SHALAT TAHAJUD: ANTARA KEUTAMAAN DAN KEAJAIBAN DALAM MELAKSANAKANNYA By DAIS ALFARIS

SHALAT TAHAJUD: ANTARA KEUTAMAAN DAN KEAJAIBAN DALAM MELAKSANAKANNYA

1. ARTI DARI TAHAJUD
Arti tahajud (al hujud) itu sendiri secara lughawi adalah tidur. Sedangkan makna istilah salat tahajud adalah salat sunnat yang dikerjakan setelah terlebih dahulu tidur malam. Berbeda dengan salat istikharah dan salat hajat yang bahan komunikasinya dengan Allah sudah definitif, salat tahajud dilakukan bukan karena keinginan yang sudah terkonsep, tetapi salat yang fungsinya benar-benar sebagai media pendekatan diri kepada Allah, taqarrub ilallah. Salat tahajud merupakan saat dimana seorang hamba ingin melepas kerinduannya, kepasrahannya dan kemesraannya dengan Tuhan sang Khaliq. Salat tahajud merupakan forum “berduaan” antara dua orang kekasih, seorang mukmin yang rindu, dengan Allah (Yang Maha Pengasih). Oleh karena itu, etikanya, salat tahajud dilakukan ketika orang lain sedang tertidur nyenyak dan tidak dilakukan secara berjamaah, agar suasana berduaan itu tidak terganggu.
Dalam salat tahajud itulah seorang kekasih bisa menangis, tertawa, mengadu dan memadu cintanya. Salat tahajud benar-benar merupakan nilai plus (nafilah) dari kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Jika salat lain ditentukan jumlah rakaatnya, maka salat tahajud boleh dilakukan sebanyak kebutuhan orang yang melakukannya, diserahkan kepada orang yang sedang memadu cintanya, seberapa lama ia terpuasi kerinduannya berjumpa dengan sang kekasih. Salat tahajud boleh dua rakaat, 20 rakaat atau seratus rakaat, bergantung tingkat kemesraannya (al inbisath wa al ‘uns). Dalam salat tahajud itulah seorang mukmin bisa mengelana jauh menembus batas ufuk dunia ke alam ruhiah yang tak terbatas, yakni apa yang dikatakan sebagai mikrajnya orang mukmin.
2. WAKTU MELAKSANAKAN SHALAT TAHAJUD
Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.
Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .
Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”(HR Tirmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam” ( HR. Muslim )
Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ? Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ). Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 – Subuh )
Menurut keterangan yang sahih, saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir. Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :
Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rosulullah SAW :“ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )
Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid, bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :
1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.
Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286. Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.Rasulullah SAW bersabda :
“Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud)
Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud)

3. KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD

Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut, Rasulullah SAW suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”
Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba Allah yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.
Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirotol Mustaqim, bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

Sedangkan sumber lain mengatakan shalat malam ini pun mempunyai keutamaan yang lain. Bahkan inilah yang lebih penting.
1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah “Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).
2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah “Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]
3.Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam
Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.? (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]
Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:
Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]
4. ingin tampil cantik? Kecantikan merupakan merupakah satu hal yang sangat diinginkan oleh para wanita. Mereka para kaum Hawa itu banyak yang telah mencoba berbagai kiat.
Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin. [1]
Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.
HIKMAH BERSHALAT TAHAJUD

Mengelana ke alam gaib ruhaniah

Mengelana bermakna seseorang berangkat dalam pencarian, tetapi kembali bermakna berjalan menuju ke tempat asal. Yang pertama seseorang lebih dipengaruhi oleh keinginan, yang kedua lebi dipengaruhi oleh keyakinan. Alam gaib artinya wilayah yang tidak nampak. Yang tidak nampak bisa karena terhalang oleh sekat ruang dan waktu atau terhalang oleh perbedaan dimensi. Alam gaib adalah alam dibalik yang nampak . Alam yang nampak dapat terdeteksi oleh teknologi, sedangkan alam gaib hanya terdeteksi oleh perangkat spiritual. Alam mimpi, alam kubur, lam akhirat adalah alam gaib. Puncak dari kegaiban adalah Yang Maha Gaib, AllohS.W.T.

Seseorang bisa berkelana di alam mimpi, bahkan bisa ber”tele-conference” di alam mimpi, tetapi perjalanan itu tidak bisa dikonfirmasi kecuali oleh “member”. Mimpi ada dua macam; ru’ya al haqq dan adhghotsu ahlam. Yang pertama dijamin benar dan ada nalarnya, yang kedua tidak ada nalarnya dan tidak melahirkan keyakinan.. Pengelanaan spiritual bisa nyampai, bisa juga tersesat, oleh karma itu seorang musafir harus melengkapi diri dengan peta dan kompas dan kalau perlu guide (mursyid) . Pengelana bisa bisa seniman, dukun para normal, failasuf maupun mutadayyin.

