Jangan Takut Akan Ujian, tapi Bersyukurlah by :Forgiveness Allah

 

Forgiveness Allah


~ Bismillahir Rahmaanir Rahiim ~

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Jangan Takut Akan Ujian, tapi Bersyukurlah

Sahabatku Fillah…
Ketika kita sadar bahwa setiap orang akan mendapatkan ujian sesuai dg kemampuannya. Kadang rasa yg hadir adalah ketakutan utk berprestasi dan memiliki kemampuan yg lebih. Karena stereotype dalam dirinya menyadari bahwa dg menjadi semakin hebat maka akan semakin tinggi ujian yg harus dihadapi, semakin besar pula tantangan yg menerpa. Dampaknya berbagai harapan pupus seiring dg ketakutan menghadapi ujian.

Sungguh demi jiwa2 yg tak pernah lelah menggapai sesuatu. Persepsi di atas adalah suatu kewajaran. Mengingat kita dibekali dua unsur fitrah yaitu adanya pengharapan dan adanya rasa takut atas sesuatu. Sesungguhnya yg menjadi persoalan adalah ketika kita salah dalam menyikapi potensi tersebut.

Rasa takut yg berlebihan bisa menjadi jebakan syaitan yg sangat nyata. Halus seolah mulus, terbesit dalam kesempatan jiwa haus akan cahaya. Dahaganya seolah terobati dg kepasrahan berada di zona nyaman. Padahal itu semu dan memabukkan, karena dg tegas sang Kekasih menyampaikan bahwa:

“Barangsiapa yg hari ini lebih baik dari hari kemarin sesungguhnya dia telah beruntung, barangsiapa yg hari ini sama dg hari kemarin, maka sesungguhnya ia telah merugi. Dan barangsiapa yg hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka sesungguhnya ia terlaknat.”
(HR. Dailami).

Artinya, setiap pribadi di antara kita harus menjadi orang yg baru secara positif setiap hari. Semangat baru, terobosan baru, dan maha karya baru.

Wahai para penggerak roda peradaban, menyikapi ujian dan tantangan yg muncul seharusnya kita pandang sebagai kesempatan utk meningkatkan kualitas personal dan masyarakat. Menjadi suatu peluang besar utk akselerasi potensi, skill, dan kemampuan. Pengobat jiwa yg sakit dan pengasah rohani yg mulai berkarat oleh virus-virus duniawi.

Betul memang harus disadari, akan ada dua akibat yg pasti hadir setelah menempuh ujian. Pertama adalah keberhasilan dalam melalui ujian dan kedua adalah kegagalan melalui ujian. Jika kita berhasil maka melahirkan kepuasan tersendiri yg merangsang kita utk terus dan terus bersemangat meraih keberhasilan yg lain. Motivasi berprestasi dan jiwa optimis akan tertancap erat dalam diri kita dg sendirinya.

Bilamana gagal, kita mungkin akan jatuh sesaat, tapi bukan utk mengeluh, pilu, putus asa dan merana. Kegagalan hanyalah salah satu obat agar kita bertaransformasi menjadi pribadi unggul dan tangguh. Sadari dan yakini bahwa dg kegagalan justru wujud kasih sayang Sang Penguji begitu nyata. Begitu cintanya DIA pada kita sehingga tak rela ketika kita terpuruk, hanya menjadi orang biasa2, tanpa peningkatan kualitas yg berarti.

Tanamkan dalam raga, benak, dan hati kita bahwa ujian hanya datang pada mereka yg memiliki kualitas luar biasa utk menyelesaikan ujian dg sukses. Setiap kegagalan adalah pintu awal kesuksesan. Mereka yg pernah gagal akan jauh menikmati kesuksesan dibandingkan mereka yg belum pernah gagal. Kegagalan akan tetap menjadi kegagalan ketika kita salah bersikap.

Mari buka benak dan hati kita, luruskan niat ikhlas hanya padaNya. Ketika hidup hanya sav kali namun menyimpan berjuta rangkaian ujian dan pilihan.

Sadari bahwa semua pilihan sikap pasti ada resiko, semua ujian pasti ada kesempatan berprestasi. Maka berpikirlah dg jernih dan ikhlas sebelum memilih agar mampu memperoleh pilihan yg terbaik seìngga dimudahkan dlm menempuh ujian.

Pilihan yg paling menguntungkan dan manfaat di dunia dan akhirat. Pilìan yg kelak menyelamatkan dan memperingan pertanggungjawaban. Jadikan do’a dan ibadah sebagai landasan dlm memilih. Ikhtiar dan tawakal sebagai pelumas menghadapi ujian.

Syahadah sebagai komitmen dan processaor dalam mengarungi kehidupan. Ingat jangan takut menghadapi ujian, karena ujian itu INDAH dan bersyukurlah atas ujian yg hadir.

Wallahu’alam.

About these ads

Komentar ditutup.