ISTRI ISTRI TAKUT SUAMI

ISTRI ISTRI TAKUT SUAMI !?
Suami Suami Takut Istri !?
sekadar nasihat Ud@dIVe~ dRadio-man
Jakarta, 11 September 2011

Bismillaahir rohmaanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wabarokaatuh

Sahabat kami yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala…

Allah azza wa jalla berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Muthaffifin 29).

Lantas dengan begitu apakah kita dibenarkan mentertawakan atau memperolok-olok yang selain daripadanya…!?

Tentu saja tidak demikian duhai sahabat…

Menurut kami, (semisal) sinetron “Suami Suami Takut Istri” adalah bukan (sekadar) menggambarkan realita. Akan tetapi ia bisa menjadi suatu bentuk pelecehan terhadap kaum lelaki (suami), yang sejak dulu (umumnya) ‘no comment’ mendapati perlakuan seperti itu.

Apa jadinya jika ejek-mengejek ini saling berbalas dan berlanjut menjadi ajang membeberkan aib antara satu dengan lainnya…!? Katakanlah ada pihak lain yang membuat sinetron tandingan, dimana realitanya bisa juga terjadi di masyarakat, misalnya (afwan) dengan judul: “ISTRI-ISTRI TAKUT SUAMI” atau ada yang membuat judul lagu PEREMPUAN, TUKANG SELINGKUH, BUSYET…!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujuraat 11).

Astaghfirullaah… Dari tayangan atau pengudaraan hal tersebut, bukan mustahil banyak kaum perempuan yang menamakan kelompoknya “Kesetaraan Gender”, akan mencak-mencak lantaran emosi, hingga (mungkin) melakukan protes sampai ke gedung DPR ^^ Nah kalau sudah begini, lucu bukan…!? Padahal jika kelompok ini adalah pihak yang berpihak pada kebenaran, idealnya mereka juga akan mencak-mencak dan protes kepada semisal tayangan sinetron “Suami Suami Takut Istri”, atau sewaktu mendengar RATU menyanyikan lagu dengan judul “Lelaki Buaya Darat, Busyet…!

Bukan apa-apa, jika L.E.L.A.K.I. atau S.U.A.M.I. yang di ‘stressing’ dalam pelecehan tersebut, bukankah ayah dari setiap perempuan adalah LELAKI, dimana ia merupakan SUAMI dari ibunya…!? Begitu juga dengan istilah “Kesetaraan” yang entah apa maksudnya, namun jika setara ini di maksud sebagai penentangan bagi suatu perkara yang sudah ditegaskan dalam syari’at Islam tentang lelaki dan perempuan, tentu ini merupakan kekeliruan yang nyata. Namun jika setara yang di maksud adalah kesejajaran haqq antara lelaki dan perempuan menurut syari’at Islam, sungguh demikianlah kelawazimannya.

Dalam hal ini Allah ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl 97).

Jadi saran kami, hendaknya hentikanlah mempermasalahkan debilitas gender yang di ‘blow up’ sedemikian rupa, sehingga itu hanya sekadar menjajakan aib seseorang, atau menjadikannya sebagai ajang GHIBAH di antara sesama hamba Allah. Sungguh bahwa di antara lelaki dan perempuan, bisa jadi memiliki kekurangan dan atau kelebihannya masing-masing. Oleh karena itu, marilah kita saling mengingatkan dan mengisi satu sama lain dalam kebaikan, dengan cara yang di ridhai oleh Allah ta’ala.

Wallahua’lam bish-showab…

Barakallaahu fiekum
Wassalamu’alaykum wr.wb.
Ud@dIVe~ dRadio-man

About these ads

Komentar ditutup.