Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah dan Keutamaan Shalat Ashar berjamaah

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah dan Keutamaan Shalat Ashar berjamaah
oleh Sutarom ‘Tarom’ pada 18 April 2011 jam 18:23

..

Marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan…

Selanjutnya, shalawat dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw sebagaimana perintah Allah dalam

Al-Qur’an :

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw. (Al-Ahzab : 56)

 

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah

 

Pada malam yang berbahgia ini , kali ini sedikit say kupas masalah shallat ashar dan subuh semoga ada manfaatnya untuk kami pribadi dan umat islam Ahlu Sunnah Wajlamaah .

berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:tAbu Hurairah

 

“Shalat berjama’ah lebih utama dibanding shalatnya salah seorang dari kalian dengan sendirian dengan dua puluh lima bagian. Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada shalat fajar (subuh).” Abu Hurairah kemudian berkata, “Jika mau silakan baca, “Sesungguhnya bacaan (shalat) fajar disaksikan (oleh para malaikat).” (QS. Al Israa: 78). (HR. Al-Bukhari no. 137 dan Muslim no.632)

dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:tDari Abu Hurairah

 

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:tUsman bin Affan

 

 

“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:tJundab bin Abdillah Al-Qasri

 

“Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

 

Penjelasan ringkas:

Shalat subuh merupakan shalat yang agung lagi disaksikan. Disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas di siang hari, karena pada saat shalat subuh itulah mereka bergantian, malakait malam naik ke langit dan malaikat siang turun ke bumi. Barangsiapa yang mengerjakannya secara berjamaah -dengan syarat dia juga mengerjakan shalat isya secara berjamaah- maka sungguh seakan-akan dia telah shalat semalam suntuk. Dan orang yang mengerjakan shalat subuh maka dia berada dalam tanggungan, jaminan, dan penjagaan dari Allah. Dialah yang akan mengambilkan haknya dari orang lain yang telah melanggar haknya dengan kezhaliman.

Semua keutamaan di atas hanya pantas didapatkan oleh seorang mukmin sejati. Karenanya shalat yang paling berat atas orang munafik adalah shalat subuh ini, karena mereka tidak pantas untuk mendapatkan semua keutamaan di atas.

 

Keutamaan Shalat Ashar

 

 

Allah Ta’ala berfirman:

“Peliharalah semua shalat, dan (peliharalah) shalat wustha (ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 238)

bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:tDari Abu Hurairah

 

“Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian. Dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian naik ke atas hingga Allah Ta’ala bertanya kepada mereka -dan Allah lebih mengetahui keadaan mereka (para hamba-Nya)-, “Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaKu?” Para malaikat menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang mendirikan shalat. Begitu juga saat kami mendatangi mereka, mereka sedang mendirikan shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632)

Dari Jarir bin ‘Abdillah -radhiallahu anhu- dia berkata:

 

“Pada suatu malam kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau melihat ke arah bulan purnama. Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini. Dan kalian tidak akan saling berdesakan dalam melihat-Nya. Maka jika kalian mampu untuk tidak terkalahkan dalam melaksanakan shalat sebelum terbit matahari (subuh) dan sebelum terbenamnya (ashar), maka lakukanlah.” Beliau kemudian membaca ayat, “Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (QS. Qaf: 39) (HR. Al-Bukhari no. 554 dan Muslim no. 633)

berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Barangsiapa yang mengerjakan shalat pada dua waktu dingin (subuh dan ashar), maka dia akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635)

berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

 

“Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar maka sungguh amalannya telah terhapus.” (HR. Al-Bukhari no. 553)

 

Penjelasan ringkas:

 

Shalat ashar adalah shalat wustha (pertengahan) yang Allah tekankan untuk dijaga, dimana Nabi -alaihishshalatu wassalam- telah menjadikannya bersama shalat subuh sebagai sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Sebaliknya, beliau memperingatkan bahwa meninggalkan shalat ashar merupakan sebab terhapusnya amalan seorang hamba, sebagaimana dalam hadits Buraidah di atas. Dan Imam Ahmad -rahimahullah- berpendapat agar hadits-hadits ancaman semacam ini tidak perlu ditafsirkan agar guna lebih mempertakuti orang yang berniat untuk melanggarnya.

Hadits Abu Hurairah di atas menunjukkan bagaimana perhatian Allah kepada para hamba-Nya, tatkala Dia mengutus para malaikat untuk mencatat amalan mereka, ada yang bertugas dari subuh sampai sore dan ada yang bertugas dari sore sampai subuh. Karenanya shalat subuh dan ashar merupakan dua shalat yang disaksikan oleh para malaikat. Ini sebagai bantahan tersendiri kepada para penganut filsafat yang mengingkari adanya wujud malaikat.

 

“Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari azab jahannam, & azab kubur, & fitnah kehidupan & kematian & dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal” (HR Muslim)

Tidak Suka · · Bagikan

Anda dan 22 orang lainnya menyukai ini.
Dedy Yusfar
Tambahan : Barang siapa mengerjakan dua shalat dingin, niscaya ia masuk sorga (HR Bukhari dan Muslim)

Berganti-ganti datang pada kalian malaikat malam dan malaikat siang. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan waktu shalat AShar. Kemudian naiklah para malaikat yg menghabiskan malam bersama kalian. Lalu Allah bertanya keapda mereka. Dan Maha Melihat dgn mereka : “Bgmn kalian tinggalkan para hamba-Ku itu ?” Para malaikat menjawab : “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sedang shalat dan kami datang kepada mereka, mereka pun sedang shalat”.

Sungguh kalian akan bakal dapat melihat Tuhan kalian, sebagimana kalian melihat rembulan ini, kalian tidak usah berpayah-payah untuk melihat-Nya. Karena itu, jika kalian sanggup untuk tidak dikalahkan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum matahari terbenamnya, maka kerjakanlah (shalat itu) (HR Bukhari dan MUslim)

Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi shalat Subuh dan shalat Isya. Seandainya mereka mengetahui apa yang terdapat dlam keduanya, niscaya mereka mendatangi keduanya, walaupun dengan merangkak (HR Bukhari dan Muslim).

About these ads

Komentar ditutup.