[ MA’RIFATULLAH by MAJELIS TAUSIAH PARA KYAI & USTADZ INDONESIA

MAJELIS TAUSIAH PARA KYAI & USTADZ INDONESIA

[ MA'RIFATULLAH ]

Allah SWT berfirman artinya :”Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah….? (al-A?raaf: 179) Orang-orang beriman tidak termasuk kategori ?buta? ini. Mereka menyadari dan menerima kenyataan bahwa seluruh alam ini diciptakan Allah swt. dengan tujuan dan maksud tertentu. Keyakinan ini marupakan langkah awal dari keimanan seseorang. Seiring dengan meningkatnya jihad mengenali setiap detail ciptaan Allah.

Tiga tahap mengenal ciptaan Allah SWT seperti turunnya guyuran hujan

Tahap pertama (Ilmul-Yaqin), ketika seorang duduk di dalam rumah yang jendelanya tertutup, kemudian ada yang datang dari luar memberitahukan padanya bahwa hujan turun dan dia mempercayainya.

Tahap kedua (Ainul-Yaqin) adalah tahap kesaksian. Orang tersebut menuju jendela, membuka tirai, dan melihat hujan turun.

Tahap ketiga (Haqqul-Yaqin). Dia membuka pintu, keluar rumah, dan berada ?di bawah?
siraman air hujan.

Ingat, perhatian memandang ciptaan Allah, dengan nawaitu pengenalan atas dasar yg Alllah perintahkan itulah : Bentuk tindakan dari doa untuk beralih dari tingkatan Ilmul-Yaqin menuju tingkatan Ainul-Yaqin, bahkan lebih sbg Upaya melihat tanda-tanda keberadaan Allah dan tidak menjadi ?buta? seperti orang yang ingkar, ini membutuhkan konsentrasi yang tinggi dalam amaliah tsb.

Di dalam Al-Qur`an, orang beriman diseru untuk mengamati dan memperhatikan tanda-tanda keberadaan Allah di sekitar mereka dan ini hanya mungkin bisa dilakukan bila dilakukan dengan perhatian mencari keredhoan-Nya atas dasar iqra yang terus menerus, menyandingkan dengan Qur’an dan Sunnah. Allah pun menyatakan dalam ayat yg lain bahwa buta tidak sama dengan melihat, kemudian Dia bertanya, ?Maka apakah kamu tidak memperhatikan?? (al-An?aam: 50)

Kita harus melatih diri untuk selalu mengingat-Nya. Bila tidak, pikiran kita akan menyimpang, kualitas hati dan ibadah tidak meningkat kosong secara ruhiyah

About these ads

Komentar ditutup.