Suami Paling Bersyukur dan Istri Paling Sabar by.Forgiveness Allah

Forgiveness Allah

~ Bismillahirrahmanirrahim ~

Suami Paling Bersyukur dan Istri Paling Sabar

Saudaraku…
Malam ini sholat tarawih di Manarul Ilmi masih seperti biasa. Sedikit pembedanya hanyalah penceramahnya. Kebetulan sekali bapak Muh Nuh, Mendiknas RI, Mantan Rektor ITS, dan Dosen Elektro ITS yang menjadi penceramah.
__

Pak Nuh menyampaikan ceramahnya dengan bahasa yang sederhana, mudah diterima. Analogi yang beliau buat juga mampu menggiring minat dengar hadirin dengan sangat baik. Beberapa kali saya mendengar ceramah beliau, memang gayanya seperti ini.

Beberapa kisah disampaikan, salah satunya adalah sebuah kisah tentang Suami paling Bersyukur dan Istri paling sabar. Biar seperti kisah-kisah yang lain, maka kisah ini harus dimulai dari paragraf baru dan diawali dengan kata alkisah, pada suatu hari, atau disuatu tempat nun jauh disana. Hehehe..

Ok, Berikut kisahnya.

Suatu hari, hiduplah sepasang suami istri. Sang istri amatlah cantik, sangat cantik. *menekankan bahwa si istri benar-benar cantik* Sang suami, memiliki wajah yang ya„ *maaf* jelek dan sangat jauh jika dibandingkan dengan kecantikan sang Istri. Istilah yang dipakai oleh Pak Nuh, Njomplang.

Merasa saking jeleknya si suami, tiap kali memanggil suaminya sang istri hanya menggunakan kata “Wahai Suamiku”. Bukannya apa-apa, kalau misal si Istri memanggil dengan “Suamiku yang tampan” bukannya malah fitnah?? hahaha.. Sebaliknya, merasa sang istri terlalu cantik untuk dia, sang suami begitu menyanjung istrinya. Memanggil saja selalu menggunakan kata-kata terbaik. “Wahai Istriku sayang”, “Sayangku”, “Wahai istriku yang Cantik” dan panggilan lain yang menyanjung istrinya.

___

Namun demikian, mereka saling menyayangi, sang suami merasa sangat beruntung mendapatkan istri seperti itu, dan sang istri juga tidak perah keberatan dan merasa bahwa apa yang mereka jalani sekrang adalah takdir dari Allah SWT.

Suatu saat, mereka berdua duduk dan merenung bersama. Sang suami berkata “Wahai istriku, saya sangat yakin bahwa kita berdua dapat masuk surga” Sang istri yang heran dengan statement suaminya berkata “Bagaimana kamu bisa seyakin itu, untuk masuk surga dibutuhkan modal. menurutmu, apa modal kita sehingga kita pantas untuk memasuki surganya Allah, wahai suamiku??” Lalu sang suami menajawab “Saya bisa masuk surga karena dengan menikahi kamu, saya tidak pernah berhenti bersyukur atas nikmat Allah ini” Ditambahkannya pula “Sedangkan engkau, wahai istriku yang cantik, engkau pantas masuk surga karena telah menjadi wanita yang benar-benar sabar untuk mau memiliki suami jelek seperti saya”

Demikianlah kisah sepasang suami-istri yang Paling bersyukur dan Paling sabar. Sebernarnya kisah ini adalah pendukung dari kisah lain yang dikisahkan oleh pak Nuh mengenai kemurnian hati manusia.

Jadi, (masih menurut pak Nuh, saya lupa beliau tadi mengambil sumber dari mana) tingkatan kedalan hati manusia dibagi menjadi 4. Shadr, Qolbu, Fuad, dan Lubb. Shadr adalah bagian hati manusia paling luar, yang bisa dipengaruhi oleh berbagai efek dari luar, baik positif maupun negatif. Qolbu adalah bagian yang lebih dalam dari hati. Fuad, lebih dalam lagi, dan yang paling dalam adalah Lubb.

Sebenarnya, kalau di explore dan di jabarkan lagi, tingkatan hati manusia ada 7. “Telah Aku bangun dalam rongga manusia sebuah istana yang di dalamnya ada kesadaran, dalam kesadaran ada kalbu, dalam kalbu ada fuad, dalam fuad ada syaghaf, dalam syaghaf ada lubb dalam lubb ada sirr dan dalam sirr itu ada Aku.” Namun tadi pak Nuh hanya menguraikan 4 bagian itu saja.

__

Beliau juga menganalogikan bagian-bagian hati itu seperti sebuah rumah. Shadr ibaratnya adalah pekarangan rumah, dimana orang masih bisa bebas memasuki pekarangan rumah kita. Qolbu adalah ruang tamu, dimana tamu harus permisi dulu sebelum masuk. Fuad adalah kamar, tentunya orang asing tidak boleh masuk kedalamnya, dan Lubb diibaratkan sebuah berankas yang ada di kamar tersebut.

Tapi kali ini saya mau memabahas yang shard saja. Karena bagian ini yang ada korelasinya dengan cerita Suami paling bersyukur dan Istri paling sabar. Karena dianalogikan seperti pekarangan rumah, maka Shadr ini harus kita rawat dengan cantik, agar enak dipandang. Kita juga harus mencegah ular-ular masuk ke pekarangan kita. Atau dalam konteks Shard sebagai hati, kita harus menata hati dengan hal-hal baik dan positif, dan juga harus mencegah pengaruh buruk yang ingin merusak hati kita.

Pakarangan biasanya ditanami dengan berbagai pohon dan tanaman untuk mempercantik. Tanaman terbaik untuk ditanam di hati shard kita adalah Sabar, Syukur, dan kasih sayang.

__

Terus apa dong kaitannya denga kisah suami istri tadi?

Kisah tadi mengisahkan bagaimana sang suami telah menghiasi hatinya dengan rasa syukur yang luar biasa, dan sang istri menghiasi hatinya dengan rasa sabar. Keduanya juga menanamkan rasa kasih sayang dalam membina keluarga.

Jadi, para cowok, ayo cari istri secantik mungkin.. biar kita bisa senantiasa bersyukur. hehehe.. Namun bagi para cewek, kalau dapat suami yang kurang cakep, ya.. kalian harus menghiasi hati kalian dengan rasa sabar. :D

Allah berfirman : Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. (QS. 39:10)

Lebih asik lagi kalau misalnya sama cakepnya. Kok bisa?? iya, karena kita akan selalu bersyukur dapat pasangan yang cakep/cantik, namun disaat bersamaan juga harus bersabar karena pasti banyak godaan baik datang ke diri sendiri maupun ke pasangannya.

 

Walahualam biswab.

Alhamdulillah ala ni’matil islam wal iman

Tetap Istiqomah dan saling mengingatkan…

?.Salam Santun Erat Silaturahmi Ukhuwah Fillah ALL ?

About these ads

Komentar ditutup.