Hikmah Puasa Syawal dan Lezatnya Iman dan Istiqomah

 

Hikmah Puasa Syawal
Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.

Sahabatku yang merindukan ridho Allah dan Syurga-Nya, kuulangi kembali hikmah shoum enam hari di bulan Syawal. Simaklah sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang telah berpuasa Ramadhan dan kemudian dia mengikutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti orang yang berpuasa selama satu tahun.” [HR Muslim).

Diantara keutamaan shoum enam hari dibulan syawal adalah:

1. Maka nilai puasanya setahun penuh
2. Dicintai Allah dan meraih ampunan dosa (QS 3:31)
3. Meraih syafaat Rasulullah dan bersama beliau karena menghidupkan sunnah beliau, “Siapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku dan siapa yang mencintaiku bersamaku di Syurga”
4. Tanda meningkat iman dan taqwanya karena itulah disebut “Syawal” bulan peningkatan
5. Menutupi kekurangan selama shoum Romadhon
6. Diantara tanda ikhlas, gemar dengan amal sunnah, kalau wajib ya kewajiban tetapi kalau sunnah adalah kerelaan seorang hamba mengabdi kepada Allah
7. Cara terbaik memupuk keimanan kepada Allah dan kecintaan kepada NabiNya
8. Hamba Allah yang beriman cerdas adalah semua sunnah dihidupkan sebagai bekal di akhirat kelak.

Puasa syawal bisa dengan dua cara, boleh berturut-turut enam hari setelah Idul Fitri atau puasa enam hari selama di bulan Syawal. Bagi muslimat yang berhutang lebih utama bayar puasa dulu.

Semoga Allah selalu hiasi hidup kita dengan kesenangan ibadah dan kemuliaan akhlak… Aamiin”.

Lezatnya Iman dan Istiqomah

Assalaamu alaikum warahmatullaahi wabarkaatuhu

Sahabatku tercinta fillah, kalaulah hidup kita yangg sebentar di dunia ini benar-benar merindukan Allah dengan segala ridho-Nya, rahmat-Nya, ampunan-Nya, hidayah-Nya, berkah-Nya, syurga-Nya, dan “liqoourRasuuli” perjumpaan dengan Rasulullah di akhirat kelak, maka yang ada hanyalah ketulusan pengabdian kepada-Nya, kesenangan ibadah, semangat amal sholeh, kemuliaan akhlak, kesibukan dalam perbaikan kebaikan, “tsiqqoh” ketegasan dan keberanian dalam dakwah, puncak buahnyapun setelah “halawatal istiqoomah” merasakan lezatnya istiqomah adalah “al istigrooq” mudah menangis karena-Nya dikeheningan malam. (QS 19:58).

“SubhanAllah, semoga Allah tanamkan kelezatan iman dan istiqomah dijalan-NYA… Aamiin”.

About these ads

Komentar ditutup.