BBM NAIK ………….

 

BBM Naik

Bismillaah …

Saudara-saudariku, kenaikkan BBM adalah ketentuan dan kebijakan penguasa, namun Allaahu Jalla wa ‘Ala yang telah menetapkan harga. Tetaplah yakin pada rizki yang telah dikaruniakan, menerima dengan kerelaan dan tidak menuntut kepada sesiapapun, apalagi saling menyalahkan antar satu sama lain.

Suatu ketika harga bahan-bahan makanan melambung tinggi dimasa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Maka beberapa shahabat mengadu kepada beliau, shallallaahu ‘alaihi wa sallam, meminta agar beliau mematok harga. Maka Rasuul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya hanya Allaah yang menetapkan harga. Dia Yang menahan, Dia Yang menghamparkan dan Dia Yang memberi rizki. Aku berharap bisa menemui Allaah tanpa seseorangpun menuntut atas kezhaliman yang aku lakukan terhadap jiwa dan harta.”

(HR. Abu Dawuud).

Sungguh Rabbul Tabaaraka wa Ta’ala telah berfirman:

“Apabila dikatakan kepada mereka:

‘Janganlah kalian melakukan perusakan di atas muka bumi.’

Maka mereka menjawab:

‘Sesungguhnya kami ini hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’

Ketahuilah, sesungguhnya mereka itulah para perusak, akan tetapi mereka tidak menyadari.”

(QS. al-Baqarah: 11-12).

Salamah bin Yazid al-Ju’fi radhiyallaahu ’anhu pernah bertanya kepada Rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

“Wahai Nabi Allah! Bagaimana pendapat anda jika ada pemimpin-pemimpin yang menguasai kami yang meminta agar hak-hak mereka dipenuhi namun mereka menghalangi kami dari mendapatkan hak-hak kami, maka apakah yang anda perintahkan kepada kami disaat seperti itu?”

Maka beliau pun berpaling darinya. Lalu dia pun bertanya kembali kepada beliau dan beliau pun berpaling darinya. Lalu dia bertanya untuk kedua atau ketiga kalinya maka al-Asy’ats bin Qais radhiyallaahu ’anhu pun menariknya seraya mengatakan (ketika itu Nabi hadir dan tidak mengingkari ucapannya):

“Tetaplah kamu mendengar dan taat. Sesungguhnya dosa yang mereka lakukan itu adalah tanggungan mereka, dan wajib bagi kalian menunaikan apa yang dibebankan kepada kalian.”

(HR. Muslim).

“Ingatlah ketika Ibrahim berdoa:

“Wahai Rabbku jadikanlah negeri ini aman tentram dan curahkanlah rezeki kepada penduduknya dari berbagai jenis buah-buahan, yaitu kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir di antara mereka….”

(QS. al-Baqarah: 126)

Maka Allaah Ta’ala pun kabulkan do’a beliau, sebagaimana dalam firmanNya:

“Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok.”

(QS. al-Ankabut: 67).

Allaahu a’lam. —

Komentar ditutup.