Pernahkah merenungi hari penghisaban kelak? BY . Dewi Yana

Jalan Dakwah Bersama Dewi Yana

Sahabat2ku, pernahkah merenungi hari penghisaban kelak? Allah membagi manusia menjadi tiga golongan dihari penghisaban nanti (QS. Al Waqi’ah), ada golongan kiri, golongan kanan & golongan muqarrabin’ (yang dekat dengan Allah). Semua tergantung kita, bagaimana kita hidup didunia akan menentukan akhir kita kelak.

Allah SWT membagi manusia menjadi tiga golongan dihari penghisaban nanti, seperti tertulis di dalam Al-Qur’an, Surah Al-Waqi’ah, masing-masing golongan dijelaskan dengan sangat gamblang. Dan, adanya hari Kiamat seperti tertulis disurah Al-Waqi’ah itu, sebuah kepastian yang bakal terjadi, dan mengakhiri seluruh proses kehidupan alam semesta beserta seisinya, termasuk kehidupan manusia. Terjadinya Kiamat itu, diawali dengan kehancuran alam semesta, dan digambarkan, bagaimana bumi diguncangkan, gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya, dan semuanya itu bagaikan debu.

1. Golongan ‘kiri’ (ashabul syimal), dikatakan, alangkah sengsaranya golongan ’kiri’. Mereka dalam siksaan angin yang panas dan air yang mendidih, dan naungan asap hitam, tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Sesungguhnya, mereka sebelum itu (dahulu), ketika hidup di dunia, mereka bermewah-mewah, dan mereka terus menerus mengerjakan dosa yang besar. Itulah karakter golongan ‘kiri’, dan posisinya yang sangat sengsara diakhirat nanti. Dan, tidak akan diberi kesempatan mereka kembali ke dunia, bertobat. Maka, mereka berkata : “Apabila kami sudah mati, menjadi tulang belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?”. Sebuah pertanyaan yang penuh dengan penyesalan.

2. Sedangkan golongan ‘kanan’ (ashabul yamin), menurut Al-Qur’an, dikatakan alangkah mulianya golongan ini, dan mereka menerima catatan amalannya di dunia dengan tangan kanannya. Mereka berada diantara pohon-pohon yang tidak berduri, dan pohoh-pohon pisang yang bersusun-susun buahnya, dan naungan yang terbentang luas, dan air yang mengalir terus-menerus, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk, Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) itu secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan yang penuh cinta dan sebaya umurnya. Betapa indahnya dan nikmatinya yang Allah Ta’ala sediakan nanti di akhirat bagi golongan kanan itu.

3. Sementara itu, golongan ‘muqarrabin’ (dekat kepada Allah), dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang menurut Allah Azza Wa Jalla masuk surga. Mereka orang-orang dekat kepada Allah, dan hidupnya tak berjarak dengan Rabbnya. Selalu mengingat dan berzikir mengingat kebesaran-Nya. Meraka akan berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar orang-orang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang kemudian, yaitu umat Muhammad ShAllahu alaihi Wa Sallam. Mereka berada diatas dipan-dipan yang bertahtakan emas permata, mereka bersandar diatasnya berhadap-hadapan, mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda denga membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya, dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan apapun yang mereka pilih, dan daging burung apapun yang mereka inginkan, dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah, laksana mutiara yang tersimpan baik, sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.

Tahap penghisaban amal perbuatan manusia dipadang mahsyar merupakan bagian adzab dari Allah SWT terhadap siapa yang dihisap pada hari itu. Rasulullah saw besabda, “Barangsiapa yang dihisab pada hari kiamat bararti dia telah merasakan adzab.” Aisyah berkata: “Wahai Rasulullah Saw bukankah SWT telah berfirman (yang artinya): “(Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanan) maka dia akan dihisab (periksa) dengan hisab yang mudah.”(QS: Al Insyiqaq 7-8) Rasulullah Saw menjawab: “Sesungguhnya itu adalah sekedar memperlihatkan amalannya, tetapi barangsiapa yang diperiksa penghisabannya pada hari kiamat berarti dia telah merasakan adzab.” (HR. Muslim)

KITA HARUS INGAT, SEGALA AMAL KEBAIKAN KITA, AKAN BERSAKSI MEMBELA KITA DIHARI PENGHISABAN/PERHITUNGAN NANTI, SEDANGKAN SEGALA PERBUATAN JAHAT ATAU PERBUATAN BURUK KITA, AKAN MEMBERATKAN KITA DIHARI PENGHISABAN KELAK.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa dihisab dengan rinci, ia pasti disiksa.” ‘Aisyah berkata, “Bukankah Allah telah berfirman : “Dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah.” Beliau menjawab, “ITU BUKAN BERARTI DIHISAB, TETAPI HANYA DIPERLIHATKAN AMALNYA. Barangsiapa hisabnya dirinci pada hari kiamat, IA PASTI DISIKSA.” (HR Bukhari Muslim).

ADAPUN ORANG YANG DIBERIKAN KITABNYA DARI SEBELAH KANANNYA, MAKA DIA AKAN DIPERIKSA DENGAN PEMERIKSAAN YANG MUDAH” (QS. Al-Insyiqaq : 7-8). Imam Ibnu Katsir menjelaskan tentang ayat ini: “Maksudnya ia akan dihisab dengan lancar dan tanpa kesulitan. Seluruhnya amalnya tidak akan diperiksa secara teliti. Sebab orang yang dihisab secara teliti, pasti binasa. “
Allah swt berfirman, : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan HENDAKLAH SETIAP DIRI MEMPERHATIKAN APA YANG TELAH DIPERBUATNYA UNTUK HARI ESOK (AKHIRAT), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allh Maha Mengetahui apa yang kamun kerjakan. (QS. Al-Hasyr [59] : 18)

Doa yg diajarkan Rasulullah Saw: “Aku mendengar Rasulullah saw berdoa di dalam sebagian sholatnya: “Allahumma haasibnii hisaaban yasiiroo” (Ya Allah, hisablah aku dngan hisab yang mudah”). Setelah Nabi saw beranjak, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu hisab yang mudah?” Nabi Saw menjawab “Buku catatan amalnya dilihat lalu dilewati begitu saja. Barangsiapa yang dipertanyakan di dalam hisabnya pada hari itu, wahai Aisyah, maka ia binasa” (HR Ahmad).

Sahabat2ku, sekarang, mari kita renungkan kembali, sejauh mana kita sudah mempersiapkan bekal akhirat kita, bekal menghadapi hari penghisaban nanti? Bila kita sadari masih sedikitnya amal kita dan masih banyaknya dosa, mari kita segera bertaubat dan memperbaiki semua, selagi kita masih hidup didunia ini, masih ada kesempatan bagi kita untuk memperbaiki semua kesalahan, masih ada kesempatan bagi kita untuk bertobat dan mempersiapkan bekal akhirat kita, karena kita tidak pernah tahu kapan kematian akan mendatangi kita. Marilah kita perbanyak berbuat kebaikan, kita kirimkan terlebih dahulu sebanyak-banyaknya amal kebaikan kita ke liang kubur kita, sebelum kita mendatanginya nanti. Agar saat kita tiba disana, sudah banyak hal-hal menyenangkan yang akan menemani kita hingga sampai kita dibangkitkan nanti. Tulisan ini sebagai pengingat bagi diri saya sendiri dan semoga bermanfaat untuk sahabat2.
Dewi Yana

About these ads

Komentar ditutup.