Berpulang ke Rahmatullah

Berpulang merujuk tempat asal, oleh karena itu berpulang ke rahmatullah artinya orang kembali ke tempat asalnya, yaitu ke haribaan Allah Yang Maha Rahim. Berpulang ke rahmatullah diilhami oleh kalimat inna lillahi wa inna ilaihi raji`un, sesungguhnya kita ini milk Allah dan akan kembali kepada Nya. Hanya saja ada orang yang secara sadar memprogram hidupnya untuk kembali kepada Nya, ada orang yang tak pernah memprogram, tiba-tiba kaget ketika ditarik kembali dari peredaran.

Mengapa Berpulang ?

Konsep berpulang berasal dari konsep penciptaan. Ada dua teori yang menerangkan bagaimana proses penciptaan makhluk manusia, yaitu teori al faidh (limpahan) dan teori isyraqi (pancaran). Menurut teori pertama, manusia adalah limpahan dari rahmat Allah, ahmat Alloh yang sangat besar melimpah, salah satu limpahannya adalah manusia. Oleh karena itu di dalam diri manusia juga terdapat rasa kasih saying dengan kadar yang berbeda-beda. Nah kekuatan rahmat yang memuncak memunculkan kerinduan untuk “berpulang” ke rahmatullah.

Sedangkan menurut teori kedua, manusia adalan pancaran dari cahaya (nur) Allah, oleh karena itu di dalam diri manusia ada kekuatan cahaya (nur) kebenaran yang tidak bisa berdusta, disebut nurani. Sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Sempurna, manusia adalah “tajalli” (perwujudan) dari kebesaran Allah, oleh karena itu jika Allah memiliki sifat Maha Suci, maka di dalam diri manusia ada bakat-bakat kesucian. Jika Allah Maha Pengasih Penyayang, maka di dalam diri mansuia ada rasa kasih sayang, jika Allah Maha Besar, maka pada diri manusia juga terkadang muncul sifat merasa besar (takabbur). Pokoknya semua sifat-sifat Allah (yang Maha sempurna) menampakkan jejaknya secara tidak sempurna pada manusia yang diciptakannya.

Sebagaimana panas matahari selalu berusaha kembali ke panas asalnya di atas, maka manusia pun secara sadar atau tidak sadar sering merindukan untuk kembali mendekat ke cahaya asalnya, Alloh S.W.T.Perjalan berpulang yang diprogram disebut taqarrub ilallah, mendekatkan diri kepada Allah.

Tiga Jalan Berpulang

Ketika orang secara sadar harus kembali kepada Tuhan, maka ia harus membayangkan peta perjalanan, mau lewat mana, jalan pintas, jalan raya atau jalan alternatip.

· Jalan Raya. Yang dimaksud jalan raya adalah jalan biasa, konvensional, jelas arah dan rambu-rambunya sehingga tidak membutuhkan guide tertentu. Jalan ini dalam ilmu tasauf disebut thoriqat al akhyar, jalannya orang-orang baik, atau disebut juga thoriqot as syar`I, jalan syari`at.

· Jalan pintas. Yang dimaksud dengan jalan pintas adalah jalan yang tidak rumit, bisa lebih pendek tetapi butuh kekuatan ektra. Jalan ini dalam ilmu tasauf disebut thoriqot ahl az zikr, jalan dari ahli zikir. Cara berfikir ahl zikir ini sama seperti cara berfikir politik. Jika ingin cepat menembus jalan menuju tujuan, maka orang harus memiliki akses ke penguasa politik atau dipersepsi sebagai pendukung politik. Jika ingin melewati kerumunan massa PDI, teriakkan Hidup Megawati, pasti aman. Jika ingin melewati kerumunan massa PKS , teriakkan Hidup Adang Dani, pasti aman, jika lewat kerumunan massa PKB, teriakkan hidup Gus Dur, begitu seterusnya. Nah penguasa yang sesungguhnya dari alam kehidupan ini adalahAlloh SWT, oleh karena itu jika ingin aman menuju kepada Nya selalulah berzikir menyebut Nya, pasti aman.

Jalan alternatip. Jalan ini biasanya lebih jauh, tetapi disana banyak dijumpai keindahan pemandangan. Orang mau bersusah payah melewati jalan alternatip, meski jauh dan berat, tetapi mereka merasa senang. Jalan ini menurut Islam disebut thoriqat mujahadat as syaqa’, jalan yang penuh dengan kesulitan. Orang yang memilih jalan ini, malu tidur di kasur, malu makan enak, malu berpakaian mewah, malu naik pesawat, karena merasa tidak pandai menysukuri nikmat Tuhan yang telah memberi kaki. Pergi haji mereka memilih naik sepeda atau jalan kaki, pokoknya semua-yang tidak enak itulah yang mereka pilih, dan mereka merasa nikmat.
BAGAIMANA TIPS SUPAYA BISA MELAKSANAKAN SHALAT TAHAJUD

Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut beberapa sebab agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam.
1. Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isyaa dan berbicara sesudah Shalat Isyaa. [5]
2. Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll. [6]
3. Tidur sebentar di siang hari
4. Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bid’ah
5. Berkeinginan kuat untuk shalat malam
6. Memasang jam beker. Bisa juga dengan saling membangunkan istri, suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga atau teman dengan menelpon melalui handphone-nya. Saling berta’awun
Dari berbagai sumber

About these ads

Komentar ditutup.