5 Tahun Para Siswa Ini Belajar di Lantai.

Fasilitas Pendidikan
5 Tahun Para Siswa Ini Belajar di Lantai
Senin, 25 Oktober 2010 | 12:15 WIB
M.LATIEF/KOMPAS.COM
ILUSTRASI: Proses belajar-mengajar ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Bani Idris Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah 5 tahun dilakukan dengan duduk-duduk di lantai. Selama itu mereka belajar tanpa kursi dan meja.
TERKAIT:

* Murid-murid Menangis Tinggalkan Sekolah
* Kelas Rusak, Terpaksa Belajar Bergantian
* Tak Ada DAK, Disdik Akui Sulit Bangun Sekolah
* Duh, Gedung TK Ambruk Saat Proses Belajar-Mengajar

LEBAK, KOMPAS.com — Proses belajar-mengajar ratusan siswa Madrasah Tsanawiyah Bani Idris Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dilakukan hanya dengan duduk di lantai. Sudah lima tahun mereka belajar tanpa kursi dan meja.

“Kami merasa tidak nyaman saat menerima pelajaran karena belajar sambil duduk itu,” kata Maryati, siswa kelas III MTs Bani Idris, Desa Pasir Kupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Senin (25/10/2010).

Maryati mengatakan, dia bersama teman-teman sekelasnya mengeluhkan hal tersebut. Akibatnya, dia menuturkan, siswa sering mengantuk dan pegal-pegal. Selain itu, terlalu lama duduk di lantai juga mengganggu kesehatan, terlebih saat ini sedang musim hujan sehingga kerap kali siswa masuk angin.

“Kami sudah biasa masuk angin setelah pulang sekolah,” katanya.

Dia juga mengatakan, pihak sekolahnya telah mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Desakan itu terutama untuk memberikan bantuan mebel sehingga siswa belajar merasa tenang dan tenteram.

Selama ini, kata dia, ratusan siswa mulai kelas I hingga III merasa terganggu dengan belajar tanpa kursi dan meja. Karena sekolah Mts Bani Idris di bawah naungan Kementerian Agama, sudah seharusnya pemerintah kabupaten dan provinsi bisa memberikan bantuan.

“Saya dan kawan-kawan berharap adanya bantuan mebel, apalagi kami semua akan menghadapi ujian nasional,” ujarnya.

Yani, siswa kelas II, mengaku tidak terkosentrasi saat belajar dan kondisi ruangan berisik karena belajar duduk-duduk di lantai tanpa kursi dan meja. “Kami meminta pihak pemerintah memberikan bantuan kursi dan meja sehingga kami belajar merasa tenang,” katanya.

Sementara itu, seorang guru Mts Bani Idris, Empid, mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan mebel, baik kepada Kementerian Agama maupun pemerintah kabupaten dan provinsi. Namun, permintaan pihak sekolah hingga kini belum terealisasi.

Komentar ditutup.