PERKATAAN KUFUR DAN KEJI TOKOH TOKOH SUFI, RENUNGKANLAH !!!

PERKATAAN KUFUR DAN KEJI TOKOH TOKOH SUFI, RENUNGKANLAH !!!
oleh Abu Ghuraba pada 27 September 2011 jam 0:03

Apakah anda pengagum sufi?

Apakah anda menganggap tasawuf/sufi/ tarekat adalah bagian dari ajaran Islam yang lurus ?

Apakah anda menganggap tokoh tokoh tasawuf/sufi/ tarekat adalah sebaik baik yg mengerti hakikat dan suci hatinya ?

Apakah anda menganggap tasawuf/ sufi/ tarekat adalah sebuah cara mengenal Allah dengan benar ?

Tulisan berikut ini menyuguhkan kepada anda apa itu hakikat tasawuf/ sufi/ tarekat yang sesungguhnya.

Imam Syafi’i menamai sufi dengan kaum zindiq.
Beliau berkata :
“Jika seorang belajar tasawuf dipagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau dapati dia menjadi orang dungu.”
Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah jg mengatakan :
” Aku tidak pernah melihat seorang shufi yg berakal. Seorang yg telah bersama kaum shufi selamg 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya.”
Beliau juga berkata :
” Azas (dasar) shufiyah adalah malas.” (Lihat Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i rahimahullah. hal. 13-15)

Jika Yahudi meyakini, hanya Uzairlah yang memiliki sifat ketuhanan..
Jika Nasrani meyakini, hanya Yesus yang memiliki sifat ketuhanan…
Namun shufi berkeyakinan bahwa semua makhluk bisa memiliki sifat ketuhanan. Bahkan menyamakan Tuhan dan makhluk…
Manakah yang lebih jelek ???

Berikut ini perkataan para tokoh tokoh shufi yang sangat kufur dan jauh dari cahaya kebenaran :

1. Keyakinan Wihdatul Wujud.
Yakni keyakinan bahwa Allah menyatu dengan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
Demikian juga Al-Hulut, yakni keyakinan bahwa Allah dapat menjelma dalam bentuk tertentu dari makhluk-Nya (inkarnasi).

*) Mereka berkeyakinan :
“Tidaklah anjing dan babi kecuali sesembahan kami Dan bukanlah Allah, kecuali seorang pendeta di gereja.”
(dinukil dari Hadzihi Hiyash Shufiyah, hal. 64).

*) Al Halajj, salah seorang dedengkot shufi, berkata :
“Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang makan dan minum.”
(dinukil dari Firaq Al-Mu’ashirah, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Iwaji, 2/600).

*) Ibnu Arabi, tokoh shufi lainnya berkata :
“Seorang hamba adalah Rabb dan Rabb adalah hamba.
Duhai kiranya, siapakah yang diberi kewajiban beramal ?
Jika engkau katakan hamba, maka ia adalah Rabb. Atau engkau katakan Rabb, kalau begitu siapa yang diberi kewajiban?.”
(Al Futuhat Al Makkiyah, dinukil dari Firaq Al-Mu’ashirah, hal. 601).

*) Muhammad Sayyid At-Tijani meriwayatkan (secara dusta, pent) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasannya beliau bersabda:
” Aku melihat Rabbku dalam bentuk seorang pemuda.”
(Jawahirul Ma’ani, karya ‘Ali Harazim, 1/197, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 615).

2. Keyakinan seseorang yang menyetubuhi istrinya, tidak lain ia menyetubuhi Allah.

Padahal Allah telah berfirman

” Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [Asy-Syura : 11]

” Berkatalah Musa : “Wahai Rabbku nampaklanlah (diri Engkau) kepadaku, agar aku dapat melihat Mu.” Allah berfirman : “Kamu sekali kali tidak akan sanggup melihatKu.” [Al A'raf : 143].

*) Ibnul ‘Arabi berkata :
” Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah !.”
(Fushushul Hikam).1

Betapa kufurnya kata kata ini…., tidakkah orang orang shufi sadar akan kesesatan gembongnya ini?

3. Keyakinan bahwa Allah adalah makhluk dan makhluk adalah Allah, masing masing menyembah kepada yang lainnya.

*) Ibnul ‘Arabi, berkata :
“Maka Allah memujiku dan akupun memuji-Nya. Dan Dia menyembahku dan akupun menyembah-Nya.”
(Al-Futuhat Al-Makkiyyah). 2

Padahal Allah berfirman :
” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku.”
[Adz-Dzariyat : 56]

” Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.”
[Maryam : 93]

4. Keyakinan bahwa agama agama yang ada itu sama.

*) Ibnul ‘Arabi, berkat :
“Sebelumnya aku mengingkari kawanku yang berbeda agama denganku. Namun kini hatiku bisa menerima semua keadaan, tempat gembala rusa dan gereja pendeta, tempat berhala dan Ka’bah, lembaran lembaran Taurat dan Mushaf Al-Qur’an.”
(Al Futuhat Al Makkiyyah).

