USIA DUNIA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM ===

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh….

===========================
USIA DUNIA MENURUT PERSPEKTIF ISLAM
===========================

Diceritakan ketika Nabi Musa a.s bermunajat kepada Tuhan Rabbul-’Alamin di bukit Thursina, maka pada saat itu berkesempatan Nabi Musa a.s bertanya kepada Allah dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Jawab Allah: Pertama-tama aku menciptakan adalah Nur-Muhammad, kemudian aku jadikan Durratul-Baidhoo’ dari Nur-Muhammad, dari Durratul-Baidhoo’ aku jadikan 70.000 negeri di cakrawala (jika kita pakai istilah sekarang ialah 70.000 planet di cakrawala ). Maka satu planet itu luasnya tujuh puluh kali bumi. Tiap-tiap planet itu dijadikan penghuninya 70.000 orang bukan bangsa jin, dan bukan bangsa manusia, dan juga bukan bangsa malaikat. Kesemuanya dijadikan dengan kalimat “Kun Fayakuun”. Mereka beribadat kepada-Ku sampai 70.000 tahun. Kemudian setelah itu, mereka jadi durhaka kepada-Ku, lalu Aku binasakan mereka itu semuanya.

Kemudian sesudah itu Aku jadikan lagi 80.000 buah negeri (planet) yang besarnya cuma sepuluh kali dari bumi dunia, semua berada di cakrawala yang bertingkat-tingkat. Di planet itu Aku ciptakan sebangsa unggas (burung) yang memakan tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian saja. Lama kelamaan unggas-unggas itu pun musnah. Kemudian baru aku jadikan 20.000 makhluk sebangsa manusia dari cahaya secara berangsur-angsur lalu musnah jua.

Kemudian setelah berselang 70.000 tahun sesudah itu, baru Aku jadikan Qalam, Lauhil-Mahfuzh, ‘Arsy, kursi dan Malaikat. Maka setelah kira-kira 70.000 tahun lagi barulah Aku jadikan Syurga dan Neraka, kemudian setelah itu baru aku jadikan makhluk manusia yang namanya Adam, tetapi bukan bapakmu Adam yang sekarang ini, Hai Musa.

Aku jadikan dia dari awal Adam sampai keturunannya yang terakhir 10.000 tahun lamanya.

Setelah itu Aku jadikan pula Adam yang lain dengan keturunannya terakhir dalam masa 10.000 tahun.

Demikian seterusnya Aku jadikan tiap-tiap Adam dan keturunannya dalam masa 10.000 tahun ganti – berganti, sehingga mencapai 10.000 orang Adam. Maka Adam yang sekarang inilah yang kesepuluh ribu kalinya. Demikianlah keterangan yang Paus-tadz III dapat, dari kitab “Permulaan dijadikan langit dan bumi” oleh Al-’Allamah Syaikh Nuruddin Ali.

Para teman-teman Ane yang dimulyakan Allah SWT…

Jika kita renungkan keterangan di atas itu, jelaslah bagi kita, bahawa umur dunia ini, sudah sangat benar-benar tua. Coba bayangkan saja, setiap Adam Tuhan ciptakan sampai anak keturunannya yang terakhir, adalah memakan waktu sampai 10.000 tahun. Maka berapakah Jumlahnya 10.000 x 10.000 tahun?

10.000 x 10.000 = 100.000.000 tahun (seratus juta tahun).

Jadi jelasnya bumi kita telah dihuni oleh manusia yang pertama Tuhan ciptakan, sehingga Adam yang terakhir di zaman kita ini adalah lama masanya memakan waktu seratus juta tahun.

Kalau baru-baru ini ahli purbakala telah menemui tengkorak manusia di tanah mana-mana kawasan arkeologi yang sudah berumur 300.000 tahun, itu belum seberapa jika di bandingkan dengan keterangan dan pendapat ‘ulama islam Syaikh Nuruddin Ali, bahwa bumi kita ini telah dihuni manusia sudah seratus juta tahun lamanya.

Untuk memperkuat keterangan akan sudah tua umurnya dunia, pernah diceritakan oleh junjungan kita Nabi Muhammad SAW tentang pengalaman dan penglihatannya dalam perjalanannya ke Isra’ dan Mi’raj, yaitu baginda telah melihat ada seorang wanita memanggil-manggil dan merayu namanya. Wanita itu nampak sudah terlalu tua, namun masih cantik rupanya, memakai pakaian yang indah serta perhiasan yang gemerlapan, emas intan berlian.

Lalu Nabi bertanya kepada Jibril, Siapakah gerangan wanita itu?

Jawab Jibril : “Itulah Dunia!”

Kini, kita sama-sama dapat membuktikan dengan mata bahwa apa yang dilihat oleh Nabi itu, adalah betul-betul dunia, semakin tua namu semakin bertambah cantik.

Yang dimaksud dengan dunia adalah negeri, atau bumi dimana tempat manusia tinggal. Cobalah kita perhatikan kota -kota di Indonesia, yang semakin hari pembangunannya semakin hebat dengan gedung-gedungnya yang menjulang tinggi, tiang-tiang lebar dan luas, dengan lampu-lampu LED-nya yang berwarna warni dikala malam. Bukan di Indonesia saja, bahkan seluruh dunia sedang membangun…!!

Apakah artinya BANGUN dalam bahasa arabnya? bahasa arabnya adalah “Qiyaamah”. Jadi jelas dunia sekarang sudah mulai mau kiamat dimana-mana! Sudah dihias, atau sedang dihiasi dunia ini oleh manusia. Tinggal menunggu detik-detik sampai saatnya masa terakhir bagi dunia ini. Menandakan zaman akhir bahwa ciri dan alamatnya, adalah Allah tidak akan mengutus seorang Nabi sesudah Nabi Muhammad SAW Karena pribadi baginda sudah menjadi predikat Nabi Akhir Zaman…

Cubalah pembaca renungkan !

About these ads

Komentar ditutup.