SUNNAH NABI DAN GENERASI PILIHAN – by .Yusuf Mansur Network ·

Yusuf Mansur Network ·

SUNNAH NABI DAN GENERASI PILIHAN –

Salah satu hal yang membuat Yahudi maju adalah semangat mereka dalam mengamalkan apa yang telah menjadi doktrin pergerakan agama mereka, talmud yang merupakan cikal bakal peradaban zionis melalui Amerika, Israel dan sekutunya. Mereka rela melakukan apa saja demi tercapainya semua tujuan membentuk peradaban dunia yang jauh dari nilai keimanan, hingga zaman jahiliyah seakan kembali lagi karena nyaris tidak ada bedanya, dimana pelanggaran terhadap agama Allah teramat banyak, dan sedikit mereka yang sadar bagaimana bukti cinta kepada Allah dan Rasulnya.

Dalam hal pendanaan Yahudi internasional, Jangan mengira bahwa sumbangan dana Yahudi hanya berasal dari konglomeratnya saja. Orang miskin Yahudi juga turut andil dalam hal finansial. 18 jenis organisasi Yahudi yang tersebar di negara (tak resmi) Israel dan di seluruh penjuru dunia. Organisasi ini sedikitnya mempunyai 7 tugas utama. Mulai dari menyerukan untuk menyumbang melalui kantong-kantong organisasi Yahudi, mengumpulkan, hingga menyalurkannya ke seluruh warga Yahudi khususnya yang berada dalam area konflik (Israel). Tak hanya itu, bagi keluarga-keluarga yang ditinggalkan pun akan mendapat santunan.

Dalam sebuah jamuan yang diadakan oleh Barbara S (senator Yahudi) pada pertengahan September 1966, ia berhasil menghimpun 3,5 juta US dollar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kampanye Bill Clinton yang notabene tangan kanan Yahudi. Peserta dalam jamuan makan itu dikenakan biaya mulai 500 sampai 120.000 dolar. Jumlah undangannya sekitar 700 hadirin.

Lain lagi dengan Irving Maskovich. Ia adalah salah satu aktor yang mendanai penggalian terowongan arkeologi di bawah fondasi masjid al-Aqsha. Ia mengeluarkan jutaan dollar untuk mendukung pemenangan kampanye Benyamin Netanyahu melawan pesaingnya Ehud Barak. Lantas, bagaimana dengan hasil dari jutaan bahkan milyaran dolar yang berada di tangan sekian banyak pebisnis dan orang-orang kaya Muslim?

Sedekah dijalan Allah SWT diawal masa Umat Islam disaat zaman jahiliyah, kemaksiatan, kemusyrikan, kebobrokan moral mengancam Umat Islam begitu utama, sebuah hikmah bahwa Risalah Islam ini Allah maha mengetahui sepanjang masa para pemuja kemaksiatan didukung oleh dana besar pada media, propaganda, hiburan yang jauh dari nilai-nilai Islam, maka disanalah janji Allah dimana sedekah ini dilipatgandakan 700 kali lipat, langsung diamalkan oleh Abu Bakar Shiddiq, menyerahkan seluruh hartanya dikala ada panggilan untuk Jihad meninggikan kalimah Allah SWT.

Dalam perang tabuk, Utsman memberikan 300 ekor unta dengan seluruh perlengkapannya ditambah dengan 1000 dinar.

Lain lagi dengan Abdurrahman bin Auf. Salah satu saudagar kaya yang terdepan dalam jihad ini diriwayatkan menyerahkan setengah hartanya, yaitu sebanyak 4000 dirham. Dalam lain kesempatan, Ia menyumbang 40.000 dinar. Pernah juga mendanai pasukan dengan 500 ekor kuda dan 500 ekor unta.

Sedangkan Ibnu Umar pernah menjual tanahnya seharga 200 ekor unta. Lalu, separuhnya dia gunakan untuk membekali pasukan mujahid. Sementara Ashim bin Adi menyedekahkan 90 wasaq kurma dalam perang tabuk. (1 wasaq = 1980 kg)

Dan siti khadijah, menyumbangkan hartanya dan terlibat dalam seruan dakwah dengan resiko melawan dominasi maksiat pemuja hawa nafsu yang tentunya tidak suka dengan Islam, dan Rasulullah SAW pun saat diangkat menjadi Nabi beliau difitnah, diusir, hingga bisnis yang beliau bangun sejak muda tidak lagi menjadi fokus, demi menegakkan agama Allah, Allah yang terbesar dan mengecilkan yang lain.

Dalam sejarah awal Islam memang tidak dipungkiri sedekah habis-habisan para shahabat berada didalam pos menegakkan nilai Keimanan ditengah peradaban jahiliyah yang menyeret umat kedalam penyimpangan.

Hingga tiba saat hijrah ke madinah, disanalah sebuah peradaban Syariah dengan murni dibangun agar nilai-nilai Islam bisa diterapkan secara menyeluruh, demi kemaslahatan manusia, alam sekitarnya dan sekaligus menjadi model praktik bagi kita umatnya.

Disana barulah perdagangan, bisnis dibangun dengan sebelumnya mempersembahkan bukti para shahabat telah membesarkan agama Allah agar umat selamat didunia akhirat.

Mereka meninggalkan kampung halaman mekkah, berkorban jiwa dan harta serta waktunya untuk agama Allah, hingga dimakkah tidak lagi sempat berniaga berdagang bersantai karena Nilai Islam diserukan ditengah masyarakat jahiliayah yang menghamba kepada dunia. Karena Dienul Islam inilah satu-satunya jalan selamat yang membuat manusia selamat didunia dan akhirat. Beda dengan kebanyakan kita dimana urusan dunia begitu mendominasi dan urusan agama terbengkalai serta pasif, begitu berat menegakkan nilai keimanan dan totalitas disana, keduniaan yang begitu membawa opini Umat hingga jauh dari Sunnag Nabi serta para shahabat padahal mereka generasi yang terjamin syurga dan model umat Islam yang mutlak diinginkan Allah SWT.

Allah SWT Berfirman : Surat at-Taubah ayat 111, Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Surat Al Baqarah 261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Iklan

Komentar ditutup.