Pandangan Islam Tentang Cinta

Pandangan Islam Tentang Cinta

Islam memandang cinta sebagai sesuatu yang biasa dan sederhana. Islam adalah fitrah, sedang itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh dihati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullah menganjurkan agar cinta itu diutarakan. Hanya saja, islam menyediakan penyaluran untuk itu melalui lembaga pernikahan. Dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta. Hal ini menjadi suatu tuntunan dalam menjalankan agama, bahkan ketika hamba Allah jatuh cinta pernikahan adalah solusinya. Karena tidak ada yang mententramkan hati bagi seorang kekasih yang merindukan kekasihnya, kecuali bisa bersamanya setiap saat. Kebersamaan itu bisa terwujud oleh tali pernikahan. Sehingga tentramlah hati.

Jadi, kelihatannya kita tidaklah perlu menguji kedalaman cinta dengan berpacaran bertahun-tahun atau bahkan berbulan-bulan. Karena mengenal seseorang bisa dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat itu. Dalam islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan, siapa pula yang harus diutamakan, dan siapa atau apa yang ahrus diakhirkan. Tingkatan ini seharusnya dipahami oleh seorang remaja. Yang merasa masih remaja siapa hayoo….???. karena jika kita sebagai remaja dalam menempatkan peringkat itu salah, maka akan terjadi kesalahan yang luar biasa. Salah-salah kita akan menjadi seseorang yang musyrik. Naudzubillahi mindzalik.

Adapun peringkat itu diantaranya adalah yang pertama
ini adalah hak yang sepenuhnya harus diberikan kepada Allah. Allah yang haru diutamakan tidak boleh ada yang lain. Karena dialah yang memberikan kepada kita segala kenikmatan dan kebaikan sejak kita dilahirkan. Tetapi sayang seribu sayang banyak kita kalangan orang iman mendahulukan cintanya kepada sesama daripada cinta terhadap Allah.

Cinta kepada Rasulullah. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya. Kita seharusnya rindu ingin bertemu beliau. Namun, kecintaan ini janganlah dijadikan sebagai penghambaan. Dengan kita cinta terhadap Rasulullah maka kita akan mampu menetapi agama inii dengan kekuatan dan kemampuan kita manakala agama ini diinjak-injak oleh orang lain.

Cinta terhadap sesama orang iman.

Simpati terhadap sesama manusia. Sering kali, rasa ini muncul bila sisi kemanusiaan kita tesentuh. Tentu saja ini dapat mengetuk kepedulian kepada sesama.

Keinginan atau cinta terhadap selain manusia atau dapat dikatakan cinta yang paling rendah yaitu cinta terhadap harta benda. Cinta jenis ini pula yang seringkali menggelincirkan manusia. Karena sifat harta yang sangat melenakan. Tetapi, jika kita mampu untuk mengolah harta itu maka sudah barang tentu kita hanya akan menggunakan harta itu hanya didalam fisabilillah.

About these ads

Komentar ditutup.