taat kepada Allah SWT, dan keuntungan mati bila ia mati dalam kalimat Syahadat iaitu Laa Ilaha Illallah dan keuntungan hari kiamat bila bangkit dari kubur disambut dengan berita bahawa syurga tersedia untuknya.”

 

Yahya bin Mu’adz Arrazi ketika dibacakan di majlisnya ayat yang berbunyi: “Yauma nahsyurul muttqina ilarrahmani. Wa nasuqul mujrimina ila jahannama wirda.” (Yang bermaksud) “Pada hari kiamat itu Kami akan menghantar orang yang taqwa menghadap Ar-Rahman (Allah SWT) berkenderaan, sedang orang-orang yang durhaka Kami iring ke neraka berjalan kaki dan merasa haus.” Lalu ia berkata: “Tenang-tenanglah hai manusia, kamu kelak akan dihadapkan kepada Allah SWT berduyun-duyun, dan menghadap pada Allah SWT satu persatu, dan akan ditanya semua amalmu secara terperinci kalimat demi kalimat, sedang para wali dihantar menghadap pada Allah SWT berkenderaan, dan orang-orang yang durhaka didorong ke neraka jahannam berbondong-bondong, dan semua akan terjadi bila bumi telah dilenyapkan, dan tiba Tuhanmu sedang Malaikat berbaris-baris, dan dihidangkan jahannam sebagai ancaman. Saudara-saudaraku, berhati-hatilah kamu dari kengerian sehari yang perkiraannya sama dengan lima puluh ribu tahun (di dunia), hari yang mengetarkan, duka cita dan menyesal, itulah hari yang besar, hari bangkitnya semua manusia untuk menghadap kepada Rabbul Alamien, hari perhitungan dan pertimbangan dan pertanyaan, hari kegoncangan, yang pasti, yang menakutkan, hari kebangkitan, hari dimana tiap manusia akan melihat apa yang telah dilakukannya. Hari di mana semua manusia dalam berbagai bentuk akan melihat amal perbuatannya, hari dimana wajah manusia putih berseri-seri dan lain wajah hitam, hari di mana seseorang tidak dapat menolong kerana lainnya, dan tidak berguna segala tipu daya, hari di mana seorang ayah tidak dapat membantu anaknya sedikit pun, hari di mana bahayanya bertebaran meluas, hari di mana tidak diterima uzur orang-orang yang zalim dan tetap mereka mendapat kutukan (laknat) serta siksa yang keji, pada hari di mana tiap manusia harus mempertahankan dirinya sendiri, pada hari di mana tiap ibu akan lalai terhadap bayi yang disusuinya, bahkan tiap ibu yang mengandung akan menggugurkan kandungannya dan orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk kerana minum arak, hanya kerana ngerinya siksaan Allah SWT yang sangat keras.”

 

Muqatil bin Sulaiman berkata: “Makhluk akan berdiri menanti pada hari kiamat selama seratus tahun, tenggelam dalam peluhnya sendiri dan seratus tahun dalam kegelapan mereka bingung sedang seratus tahun lagi sibuk bagaikan gelombang mengajukan tuntutan kepada Tuhan. Sesungguhnya hari kiamat itu sekira lima ribu tahun, tetapi bagi seorang mukmin yang ikhlas bagaikan sesaat, kerana itu wahai orang yang sihat akal hendaklah sabar terhadap penderitaan dunia dalam melaksanakan taat kepada Allah SWT untuk memudahkan bagimu segala kesukaran-kesukaran hari kiamat.”

About these ads

Komentar ditutup.