Ada Apa dengan Wanita Kini..?

Ada Apa dengan Wanita Kini..?

Ku awali sebuah pertanyaan, realitas yang ada di hiruk pikuk kehidupan serta aktifitas para wanita masa kini dari guru, dokter, ustadzah, mahasiswi..atau mungkin afwan psk (wanita tuna susila) naudzubillah. Mau tidak mau itulah adanya, kenapa mesti mengingkari?, yang harus kita lakukan adalah melakukan perbaikan dari diri kita sendiri (ibda’ binafsik). Wanita dan keindahan adalah merupakan dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan begitu dekat, jangan jauh-jauh kita ambil contoh bersama disetiap iklan yang dimuat di layar-layar televisi pastilah tidak luput dari wanita, dari iklan shampoo, kopi, minuman, sampai-sampai iklan oli mobil yang jelas-jelas jauh kaitannya dengan wanita tidak terlepaskan dari sosok wanita ‘cantik’.

Ya begitulah wanita tak ubahnya lautan yang tak habisnya di eksploitasi keindahannya oleh para kaum kapitalis atau kaum matrealistik, tapi sayangnya para wanita kita sedikit yang menyadari akan bencana yang sedang menimpanya tersebut. Dari mengumbar auratnya atau menggadai harga dirinya. Memang begitulah wanita penuh dengan daya tarik dari setiap aspek kehidupan jika wanita menanggalkan penutup auratnya, maka keindahan pun masih nampak tapi maaf jika laki-laki huh cape deh..Nah itulah wanita, maka sejenak kita renungi bersama, sabda manusia mulia Rasulullah Saw:

“diriwayatkan dari Usamah bin Zaid r.a. ia berkata: bahwasanya Rasulullah Saw, bersabda:tidak ada fitnah yang paling membahayakan kaum lelaki setelah zamanku kecuali fitnah dari kaum wanita.”(Hr.bukhari dan muslim)

Secara tersirat maupun tersurat Rasulullah Saw telah mewanti-wanti akan adanya fitnah dalam diri wanita. Tapi tenang sahabat, islam begitu memuliakan wanita dan hanya laki-laki yang mulialah yang akan memuliakan wanita, karena wanita adalah hamba Allah yang dikaruniakan kelebihan sebagaimana para pria. Berbahagialah bagi para wanita yang mengenal hakikat keberadaannya di dunia ini, dan akan kemana kelak di akhirat. Mari kita berdoa kepada Allah agar meletakkan dunia dalam genggaman tangan bukan dalam hati sanubari, hingga kita dapat meraih sebuah kemuliaan bukan sebuah kehinaan.

Muslimah…saya mengutip uraian Syaikh Azim Adil Al-Haqqani dalam bukunya a teste of reality Para suami dan isteri semakin tidak sanggup untuk saling menanggung pasangannya. Di masa lalu keadaannya tidak seperti ini. Cinta yang mereka miliki memberi mereka cahaya, dan wajah mereka semakin bersinar setiap hari. Karena ibadah mereka kepada Allah membuat para pria dan wanita tersebut dipakaikan pakaian cahaya, kecantikan dan cinta.

Saat ini kebanyakan orang tidak tertarik untuk beribadah kepada Allah. Mereka melalaikan hal tersebut. Sebagai hukumannya, mereka saling merasa bahwa pasangannya tidak menarik (jelek). Mereka hanya mengandalkan kecantikan lahiriah (fisik) yang mirip dengan kecantikan boneka Barbie di etalase toko.

Menyerupai pria dan wanita, memakai pakaian, tapi tak memiliki rasa malu. Tapi bila seseorang dipakaikan dengan keindahan surgawi, sebagai berkah dari Allah Subahanahu Wa Ta’ala, maka tak akan pernah kehilangan kecantikannya walaupun sudah mencapai usia 90 atau 100 tahun. Tidak akan pernah berubah, karena mereka selalu diberi pakaian surgawi !

Para Rasul dengan pengetahuan surgawinya berkata : “Jika seseorang ingin kelihatan cantik atau dipakaikan pakaian kecantikan pada mereka, mereka harus berusaha bangun tengah malam dan subuh Karena pada waktu-waktu tersebutlah cahaya terang spiritual muncul dan dipakaikan pada orang-orang.

