Dzikir Sebagai Nafas Kehidupan

Dzikir Sebagai Nafas Kehidupan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah… Sungguh amat berbeda antara orang yang senantiasa dzikir mengingat Allah dengan orang yang sering melalaikan-Nya…

Bagi orang yang bertaqwa, yang selalu ingat kepada Allah akan lebih mudah diingatkan manakala khilaf kemudian ia pun beristighfar memohon ampunan dan kembali ke jalan-Nya..

Namun bagi orang yang sering melalaikan-Nya dan tidak mengimani hari penghisaban tak mudah untuk diingatkan manakala khilaf bahkan mungkin akan menentangnya…

Saudaraku.. Hendaknya kita menjadikan dzikir, senantiasa ingat kepada Allah sebagai akhlaq sehari-hari kita sehingga hidup ini lebih indah dalam naungan ridha-Nya….jadikan dzikir sebagai nafas kehidupan kita sehingga segala aktifitas kita kian bermakna…

Sesungguhnya dzikir merupakan bekal bagi insan yang bertaqwa… Ia merupakan makanan pokok bagi hati orang yang arif bijaksana yang mana apabila hati terpisah darinya tentu jasad kita tak bernilai apa-apa di hadapan-Nya…

Dzikir merupakan bentuk ibadah hati dan lisan yang tak mengenal waktu… Ia adalah jembatan penghubung antara manusia dan Rabb-Nya…Ia merupakan modal kebahagiaan kita…Ia dapat menyulap hati yang berduka menjadi suka cita…Ia merupakan pembersih, pengkilat dan penawar hati kita.. Apabila dzikir diresapi dalam hati serta diwujudkan dalam amal nyata niscaya ia ibarat taman surga yang menghiasi pribadi kita…

Dzikir merupakan pintu Allah yang terbuka sepanjang masa bagi hamba-hamba-Nya selagi mereka tidak menutupnya dengan lalai berdzikir kepada-Nya…

Saudaraku… Mari kita renungkan… Hasan Al-Basri berkata : “Carilah kenikmatan dalam tiga hal yakni dalam shalat, dalam dzikir, dan dalam membaca Al-Qur’an. Jika kalian merasakan kenikmatan itu berarti pintu Allah terbuka, tetapi jika kalian tidak merasakannya, maka ketahuilah bahwa pintu itu tertutup.”

Saudaraku…bagi kita yang mungkin belum merasakan nikmatnya beribadah baik dalam shalat, dzikir maupun dalam membaca Al-Qur’an mari kita biasakan untuk senantiasa memperbaiki ibadah kita dengan senantiasa mengingat Allah.. Semoga lambat laun kita pun mampu merasakan betapa nikmat-Nya hidup dalam naungan dan bimbingan-Nya…

About these ads

Komentar ditutup.