Menuntut ilmu tanpa restu orang tua

Menuntut ilmu tanpa restu orang tua

Anak belajar di jilbab

 

Belajar

 

pertanyaan

Bolehkah menuntut ilmu syr’i di luar negeri tanpa izin orang tua? Lalu bagaimana jika orang tua tidak mengizinkan?

Jawaban

Menuntut ilmu syar’i yang masuk dalam kategori ilmu yang wajib dipelajari tidak disyaratkan mendapatkan izin dari orang tua, tapi jika ilmu yang dipelajari masuk dalam kategori sunnah maka harus dengan izin mereka. Diriwayatkan imam muslim rahimahullah (2549) dari Abdullah bin Amr bin al-ash radhiallahu an’hu ia berkata: “seorang pria datang kepada Nabi shallallahu a’lahi wassalam dan berkata: ‘Aku membaitmu dengan hijrah dan jihad demi mengharapkan pahala dari Allah’, Nabi bertanya: “Apakah salah seorang dari orang tuamu masih hidup?’ ia menjawab: ‘ya, bahkan keduanya masih hidup’. Nabi berkata: ‘dan engkau ingin mencari pahala dari Allah?’ ia menjawab: ‘ya’. Maka Nabi berkata padanya: ‘ Pulanglah dan berbaktilah kepada keduanya”.

Dan menuntut ilmu adalah salah satu bentuk jihad. Dengan demikian, tidak boleh pergi menuntut ilmu yang masuk dalam kategori sunnah melainkan dengan izin kedua orang tua.Ibn al-Muflih rahimahullah berkata dalam kitabnya al-Adab asy-syar’iyyah (2/35-36): “sedangkan orang yang keluar untuk menuntut ilmu maka haruslah mendapat izin dari kedua orang tuanya; karena menuntut ilmu adalah amalan yang sunnah dan hal itu tidak dilakukan melainkan dengan izin orang tua”.

Dan al-Mawardi berkata kepada Abu Abdillah (imam Ahmad) rahimahullah: “ada seorang anak yang menuntut ilmu dan meminta izin kepada ibunya, dan sang ibu mengizinkannya, namun anak itu mengetahui bahwa tetap tinggal di rumah adalah lebih disukai ibunya? Imam ahmad berkata: ‘jika ia seorang jahil yang tidak mengerti bagaimana cara mencerai dan shalat, maka menuntut ilmu lebih aku sukai, namun jika telah mengetahui hal itu, maka tetap tinggal di rumah adalah lebih aku sukai”.

Al-Khallah meriwayatkan dari imam ahmad rahimahullah bahwa ada seseorang bertanya pada beliau: “aku adalah seorang penuntut ilmu, tapi ibuku melarangku, beliau berkata menginginkan aku terjun dalam dunia perdagangan? Beliau berkata padaku: “bujuklah ia dan mintalah ridhanya serta jangan pernah tinggalkan menuntut ilmu”.

Ada juga seorang pria yang bertanya pada beliau: “sudah satu jam aku disini tapi sampai sekarang aku tidak tahu apa yang engkau wasiatkan padaku? Abu Abdillah menjawab: “tuntutlah ilmu”

Ishaq bin Ibrahim rahimahullah berkata: “aku bertanya pada Abu Abdillah tentang seorang pria yang memiliki orang tua yang kaya raya, pria itu menuntut ilmu hadits, namun keduanya tidak mengizinkannya. Maka beliau menjawab: ‘hendaklah ia mempelajari ilmu yang berguna baginya. Ilmu itu tidak setara dengan apapun”.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan apa yang dimaksud dengan perkataan imam Ahmad rahimahullah yaitu bahwasanya jika ilmu yang akan dipelajari adalah ilmu yang wajib maka tidak perlu mendapatkan izin dari orang tua, namun jika ilmu yang akan dipelajari adalah ilmu yang sunnah untuk dipelajari, maka harus terlebih dahulu mendapatkan izin orang tua. Wallahu a’lam

Sumber: majalah Qiblati edisi 05 tahun VIII

About these ads

Komentar ditutup.