Maksiat Menyebabkan Berbagai Bencana

[Maksiat Menyebabkan Berbagai Bencana]

“Tidaklah sekali-kali bangsa mengalami kehancuran, kalbu manusia menjadi Rusak, Rumah tangga berantakan; berbagai pendapat saling bersebeRangan; dan pemikiRan menjadi kacau balau, kecuali karena berbagai macam dosa dan kedurhakaan telah membudaya di kalangan umat manusia,” demikian antara lain tulis DR.’Aidh bin ‘Abdullah Al Qarni dalam buku ‘ Hidupkan Hatimu.’ Maksiat akan menghalangi seseorang mendapatkan kebahagiaan sejati.
Jangan pernah bangga berhasil mendustai orang lain. Bersedihlah karena sebelumnya, kita mendustai diri kita sendiri. Jangan pernah merasa selamat dari dosa yang kita sembunyikan selama ini karena semua akan tampak di hari ‘persaksian,‘ demikian antara lain kilah M.ARifin Ilham dalam artikelnya ‘Hati Nurani‘.
Dalam buku ‘Puasa Lahir Puasa Batin‘ Oleh Malaki Tabrizi antara lain disebutkan banyak yang hadis yang mengemukakan bahwa apabila sekelompok orang yang sedang duduk-duduk di suatu tempat, kemudian mereka beranjak menunaikan suatu perbuatan baik, maka setiap butir tanah yang dipijaknya akan berdoa dan meminta ampunan Allah SWT (beristighfar ) bagi mereka. Namun sebaliknya, apabila mereka terjerat kesibukan melakukan dosa, maka setiap keping tanah akan mengutuk mereka.

[Bencana: Azab atau Ujian?]

Cobaan dan ujian:

1. adalah sarana untuk mengungkap keimanan seseorang (Al-Ankabut: 1-3)

2.merupakan hakikat dari kehidupan manusia di dunia (Al-Mulk: 1-2)

3.alat introspeksi diri dan pelajaran agar manusia dapat lebih baik dalam beribadah kepada Allah swt (Al-Qashas: 40)

4.sebagai sarana peningkatan ketakwaan seseorang kepada Allah swt.

5.merupakan salah satu bentuk cinta Allah terhadap hamba-hamba-Nya.

Ketika Allah membinasakan suatu kaum, di satu sisi hal tersebut adalah azab yang Allah timpakan kepada mereka lantaran kekufuran mereka kepada Allah swt. Namun, di sisi lain itu merupakan ujian bagi kaum yang beriman; supaya meReka lebih dapat meningkatkan keimanannya kepada Allah swt.
Alquran juga mengabarkan bahwa bencana atau musibah yang tidak terkait dengan kaum tertentu, penyebabnya juga sama: karena kemaksiatan, kufur, ingkar, dan mendustakan ayat-ayat Allah. Penyebab yang paling ringan adalah karena perbuatan tangan manusia sendiri yang merusak alamnya (AR-Rum: 41-42).

[Faedah Bencana]

Faedah/hikmah Bencana:

1. sebagai ujian kesabaran orang-orang beriman.
2. Sebagai bukti akan lemahnya manusia dan perasaan membutuhkan kepada Tuhan-Nya. Dan tidak ada kemenangan kecuali dengan merasa membutuhkan diri kepada Tuhan-Nya.
3. sebagai penghapus dosa dan mengangkat derajat.
4. agar tidak terlalu condong terhadap dunia.
5. peringatan bagi yang lalai dalam beberapa urusan sehingga dia masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan.
6. supaya mereka(manusia) memohon (kepada Allah) dengan tunduk meRendahkan diri.
7. Beribadah ketika ditimpa musibah dan cobaan ada perasaan tersendiri dan pahala secara khusus.
8. Kenikmatan yang diperoleh setelah mendapatkan musibah terasa berbeda dan mempunyai nilai tinggi dihadapan manusia.
9. mengingatkan manusia dari kelalaian, sehingga seorang hamba bisa teringat akan kekurangan yang selama ini dia lakukan kepada hak Allah, sehingga tidak merasa dirinya sempurna yang menyebabkan kerasnya hati dan lupa diri.
10. Dengan adanya musibah dan bencana agar mengetahui hakekat manusia. Membedakan antara yang baik dengan yang jelek, orang jujur dengan pendusta, orang mukmin dengan orang munafik.
11. Agar umat Islam bisa memberikan bantuan kepada saudaranya yang ditimpa musibah dan bencana sehingga mereka mendapatkan pahala.
12. saling tolong menolong dalam dakwah dan agama adalah Jihad di jalan Allah.

[Beberapa Penyebab Bencana Di muka Bumi]

“Dari Buraidah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tiadalah suatu kaum yang menahan zakat hartanya, kecuali Allah akan mendatangkan bencana kelaparan kepada mereka.” (HR. Thabrani; at Targhib, Kanzul ‘Ummal)
Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa suatu ketika Rasulullah saw. bersabda, ”Wahai orang-orang Muhajirin, ada lima perkara yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan menghadapi musibah yang besar. Saya meminta perlindungan kepada Allah dari keadaan kalian yang demikian.

