7 Cara Syaitan Mengganggu Agar Umat Tidak mau Beribadah ? Oleh Forgiveness Allah (Album) ·

~ Bismillahirrahmanirrahim ~

7 Cara Syaitan Mengganggu Agar Umat Tidak mau Beribadah ?

Saudaraku Fillah….
Kita harus mengetahui sgala tipu daya setan, agar kita terhindar dari Goda’annya
Qola Sayyikhina imam Al Ghozali ra.
*tipu daya setan terhadap manusia agar meninggalkn ibadah kepada Alloh, terdapat 7 macam.

1.Setan melarang manusia taat kerpada Allah. Sedangkan orang-orang yang dipelihara Allah akan menolak ajakannya, dan mengatakan, “Aku mengharapkan pahala dari Allah. Untuk itu, aku harus mempunyai bekal di dunia ini demi akhirat yang kekal.”

2.Setan senantiasa membujuk agar manusia tidak taat.”nanti saja,atau kelak, kalau sudah tua.” ajaknya. Orang-orang yang terpelihara akan menolaknya dengan mengatakan, “kematianku bukan berada di tanganmu. Jika aku menunda- nunda beramal hari ini untuk esok, kapan amal hari esok harus aku kerjakan. Sedangkan setiap hari aku mempunyai amal yang berlainan.”

3.Setan senantiasa mendorong manusia untuk cepat-cepat dalam beramal dan mengerjakan kebaikan. Kata setan”cepatlah beramal, agar engkau dapat mengejar dan mengerjakan amalan-amalan lainnya.” Orang-orang selamat akan menolaknya dengan mengatakan,”amal yang sedikit tetapi sempurna lebih baik dari pada amalan yang banyak tetapi tidak sempurna.”

4.Kemudian, setan akan menyuruh manusia untuk menjalankan amal baik secara sempurna agar tidak dicela orang lain. Mereka yang dipelihara Allah akan mengatakan,”bagi hamba, penilaian cukup dari Allah. Dan tidak ada manfaatnya beramal karena manusia(orang lain).”

5.Setelah itu setan membisikan pujian kepada orang yang beramal,”betapa tinggi derajatmu dapat beramal saleh dan betapa cerdik dan sempurnanya dirimu.” Mendengar pujian itu orang baik akan mengatakan bahwa semua keagungan dan kesempurnaan itu hanya kepuyaan Allah,bukan kekuatan dan kekuasaanku, Allah lah yang melimpahkan taufik kepadaku untuk dapat beramal yang dia ridhoi, dan memberikan pahala yang besar, sekiranya tanpa karunianya, apalah arti amalanku ini dibandingkan dengan banyaknya nikmat yang aku terima(Allah yang berikan) dibanding dengan dosaku yang banyak pula.

6.Dengan gagalnya jalan kelima, setan akan menerapkan cara nomor enam, cara ini lebih hebat dibanding cara-cara terdahulu. Dan manusia tidak akan sadar terhadapnya. Kecuali orang-orang yang cerdik dan berpikir, setan membisiki hati manusia,”bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan sir, jangan sampai diketahui orang lain. Sebab Allah jualah yang akan memberitahukan kepada orang lain bahwa engkau seorang hamba Allah yang iklas.” Begitulah, setan mencampurbaurkan amalan seseorang dengan amal tipuannya yang sangat tersembunyi, dengan ucapan itu, setan bermaksud memasukkan sebagian penyakit riya.

Orang-orang yang terpelihara Allah akan menolak ajakannya dengan mengatakan,”hai mal’un(yang dilaknat), tiada hentinya engkau menggodaku dan merusak amalanku dengan berbagai cara. Dan kini kau berpura-pura seolah-olah akan memberbaiki amalanku, padahal kau bermaksud merusaknya. Aku hamba Allah, dan Allah yang menjadikanku. Dan jika Allah berkehendak, Allah akan melahirkan atau menyembunyikan amalanku. Dan jika Allah menghendaki Allah akan menjadikanku mulia atau hina. Semuanya adalah urusan Allah. Aku tidak akan khawatir, amalanku diperlihatkan atau tidak kepada orang lain sebab itu bukan urusan manusia.

 

7.Gagal dengan cara itu. Setan akan menggoda manusia dengan cara lain. Ia mengatakan,”hai manusia, janganlah engkau menyusahkan diri sendiri dengan beramal ibadah. Sebab jika Allah telah menetapkanmu sebagai orang yang berbahagia pada hari ‘azali kelak, maka meninggalkan ibadahpun tidak menjadi mudharat. Engkau tetap menjadi orang yang berbahagia. Dan sebaliknya jika Allah menetapkanmu sebagai orang celaka, tidak ada gunanya engkau beribadah engkau tetap celaka.” Orang-orang yang terpelihara Allah sudah pasti akan menolak gadaan itu dengan mengatakan,”aku hanyalah hamba Allah, wajib bagiku menuruti perintahnya. Allah maha mengetahui. Menetapkan dengan kehendaknya dan berbuat apa saja sesuai dengan kehendaknya, walau bagaimana keadaanku. Amalanku tetap bermanfaat.

Jika aku ditetapkan sebagai orang yang berbahagia, aku tetap akan beribadah guna memperbanyak kebaikan, dan jika aku ditetapkan sebagai orang celaka, aku akan tetap beribadah agar tidak menjadi penyesalan buatku. Sekiranya aku masuk neraka, padahal aku taat itu lebih aku sukai dari pada aku masuk neraka karena berbuat maksiat. Tetapi tidak akan demikian kenyataanya. Sebab janji Allah pasti terbukti dan firmannya pasti benar. Allah telah menjanjikan pahala kepada siapa saja yang taat padanya. Barang siapa mati dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah tidak akan dimasukan kedalam neraka. Melainkan ke surganya.jadi masuknya seorang hamba ke dalam surga bukan karena kekuatan amalannya melainkan karena janji Allah yang pasti dan suci. Kelak orang-orang yang berbahagia akan mengatakan:

Segala puji bagi Allah yang telah membuktikan janjinya dengan surga.

Semoga Allah melimbahkan rahmatnya kepada kita sesungguhnya dalam taat kepada Allah sangat banyak godaan dan tipu daya setan guna menggagalkannya. Bandingkan segala permasalahan dan perbuatan kepada keadaan tersebut. Dan mohonlah pertolongan Allah agar terlindung dan terpelihara dari kejahatan setan. Sesungguhnya segala sesuatu berada di bawah kekuasaannya. Dan kepada Allah-lah kita mengharapkan taufik dan keridhaannya.

===

Tiada daya untuk meninggalkan maksiat dan tidak ada kekuatan untuk mengerjakan taat kecuali dengan pertolongan Allah yang mahaluhur dan mahaagung.

Alhamdulillah ala ni’matil islam wal imanJazakumullahu khairan wa barakallahu fiykum
_____________________

Semoga catatan ini bermanfa’at

Aamiin ya Robbal ‘alamiin

Salam Ukhuwah Fillah

Iklan

Komentar ditutup.