KEHIDUPAN RASULULLAH DAN PARA SAHABAT’NYA YANG ZUHUD DAN SEDERHANA

Ahmad Billal

KEHIDUPAN RASULULLAH DAN PARA SAHABAT’NYA YANG ZUHUD
DAN SEDERHANA

__________~***~__________

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Bismillaahir Rahmaaniir Rahiim

PENOLAKAN RASULULLAH TERHADAP TAWARAN GUNUNG EMAS

“Rasulullah bersabda, “Rabbku telah menawarkan kepadaku untuk mengubah bukit-bukit di Makkah menjadi emas. Tetapi aku menadahkn tangan kepada-Nya, sambil berkata, “Ya Allah, aku lebih suka sehari kenyang dan lapar pada hari berikutnya agar aku dapat mengingat-Mu apabila sedang lapar, dan memuji-Mu serta mensyukuri nikmat-Mu apabila kenyang.” (Hr. Tirmidzi)

HIKMAH: “Inilah kehidupan jiwa yang suci, yang namanya sering kita sebut, dan kita juga bangga menjadi umatnya. Oleh karema itu, kita harus menjadikan kehidupan beliau sebagai ittiba’ bagi kehidupan kita.

RASULULLAH MEMPERINGATKAN UMAR R.A. DENGAN KEHIDUPAN BELIAU YANG ZUHUD

“Suatu ketika Nabi telah bersumpah akan berpisah dengan istri-istrinya selama satu bulan sebagai peringatan bagi mereka. “Selama sebulan beliau tinggal seorang diri dalam sebuah kamar yang sederhana yang letaknya agak tinggi. Terdengar, kabar dikalangan para sahabat bahwa Nabi telah menceraikan semua istrinya. Ketika Umar bin Khaththab r.a. mendengar kabar ini, dia segera berlari kemesjid. Setibanya di sana, ia melihat para sahabat sedang duduk termenung, mereka bersedih dan menangis. Juga kaum wanitanya menangis di rumah-rumah mereka. Kemudian Umar r.a. pergi menemui putrinya, Hafshah r.ha. yang telah dinikahi oleh Nabi

“Umar r.a. mendapati Hafshah r.ha. sedang menangis di dalam kamarnya. Umar r.a. bertanya, “Mengapa engkau menangis? Bukankah selama ini aku telah melarangmu agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Nabi?”

“Kemudian ia kembali ke mesjid, terlihat olehnya beberapa orang sahabat sedang menanggis di dekat mimbar. Kemudian ia duduk bersama para sahabat beberapa sa’at, lalu berjalan ke arah kamar Nabi yang terletak di tingkat atas mesjid. Dia mendapatkan Rabah r.a seorang hamba sahaya sedang duduk di tangga kamar itu. Melalui Rabah r.a. ia minta izin untuk menemui Nabi, Rabah r.a. pergi menjumpai Nabi, kemudian kembali dan memberitahukan bahwa ia telah menyampaikan keinginannya, namun Rasulullah hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya. Permintaannya untuk menjumpai Nabi di ulang beberapa kali, hingga yang ketiga kalinya barulah Nabi mengizinkan naik. Ketika Umar r.a. masuk, ia menjumpai Nabi sedang berbaring di atas sehelai tikar yang terbuat dari pelepah daun kurma, sehingga di badan Nabi yang putih bersih dan indah itu terlihat jelas bekas-bekas daun kurma. Di tempat kepala beliau ada sebuah bantal yang terbuat dari kulit binatang yang dipenuhi oleh daun dan kulit pohon kurma.

“Umar r.a. becerita,”Aku mengucapkan salam kepada beliau kemudian bertanya, “Apakah engkau telah menceraikan istri-istri engkau?” Nabi menjawab, “Tidak.
Aku merasa sedikit lega. Sambil bercanda aku mengatakan, “Ya Rasulullah, kita adalah kaum Quraisy yang selamanya telah menguasai wanita-wanita kita. Tetapi setelah kita hijrah ke Madinah, keadaannya sungguh berbeda dengan orang-orang Anshar, mereka dikuasai oleh wanita-wanita mereka sehingga wanita-wanita kita terpengaruh dengan kebiasaan mereka.”

“Nabi tersenyum mendengar perkataan aku. Aku memperhatikan keadaan kamar Nabi, terlihat tiga lembar kulit binatang yang telah disamak dan sedikit gandum di sudut kamar itu, selain itu tidak terdapat apa pun, aku menangis melihat keadaan itu.

“Rasulullah bertanya, “Mengapa engkau menangis? “Aku menjawab, “Bagaimana aku tidak menangis, ya Rasulullah; Aku sedih melihat bekas tanda tikar yang engkau tiduri di badan engkau yang mulia dan aku prihatin melihat keadaan kamar ini. Ya Rasulullah, berdo’alah semoga Allah mengaruniakan kepada tuan bekal yang lebih banyak. Orang-orang Persia dan Romawi yang tidak beragama dan tidak menyembah Allah, tetapi raja mereka hidup mewah. Mereka hidup di kelilingi taman yang di tengahnya mengalir sungai, sedangkan engkau adalah pesuruh Allah, tetapi engkau hidup dalam keadaan miskin.”

“Ketika aku berkata demikian, Rasulullah sedang bersandar di bantalnya, beliau bangun lalu berkata, “Wahai umar, sepertinya engkau masih ragu mengenai hal ini. Dengarlah, kenikmatan di alam akhirat nanti jauh lebih baik daripada kesenangan hidup dan kemewahan di dunia. Jika orang-orang kafir itu dapat hidup mewah di dunia ini, kita pun akan memperoleh segala kenikmatan itu di akhirat nanti. Disana kita akan mendapatkan segala-galanya.”

“Mendengar sabda Nabi itu aku merasa menyesal, lalu berkata, “Ya Rasulullah, memohon ampunlah kepada Allah untuk aku. Aku telah bersalah dalam hal ini.” (al Fath)

HIKMAH: “Rasulullah adalah pemimpin agama dan dunia, sekaligus kekasih Allah, namun beliau tidur di atas sehelai tikar yang tidak dilapisi apa pun, sehingga menimbulkan goresan bekas tikar itu di badan beliau yang putih. Kita dapat mengetahui bagaimana keadaan ekonomi Rasulullah. Ketika Umar r.a. menganjurkan beliau agar berdoa kepada Allah supaya diberi harta, beliau malah memperingatkannya. Seseorang bertanya kepada siti Aisyah r.ha. mengenai tempat tidur Rasulullulah, Aisyah r.ha. menjawab, “Bantalnya terbuat dari kulit binatang yang diisi dengan kulit pohon kurma.”

“Saudarah/i sahabat juga adik-adiku, semoga kita semua bisa mengambil dari kisah di atas, “Aamiin “Silahkan ditandai/tag/share sahabat2 nya, jika yg di tandai termotivasi, maka akan bernilai ibadah

SALAM SANTUN UKHUWAH, FILLAH,,,,:-)

About these ads

Komentar ditutup.