ADAB DAN ETIKA DI MESJID oleh Jihad Annisa

ADAB DAN ETIKA DI MESJID
oleh Jihad Annisa pada 19 November 2011 jam 11:34

Mesjid memiliki fungsi sentral dan strategis dalam ajaran Islam. Mesjid tidak hanya sebagai pusat beribadah namun juga sebagai pusat pembinaan IMAN setiap muslim. Mesjid disebut Baitulloh atau ‘Rumah’ Alloh SWT. Rahmat Alloh SWT yang disediakan di bumi adalah di mesjid. Begitu pentingnya peran dan fungsi mesjid, saat nabi berhijrah ke Medinah, bangunan yang pertama kali beliau bangun ialah mesjid bukan rumah.

Sejatinya, mesjid adalah tempat khusus yang diperuntukkan untuk beribadah, berdzikir, dan kegiatan lain yang termasuk kategori ibadah. Mesjid adalah tempat turunnya malaikat yang membawa rahmat bagi yang ada di dalamnya. Tidak ada sebuah pertemuan di mesjid yang di dalamnya terdapat dzikir dan membaca alquran, kecuali malaikat turun memberi rahmat.

 

Dalam QS Jin ayat 18, Alloh SWT berfirman,

“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

Nabi Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa yang membangun mesjidmeskipun kecil, semata-mata mengharap ridho Alloh, maka Alloh akan memberinya rumah di surga”.

Alloh SWT berfirman dalam QS al-Baqoroh 114,

“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali denganrasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.”

Alloh berfirman juga dalam QS Attaubah 18, “Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”.

Karena mesjid memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia seperti dijelaskan dalam ayat dan hadits di atas, maka menyikapinyapun haruslah penuh dengan tata krama dan aturan. Tidak sembarang orang bisa masuk mesjid dan menyikapi mesjid apa adanya.

Berikut adalah adab dan etika saat kita menuju dan berada di mesjid.

Saat hendak ke mesjid, hendaklah membersihkan tubuh dengan cara berwudhu dan berpakaian dengan pakaian yang bagus dan rapi. “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid…” (QS. Al-araf 31)
Saat berangkat dari rumah mulailah melangkah dengan kaki kanan
Ketika mau memasuki, melangkahlah dengan kaki kanan, lalu berdoa untuk minta ampunan dan dibukakanlah pintu rahmat Alloh
Saat masuk mesjid, janganlah langsung duduk kecuali sholat 2 rokaat (Tahiyyatul masjid)
Selanjutnya duduk, dan lakukan 2 hal yakni berdikir atau membaca alquran. Kalau hendak sholat lakukanlah seolah-olah ‘berbicara’ dengan Alloh. Barang siapa yang duduk di mesjid, maka ia duduk dengan Alloh. Janganlah bicara kecuali yang baik-baik saja
Berhati-hatilah untuk membicarakan urusan dunia (ekonomi praktis) saat berada di mesjid. Nabi pernah bersabda, “Akan datang akhir zaman, dimana orang masuk mesjid tidak berdzikir dan membaca al-quran, kecuali berkumpul membicarakan masalah dunia”. Jadi berhati-hatilah, jangan sampai membicarakan urusan dunia di mesjid, karena Alloh tidak membutuhkannya.
Bertanggungjawablah jika membawa anak-anak ke mesjid. Hindari mengotori kesucian mesjid dengan buang air kecil atau besar anak-anak. Awasi anak agar tidak membuat gaduh dan berisik saat melakukan sholat. Jangan membuat anak kesel lalu berdiri, dan berlari-lari sehingga mengganggu ke-khusyuan sholat kita dan orang lain.

Demikian ulasan seingkat mengenai adab dan etika mesjid. Semoga kita dan keluarga diberikan kecintaan yang dalam terhadap mesjid dan konsisten memakmurkan mesjid dimanapun kita berada.

About these ads

Komentar ditutup.