Memudahkan dan menyederhanakan segala urusan, adalah sikap mulia. BY . DEWI YANA .

Jalan Dakwah Bersama Dewi Yana

Dalam segala urusan dan permasalahan hidup, kita sebaiknya tidak mempersulitnya. Islam sangat menganjurkan kita agar memudahkan semua urusan dan bukan mempersulitnya Islam sangat menganjurkan kita agar memudahkan semua urusan dan bukan mempersulitnya. Rasulullah saw bersabda, “yassiru wala tu’assiru wabasysyiru wala tunafiru”, mudahkanlah dan janganlah engkau persulit orang lain dan berilah kabar gembira pada mereka, jangan membuat mereka menjadi lari (HR. Bukhari).

Memudahkan dan menyederhanakan segala urusan, adalah sikap mulia. Sedangkan sikap suka mempersulit merupakan perilaku tercela yang akibatnya sungguh bisa sangat tidak terduga, karena apabila kita terus menerus mempersulit seseorang, maka hal tsb bisa mengikis kesabarannya. Mempersulit urusan sangat dikecam dalam ajaran Islam, termasuk untuk hal yang bernilai ibadah atau kebaikan. Rasulullah saw bahkan menegur Mu’adz karena membaca surat al-Quran terlalu panjang ketika menjadi imam sehingga memberatkan makmumnya (HR. Bukhari-Muslim). Beliau juga tidak mau mewajibkan bersiwak (menggosok gigi) sebelum shalat karena khawatir hal tersebut kelak akan menyulitkan umatnya (HR. Muttafaq Alaih).

Sikap memudahkan urusan akan melahirkan keberkahan dan jaminan pertolongan karena Allah selalu menolong hamba-Nya selama si hamba tersebut menolong saudaranya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan meringankan penderitaan (kesulitan)nya kelak di hari Kiamat dan BARANGSIAPA YANG MEMUDAHKAN URUSAN ORANG YANG MENGALAMI KESULITAN, NISCAYA ALLAH AKAN MEMUDAHKAN URUSANNYA DI DUNIA DAN AKHIRAT (HR. Muslim)”.

BERIKUT BEBERAPA HADITS TENTANG MEMUDAHKAN URUSAN :

1. Rasulullah saw memerintahkan untuk bersikap lemah lembut. Beliau saw bersabda: “Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.” (HR. Bukhari & Muslim)

2. Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Shahih-nya dari sahabat Abu Musa radengan lafadz “Sampaikanlah kabar gembira, jangan menakut-nakuti. Dan permudahlah jangan mempersulit.” (HR. Muslim)

3. Al Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah saw2 bersabda,“Wahai Aisyah sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan.” Sedang Imam Muslim meriwayatkan dengan lafadz “Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan. Dan Dia memberi pada kelembutan itu sesuatu yang tidak diberikan Nya pada sikap kasar, dan apa yang tidak diberikan Nya pada yang lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

4. Imam Muslim juga meriwayatkan dalam Shahihnya dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.” (HR. Muslim)

5. Imam Muslim juga meriwayatkan, dari Jarir bin Adillah bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia telah terhalang dari seluruh bentuk kebaikan.” (HR. Muslim)
Semoga Allah Yang Maha Luas memberikan hidayah kepada kita untuk faham akan kelapangan sehingga menjadi lebih faham akan hidup ini, pikiran yang sempit akan mempersulit diri sendiri dan mengakibatkan seseorang mudah putus asa. Tidak ada yang salahnya untuk tidak mempersulit diri sendiri ataupun orang lain, justru hal tsb akan melapangkan hati kita.

Sahabat2ku, salah satu asma Allah, Al Wasyi’ artinya dalam bahasa yang sederhana adalah Allah Yang Maha Luas, Maha lapang, Maha Mampu. Allah lebih luas dari segala sesuatu, dari segala yang diciptakanNya. Karena Maha Luas, jadi Ilmu Allah menyelimuti segala sesuatu, meliputi apa saja. Pengetahuan Allah Maha Luas, Allah mengetahui apa saja, semua ada dalam genggaman Allah.

Orang-orang yang yakin kepada Maha Luasnya Kekuasaan Allah maka ia akan yakin sepenuh hati bahwa tidak ada satupun di alam semesta ini yang luput dari genggaman Allah, yakin semua ada dalam pantauan dan pengaturan Allah, yakin bahwa semua yang terjadi adalah ketantuan takdir Allah dan yakin bahwa semua adalah skenario Allah, maka ia akan mudah melapangkan segala urusan, mudah menerima kenyataan sepahit apapun dan tidak akan mempersulit segala sesuatu (walaupun hal tsb menyakitkan utknya), karena ia menyadari bahwa jika ia mempersulitnya, maka itu sama saja dengan ia menolak ketatapan Allah atas permasalahan yang dialaminya (krn semua yg terjadi dlm hidup adalah bagian dari takdir Allah)

Yassiru wala tu’asyiru, mudahkan jangan dipersulit. Jangan mempersulit hidup, maka InsyaAllah kita akan bahagia. Setiap urusan yang kita kembalikan kepada Allah, maka urusannya akan menjadi ringan. Marilah kita lapangkan pikiran, jangan dipersulit, kita lapangkan wawasan kita, kita lapangkan hati kita dengan tidak mempersulit diri dan menjadi pemaaf dengan memperbanyak zikir.

Bagaimana kita selama ini, sudahkah kita memudahkan semua urusan kita dan urusan orang lain? Ataukah kita termasuk orang yang mempersulit segala sesuatu? Sahabat2ku, mudahkanlah dan sederhanakanlah segala urusan, karena memudahkan dan menyederhanakan masalah adalah kunci keluar dari setiap masalah dan dengan memudahkan serta menyederhanakan masalah, maka insyaAllah kita akan lebih plong, lebih bahagia

Dewi Yana

About these ads

Komentar ditutup.