Dan ibadah tengah malam dan subuh mereka akan tampak pada wajahnya. Allah menganugerahkan pada mereka cahaya yang terang dan cinta. Siapapun yang menginginkannya , dapat memohon pada Alah pada waktu-waktu tersebut. Allah swt akan mengirimkan malaikat-malaikat dengan cahaya dan pakaian surgawi. Ia akan memakaikan para hambanya yang beribadah padaNya di bumi, yang melakukan salat dan memuliakanNya Namun orang-orang sudah melupakan hal ini dan berusaha keras mempercantik wajah dan tubuhnya dengan kosmetik (menghamburkan jutaan dolar dan Euro). Membuat bibir mereka tampak seperti bibir keledai! Mereka berusaha membuat diri mereka lebih muda.

Para remaja tidak berkata bahwa Allah yang memberikan mereka kecantikan, tapi mereka meminta untuk memakai kosmetik agar tampak cantik, dan tak akan bisa! Selama para pria diizinkan memandang wanita, mereka akan mengambil kecantikan dari wajah dan tubuh wanita. Maka para wanita yang berjilbab dan berpakaian menutup aurat , wajah dan tubuhnya akan tetap segar dan cantik, tanpa kosmetik !

Mereka tidak mengerti sumber utama kecantikan itu berasal dari mana. Mereka bertanya kenapa wanita Muslim memakai jilbab. Itu gunanya untuk menjaga kecantikan mereka! Tapi para wanita sekarang terlalu bodoh! Wanita yang cerdas tidak akan menyia-nyiakan kecantikannya. Zaman dahulu, para wanita menjaga wajah dan tubuh mereka agar tidak disentuh oleh seseorang yang tidak halal untuk mereka.

Orang-orang yang mengikuti setan dan ajarannya, akan jatuh dalam kesulitan yang merusak spiritual dan fisik manusia.

Sekarang para wanita ingin membuka dan memamerkan kecantikan mereka. Tapi mereka tak akan berhasil, karena kecantikan mereka akan cepat memudar! Terutama para wanita yang bekerja dengan pria. Pandangan para pria tersebut membawa efek buruk bagi mereka dan mereka cepat menjadi tua. Keindahan dan kondisi tubuh mereka menurun dengan pesat.

Sekarang ini banyak sekali wanita yang mengeluh sakit. Misalnya mereka mengatakan terkena kanker. Dan saya bertanya berapa usianya, dan mereka mengatakan, 25 tahun! Bagaimana bisa begitu? Terutama para gadis yang masuk universitas dan selalu dekat dengan pasangannya. Saat mereka lulus, kondisi fisik mereka sudah turun. Mereka menunda pernikahan, dan menghabiskan waktu mereka di universitas, belajar untuk mendapat ijazah yang tidak ada manfaatnya! Cara yang salah untuk manusia, karena mereka mengikuti ajaran setan! Dan sekarang negara-negara membuat peraturan bahwa pria dan wanita adalah setara.

Jika kita setara, semua pria harus menjadi wanita! Itu adalah setara. Allah menciptakan pria sebagai pria dan wanita sebagai wanita. Bagaimana orang bisa mengatakan bahwa pria dan wanita setara? Kebodohan apa ini?! Sampai saat ini mereka membuat kesulitan bagi berbagai bangsa. Tapi mereka tak akan berhasil.

“jika kalian tidak menolong, maka sungguh Allah telah menolong. Ingatlah ketika orang-orang kafir mengeluarkannya dari mekkah sementara dia menjadi orang kedua dari dua orang. Iangatlah ketika mereka berada didalam gua. Ingatlah ketika dia berkata pada sahabtanya,”jangalah bersedih, sesungguhnya allah bersama kita…”(At-taubah:40)

Laa tahzan wa laa takhaouf (jangan bersedih dan janganlah takut) sahabatku..kemuliaan milik kita milik para hamba yang senantiasa berusaha menjadi perhiasan terbaik di dunia untuk syurga meraih mardhotillah..

Penulis: Siska Lis Sulistiani, S.Sy

Mahasiswi pascasarjana hukum islam Uin bandung

Ketua bidang kemuslimahan KAMMI Bandung

note: tulisan dikirim oleh Ukhti Siska ke email redaksi Muslimahzone.com

(zafaran/muslimahzone.com)

About these ads

Komentar ditutup.