Aktris Ully Artha Meninggal dalam Status Lajang di Usia Hampir 60

Aktris Ully Artha Meninggal dalam Status Lajang di Usia Hampir 60
Minggu, 16 Juni 2013 18:59 WIB
Innalillahi wa Innaillaihi Rojiun..

ully-artha

Ully Artha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aktris senior Ully Artha meninggal dunia dalam status lajang di usia hampir genap 60 tahun.
Kepergian aktris bernama asli Taruli Artha Sortiana Pangaribuan akrab dipanggil Ully Artha membuat banyak orang terkaget-kaget.
Obrolan bernada tak percaya pun merebak di Twitter, menanyakan kebenaran kabar tersebut.
“Benarkah actress senior kita Uli Artha meninggal dunia? Ada yang bisa kasih jawaban berita ini… Inalillahi…,” tulis sebuah akun Twitter.
Rentetan pertanyaan senada juga merebak.
Kabar wafatnya almarhumah merebak dari pesan Blackberry Messenger (BBM).
“Telah meninggal dunia sore ini, Teman dan Sahabat tercinta ULLY ARTHA sore ini di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta. Semoga Almarhumah diterima disisi Allah Swt di tempat yang sebaik2nya sesuai dng amal ibadah & iman Islamnya,” demikian sebuah pesan BBM seperti dilansir sebuah situs berita.
Wikipedia mencatat, aktris kelahiran 17 Oktober 1953 itu mengawali karier sebagai pemain drama di TVRI tahun 1970-an. Setelah itu, Ully juga pernah menjajal dunia model dan catwalk, namun Ully tetap setia dengan seni peran.
Dengan gelar `Miss Teenager Metropolitan’ (1970), membuatnya diincar oleh produser Tati & Son untuk bermain dalam film Tjisadane (1971). Beberapa kali Ully berhasil mendapat nominasi dalam ajang FFI antara lain Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), dan Potret (1991).
Namanya semakin di kenal setelah bermain dalam film Kembang-Kembang Plastik (1977) karya Wim Umboh. Dalam film tersebut Ully berpasangan dengan aktor Roy Marten. Selanjutnya bermain dalam film Satu Malam Dua Cinta (1978), Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985), Keluarga Markum (1986), Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana (1988), Semua Sayang Kamu (1989), Turangga (1990), Potret (1991), dll.
Setelah industri film Indonesia ‘pingsan’, Ully bergabung dengan rumah produksi Multivision Plus, SinemArt, maupun MD Entertainment dan telah membintangi banyak sinetron yang cukup sukses di antaranya adalah “Buku Harian” (bersama Elma Theana, Desy Ratnasari dan Didi Petet), “Janjiku” (bersama dengan Paramitha Rusady) dan “Mama”, sebuah sinetron komedi situasi yang naskahnya juga ditulis oleh Ully. Dalam Festival Sinetron Indonesia 1996, namanya masuk dalam unggulan sebagai pemeran utama wanita jenis komedi dalam Suami-Suami Takut Isteri, pada tahun sebelumnya, Ully meraih unggulan untuk pemeran pembantu wanita untuk Miniseri Pakaian dan Kepalsuan arahan Teguh Karya.
Semakin bertambah usia tak menghambatnya untuk tetap produktif. Hal ini dibuktikan sendiri dengan membintangi film Jagad X Code (2009) dan Bebek Belur (2010).
Selamat jalan Ully Artha, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Allahumma amiin.

Komentar ditutup.