CINTA OH C I N T A

Pearl Muslimah

CINTA OH C I N T A

RasuluLLah shallaLLahu alaihi wasallam bersabda:
“Kamu tidak akan beriman sehingga kamu berkasih sayang. Sahabat berkata; ‘Kami semua saling mengasihi’. RasuluLLah bersabda ; ‘Sesungguhnya bukanlah mengasihi seorang sahabatnya saja, akan tetapi membawa rahmat kepada manusia, mengasihi semua manusia.”
(Riwayat Thabrani)

Kata pujangga:
“Cinta letaknya di hati.
Meskipun tersembunyi, namun getarannya nampak sekali.
Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus memberi kesan kepada tindakan.
Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis,
debu beralih emas,
keruh menjadi bening,
sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga,
derita menjadi nikmat,
dan kemarahan menjadi rahmat.
Cinta mampu melembutkan besi,
menghancurkan batu karang,
membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya,
serta membuat hamba menjadi pemimpin.
Inilah dahsyatnya cinta.!”
(Jalaluddin Rumi)

*Cinta Yang Paling Utama

Alangkah indahnya Islam!
Di dalamnya ada syariat yang mengatur bagaimana seharusnya manusia mengelola perasaan cintanya,
sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam,
lebih murni, dan lebih abadi.

Islam mengajarkan bahawa seluruh kuasa cinta manusia harus dipupuk menuju pada ALLAH Yang Maha Pencipta,
sehingga cinta kepada-Nya jauh melebihi cinta pada sesama makhluk.
Justru, cinta pada sesama makhluk dicurahkan semata-mata karena mencintai-Nya.
Asasnya adalah firman ALLAH SWT dalam surah al-Baqarah ayat 165,yang artinya:
‘Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil selain ALLAH untuk dicintainya; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai ALLAH. Sedangkan orang-orang yang beriman amat dalam <taat> cintanya kepada ALLAH.’

Islam mengajar manusia tentang urusan cinta,
yaitu bagaimana manusia seharusnya menyusun skala prioritas cintanya.
Urutan tertinggi perasaan cinta adalah kepada ALLAH SWT,
kemudian kepada Rasul-Nya .
Cinta pada sesama makhluk diuruskan sesuai dengan firman-Nya yaitu kedua orang ibu-bapa, kaum kerabat , anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, rekan sekerja, sahabat dan hamba sahaya.
Sedangkan harta, tempat tinggal, dan kekuasaan juga mendapat posisi untuk dicintai pada tempat yang lebih rendah.
SUBHANALLAH.

Di antara tanda-tanda cinta seseorang kepada ALLAH SWT adalah memperbanyakkan bermunajat,
mendirikan solat sunnah,membaca al-Quran dan berzikir karena dia ingin selalu bersama dan mencurahkan semua perasaan hanya kepada-Nya.
Apabila Sang Khaliq memanggilnya melalui suara azan maka dia bersegera menuju ke tempat solat untuk berjumpa dengan-Nya.
Bahkan bila malam tiba, dia ikhlas bangun tidur untuk berduaan (berkhalwat) dengan Rabb kekasihnya melalui solat tahajjud.
Betapa indahnya jalinan cinta itu!

Ini dapat dilihat daripada kata-kata di bawah:
“Seseorang tidak akan memiliki kebaikan, meraih kemenangan, merasakan kenikmatan dan kesenangan hakiki kecuali mengesakan cintanya kepada Allah SWT semata, dan ALLAH lebih dicintainya daripada yang lainnya”
(Ibnu Qayyim al-Jauziah rah.a)

*Cinta Terindah

Sungguh merugi apabila manusia hanya diletihkan oleh cinta dunia,
mengejar cinta makhluk,
memburu harta dengan segala cara,
dan tidak mau membantu orang yang memerlukan pertolongan. Sedangkan nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh amalannya ketika hidup di dunia,
‘Bersungguh-sungguh mencintai ALLAH, atau terlena oleh dunia yang fana ini.’
Hanya orang yang bertakwa saja yang mampu membuktikan cintanya yang sejati kepada ALLAH SWT.

Maka pada saat kita menentukan kriteria cinta pada manusia ada ungkapan:
‘Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu.’
{Imam Nawawi rah.a}

WaLLahu’alam.

SubhanaLLahi wabihamdihi.

^pearL Muslimah^ with luv ?

About these ads

Komentar ditutup.