1. apabila fahsya dan zina dilakukan oleh suatu kaum secara terang-terangan, maka akan muncul di kalangan mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah didengar sebelumnya.”
2. apabila manusia berbuat curang dalam timbangan, maka kemiskinan, kesusahan dan kezhaliman dari Raja (atau pemeRrntah) akan menimpa mereka.”
3. apabila suatu kaum berhenti dari membayar zakat, maka hujan tidak akan diturunkan kepada meReka. Jika tidak ada binatang-binatang, maka tidak akan diturunkan hujan walaupun setetes. Karena binatang-binatang itu makhluk Allah yang tidak berdosa, maka sedikit hujan akan diturunkan kepada mereka.”
4. apabila manusia telah berkhianat atas janji-janji mereka, maka mereka akan dikuasai oleh kaum lain, dan harta mereka akan dirampoknya.”
5. apabila pemerintah-pemerintah di antara mereka membuat peraturan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah, maka akan terjadi perang saudara di antara mereka.”

Kenapa Bencana Melanda Negara Mayoritas Islam?

Jawaban dan solusi dunia Sufi dalam menyikapi dan menghadapi cobaan dan bencana:

1. Allah menguji manusia dengan hal-hal yang buruk dan hal-hal yang baik. Untuk mengukur sejauhmana kesalehan tindakannya di dunia sebagai hamba, dan sekaligus apakah seorang hamba lulus menghadapi ujian-ujian itu.
2. Allah menyeleksi para hambaNya dari semua level dan kalangan.
3. Allah ingin mempercantik alam ini, dan tentu saja memasukkannya dalam salon Ruhaniyah melalui bencana itu, agar semesta kelak lebih indah dan menyejukkan iman kita.
4. Agar kita semua bosan dan jenuh dengan kepalsuan dunia, dan lebih memilih Allah dan RasulNya. Karena Kecemburuan Allah pada kita, atas Cinta dan KasihNya yang Agung kita abaikan, dengan perselingkuhan kita pada makhluk, akhirnya Allah membentak kita dengan sesuatu yang keras, agar kita kembali ke pelukan RahmatNya.
5. Banyaknya gelombang yang melebihi dahsyatnya Tsunami. Suatu badai kekeringan dan kegersangan spiritual, yang menumbuhkan kehausan dan kegersangan jiwa dari ummat Islam itu sendiri.
6. Jika banyak orang miskin yang tak berdosa terkena bencana, sementara koruptor semakin berjaya, ketidakadilan semakin merajalela, dan premanisme semakin bergaya, semata karena Allah menyayangi hamba-hambaNya yang miskin, agar tidak terkutuk bersama-sama para penjahat itu.
7. Derajat ummat ditentukan sejauhmana keikhlasannya dalam beribadah, kesabarannya dalam menghadapi cobaan, keridoannya dalam merespon ketentuan dari Allah Ta’ala.
8. Para hamba Allah di muka bumi telah banyak kehilangan Rasa kehambaannya.
9. Dalam dunia Sufi, menghadapi cobaan dengan kesabaran, diperuntukkan kalangan awam. Tetapi bersyukur atas bencana dan cobaan, adalah sikap bagi kalangan khusus. Bersyukur terhadap nikmat adalah sikap kaum awam, bersabar menghadapi nikmat adalah sikap kalangan khusus.
10. MaRi kita belajar pada tragedi Nuh as, ketika putranya Kan’an mengandalkan ilmu pengetahuan dan RasiOnya, sampai ia tenggelam dalam kekufuRannya.
11. Bila Cahaya menerangi seluruh dunia dan seluruh ummat manusia mengalami pencerahan semua tanpa sisa, dunia pun akan kiamat. Begitu juga sebaliknya, jika kegelapan memenuhi jiwa manusia seluruhnya secara total, dunia juga kiamat.
12. Ibadah, kepatuhan, ketaqwaan, kesalehan, dan kemuhsinan ummat Islam, sangat mempengaruhi perjalanan kosmik semesta, karena manusia adalah sentral dari makhluk Allah, dan sentral manusia adalah qalbunya.
13. Perhitungan matematika, logika dan fisika, hanyalah perhitungan gejala dan tanda. Ada yang lebih neukleus (inti) bahwa perhitungan Ruhani menempati posisi sentral dalam gerak gerik semesta ini.
14. Jika anda sedang dalam gairah mencintai Allah dan RasulNya, matahati akan memandang betapa agungnya Asma dan SifatNya. Jika anda sedang alpa dan lalai, menuruti kepentingan nafsu diri, itulah bentakan-bentakan Ilahi kepada anda. Jika Anda dalam kondisi sangat miskin secara duniawi, padahal anda dekat denganNya, itulah cara Allah menyelamatkan diri anda. Jika anda sedang berkecukupan, tetapi harta anda menumpuk bagai sampah di peti kekayaan anda, itulah cara Allah mengingatkan agar anda mengeluarkan kotoran-kotoran harta anda. Jika anda sedang bercahaya bersamaNya; itulah cara Allah menampakkan KemahasucianNya, dan caraNya memperdengarkan tasbihnya alam kepada anda.
15. Lihatlah dengan matahati pula, dibalik yang tampak di semesta kehidupan ini, maka disanalah matahati menyaksikan Allah, dibalik, dibawah, di atas, sebelum, sesudah alam semesta ini.

About these ads

Komentar ditutup.