IBU KARTINI ……… BY .Ustadz Felix Siauw

Felix Siauw-Penuh

1. ada yg berkata yg diperjuangkan ibu Kartini adalah kesetaraan gender | ini pendapat yang sangat bertentangan dengan fakta yg ada

2. awalnya memang ibu #Kartini berteman dan terpengaruh temannya yg yahudi dan nasrani | namun Allah membukakan pintu perbaikan baginya

3. jadilah ibu #Kartini mempelajari Islam, judul karnyanya “Habis Gelap Terbitlah Terang” diambil dari ayat Al-Qur’an QS 2:257

4. sebagai wanita pembaharu, awalnya ibu #Kartini dipengaruhi Mr.J.H. Abendanon (liberalis) dan isrinya Dr. Adriani yg misionaris

5. Mr.J.H. Abendanon sediri adl teman akran Snouck Hurgronje (liberalis dan orientalis), yg berusaha membaratkan wanita Indonesia

6. Anni Glasser jg ditugaskan Mr. Abendanon memata-matai ibu #Kartini, dan Ir. H. Van Kol yg berusaha mengkristenkan ibu #Kartini

7. ibu #Kartini yg sejak awal tak menyukai feodalisme, sistem keningratan Jawa, awalnya merasa cocok dengan mereka, namun Allah buka hatinya

8. perubahan ibu #Kartini cenderung ke Islam dibukakan Allah melalui K.H. Muhammad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang

9. K.H. Muhammad Sholeh bin Umar juga hadiahkan ibu #Kartini Tafsir Qur’an jilid I, dari surah Al-Fatihah hingga Ibrahim

10. sejak itulah ibu #Kartini mulai serius mengkaji Islam, sayang K.H. Muhammad Sholeh bin Umar meninggal beberapa waktu setelahnya

11. namun, Islam terlanjur berakar di hati ibu #Kartini, mengusir paham barat yg mengusung feminisme dan genderisme, ia pun jijik dengannya

12.“Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang” (Ditujukan kepada Nyonya Abendanon, 5 maret 1902).

13. “Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa atau orang-orang Jawa yang kebarat-baratan” (Ditujukan kepada Ny Abendanon, 10 Juni 1902).

14.“Moga-moga Kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut di sukai” (ditujukan kepada Ny Van Kol, tgl 21 juli 1902).

15. “Dan saya menjawab, Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada Allah dan kami tetap beriman kepada-Nya. Kami ingin mengabdi kepada Allah dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya tentulah kami sudah memuja orang dan bukan Allah” (ditujukan kepada Nyonya Abendanon, 12 Oktober 1902).

16. “Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” (ditujukan kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902).

17. begitulah ibu #Kartini konsisten mengkritik genderisme dan feminisme, yg barat katakan sebagai solusi bagi wanita, padahal racun pikiran

18. “Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi?!. Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya“ (ditujukan kepada Abendanon, 31 Januari 1903).

19.“Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada Allah, tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dialah yang dapat menyembuhkannya” (Ditujukan kepada Abendanon, 1 Agustus 1903).

20. “Ingin benar, saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: hamba Allah (Abdullah)” (ditujukan kepada Nyonya Abendanon, 1 Agustus 1903).

21. begitulah, banyak salah kaprah bahwa perjuangan ibu #Kartini adl mengusung genderisme kebablasan yg justru beliau tolak

22. yg ibu #Kartini perjuangkan sesungguhnya adl bagaimana Islam memandang tentang wanita, memuliakan wanita dengan syariatnya

23. bukan melanggar kodrat wanita lalu kemudian mengambil peradaban barat yg rendah, menganggap wanita hanya sebagai objek seksual

24. sayangnya, ibu #Kartini meninggal sangat muda, 25 tahun pd 1904, mungkin bila beliau diberi umur, beliau akan berkerudung

25. dan mungkin perjuangan ibu #Kartini tak hanya diartikan sebagai kebaya dan sanggul, namun harusnya diartikan perjuangan Al-Qur’an

26. semoga ibu #Kartini diterima kebaikannya, dan kita dapaty mencontoh keberanian beliau melepas ajaran barat dan mengambil Islam

27. dan ambil semangat ibu #Kartini, yaitu menjadikan wanita maju, tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai ummu wa rabbatul bait :)

About these ads

Komentar ditutup.