*) Jalaluddin Ar-Rumi, seorang tokoh shufi yang sangat kondang, berkata :
“Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti.
Bagiku, tempat ibadah adalah sama…. Masjid, Gereja atau tempat berhala berhala.”

Padahal Allah berfirman :
” Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya. Dan dia diakhirat termasuk orang orang yang merugi.”
[Ali Imran : 85]

Selengkapnya tentang borok borok keyakinan shufi, klik di
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=155

Celaan ulama terhadap sufi.

1. Celaan Al Imam Asy-Syafi’i rahimahullah terhadap shufiyah.
Shufiyah bukanlah pengikut Al Imam Asy-Syafi’i, diantara buktinya adalah banyaknya celaan beliau terhadap mereka.
Al-Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dgn sanadnya sampai Al-Imam Asy-Syafi’i :
“jika seorang belajar tasawuf dipagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu.”
Al-Imam Asy-Syafi’i, juga mengatakan :
“Aku tidak pernah melihat seorang shufi yg berakal. Seorang yang telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya.”
Beliau juga berkata :
“Azas (dasar shufiyah) adalah malas.” (Lihat Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i, hal 13-15)
Beliau menamai shufiyah dengan kaum zindiq. Beliau berkata :
“Kami tinggalkan Baghdad dalam keadaan orang orang zindiq telah membuat buat bid’ah yang mereka namakan sama’ (nyanyian sufi).”
Asy-Syaikh Jamil Zainu berkata :
“Orang orang zindiq yang di maksud Al Imam Asy Syafi’i adalah kaum shufiyah.”
(Lihat Shufiyah fi Mizan Al Kitabi was Sunnah)

2. Celaan Al Imam Malik rahimahullah thd shufiyah.
At-Tunisi mengatakan :
“Kami berada disisi Al-Imam Malik, sedangkan murid murid beliau disekelilingnya. Seorang dari Nashibiyin berkata : “Ditempat kami ada satu kelompok disebut shufiyah, mereka banyak makan, kemudian membaca qashidah dan berjoget.”
Al-Imam Malik berkata, “Apakah mereka anak anak?” Orang tadi menjawab, “Bukan.” Beliau berkata, “Apakah mereka adalah orang orang gila?.” Orang tadi berkata, “Mereka adalah orang orang tua yang berakal.”
Al-Imam Malik berkata, “Aku tidak pernah mendengar seorang pemeluk Islam melakukan demikian.”

3. Celaan Al-Imam Ahmad rahimahullah.
Beliau ditanya tentang apa yang dilakukan shufiyah berupa nasyid nasyid dan qasidah yang mereka namakan sama’. Beliau berkata :
“Itu adalah muhdats (perkara baru yang diada-adakan dalam Islam).”
Ditanyakan kepada beliau,
“Apakah boleh kami duduk bersama mereka?”
Beliau menjawab, “Janganlah kalian duduk bersama mereka.”
Beliau berkata tentang Harits Al-Muhasibi (dia adalah tokoh shufiyah), “Aku tidak pernah mendengar pembicaraan tentang masalah hakikat sesuatu seperti yg diucapkannya. Namun aku tidak membolehkan engkau berteman dengannya.”

4. Celaan Al-Imam Abu Zur’ah rahimahullah.
Al-Hafizh berkata dalam Tahdzib : Al-Badza’i berkata :
“Abu Zur’ah ditanya tentang Harits Al-Muhasibi dan kitab kitabnya. Beliau berkata kpd penanya, “Hati-hati kamu dari kitab-kitab ini, karena isinya kebid’ahan dan kesesatan. Engkau wajib berpegang dgn atsar, akan engkau dapati yg membuatmu tidak membutuhkan apapun dari kitab-kitabnya.”

5. Celaan Al-Imam Ibnul Jauzi, rahimahullah.
Beliau berkata :
“Aku telah menelaah keadaan shufiyah dan aku dapati kebanyakannya menyimpang dari syariat. Antara bodoh tentang syariat atau kebid’ahan dengan akal pikiran.”

6. Marwan bin Muhammad rahimahullah berkata :
” Tiga golongan manusia yg tidak bisa dipercaya dalam masalah agama : shufi, qashash (tukang kisah), dan ahlul bid’ah yg membantah ahlul bid’ah lainnya.”
(Lihat Mukhalafatush Shufiyah, hal. 16-18).

Jadi, masihkan anda percaya dengan tasawuf/ sufi/ tarekat ?. .

About these ads

Komentar ditutup.