Hanya Dengan Dakwah

 

albanna

 

Hanya Dengan Dakwah
Harta Yang Ada Pada Diri Kita Bukanlah Punya Kita
Materialisme yang dimotori Yahudi dan diikuti oleh Negara Negara penjajah tidak bisa diselesaikan kecuali dengan dakwah kalian, tidak ada kekuatan yang dapat menghalanginya kecuali umat ini berjamaah. Oleh sebab itu, maka aku ingatkan kalian, aku sampaikan kepada kalian, bahwa sejak saat ini kalian akan menghadapi ujian dan cobaan yang besar lagi menyakitkan. Akan tetapi, apabila kalian sabar dan bersikap konstan, pastilah kalian akan meraih kemenangan. Maka bersiap siaplah menyambut ujian. Bersabarlah, dan saling memperkuatlah. Hanya ada dua pilihan baik bagi kalian, menang atau mati sebagai syuhada di jalan kebenaran. ~ ALBANA ~

Terimakasihlah Kepada Musuhmu
Berterima kasihlah terhadap musuh atau lawan lawanmu. Mereka tentu akan selalu mencari kelemahan dan kejelekanmu. Jika engkau mengetahui bahwa mereka sedang melakukan hal itu kepadamu, maka kamu tidak perlu marah. Namun justru pujilah Allah, karena Dia telah menjadikan untukmu orang lain yang dapat mengerti kekuranganmu, sebab kamu sendiri tidak mengerti kekurangan itu. Mereka akan berterus terang dalam menjelaskan kekuranganmu. Dengarkan baik baik apa yang mereka katakan tentangmu karena hal itu lebih patut untuk memantau dirimu. Adapun teman kamu sendiri, maka ia tentu akan merasa malu dan sungkan untuk menunjukkan kekurangan itu. ~ALBANNA~

 

Kalimat Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Harus Tertanam di Hati Mu’min

alghazali22

Kata kata yang harus melekat di setiap mukmin adalah “Inna lillahi wa inna ilahi rojiun” … kalimat itu menyelusup ruhnya di setiap kesenangan maupun kesedihan yang ia hadapi. Maka, keyakinannya makin tebal, dan ia pun tak henti hentinya dilimpahi rahmat Allah SWT setelah melewati cobaan cobaan.

Masing masing orang dalam hidup ini berbeda beda ragam dan tingkat kesulitan dan kemudahannya, sehat dan sakitnya. Di sini, ketika muncul situasi yang tidak diinginkan, setiap muslim wajib mempertahankan hubungannya dengan Allah SWT , agar tidak goncang, wajib menjaga optimismenya, bahwa kesulitan itu akan dapat dilampaui.

Di saat saat lapang, hati merasa tenang, dan harta telah ada di genggaman, ia pun tidak memperdulikan godaan godaan luar, bahkan godaan itu pun tak sempat mendekatinya. Bukankah harta sudah ada dalam genggaman?

Selanjutnya di serba sulit, kekalutan tidak boleh menguasai hati, keimanan pada hal hal ghaib hendaknya mampu memancarkan sinar kedamaian di kalbu. Ia tahu, Allah tidak akan menipu jika ia tetap konsisten menempuh jalan menujuNya, dan yakin anugrah Allah itu dekat. – Muhammad Al Ghazali –

 

Ada Lawan Pasti Ada Kawan

m-natsir1

Memanglah orang yang hendak membawakan kebenaran itu, ibarat orang berdiri antara dua pihak. Kawan dapat, musuh pun dapat. Keduanya datang bersama sama. Hanya orang yang tidak memiliki musuh, yang tidak memiliki kawan. Jadi kalau saudara mau mempunyai banyak kawan, musuh saudara pun akan banyak. Tidaklah Tuhan memberikan kepada orang yang berjuang itu kawan saja tanpa lawan. Kalau memang lawan sudah tidak ada, tentu tidak ada lagi perjuangan.

Sukarnya, orang yang sedang memperjuangkan yang haq itu matanya hanya tertuju kepada lawan lawan saja. Yang dilihatnya hanyalah di mana-mana orang mengejek dan orang memaki lalu dia menjadi sesak nafas dan putus asa. Akan tetapi dia harus melihat juga bahwa Allah SWT mengadakan tiap tiap sesuatu dalam pasangan. Ini pun ada pasangannya, sebagaimana ada wanita dan pria, ada negative ada positif, ada bathil ada haq, begitu pula ada lawan ada kawan.

Selama kita masih hidup dalam sunnatuLLah yang berlaku di dunia fana ini, kita harus yakin bahwa apabila kita bergerak dalam masyarakat manusia biasa, bukan malaikat, maka ketahuilah bahwa pekerjaan yang kita lakukan tidak terlepas dari orang yang setuju dan dengan orang yang tidak setuju. – Muhammad Natsir –

 

Hadirkan Hati Kala Berdoa, Niscaya Allah Kabulkan

azzam1

Apabila seorang muslim sudah terbiasa dengan banyak berdoa dan berdzikir kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkannya. Umar bin Khattab berkata, “ Bukan karena ingin terkabul aku berdoa, tetapi karena aku ingin berdoa maka aku berdoa. Dan manakala aku mendapat ilham untuk berdoa, terkabulnya doa itu senantiasa menyertainya.

Kiranya Umar menyitir firman Allah , “Dan Rabb kalian berkata, Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan mengabulkan permohonan kalian” (Al Mukmin 60)

Yahya bin Muadz berkata , “barangsiapa hatinya dihadirkan oleh Allah kala berdoa, niscaya doa itu tidak akan ditolak.”

Ibnul Qayyim bertutur, “ Apabila hatinya hadir, kebutuhannya benar benar mendesak, dan pengharapannya tinggi…, hampir hampir doa itu tidak akan ditolak.”

Hai Penggemar Dunia, Suatu Saat Kau Harus Bayar Semua Itu

Al Qarni

 

Hai Penggemar Dunia, Suatu Saat Kau Harus Bayar Semua Itu
Orang yang hanya mengisi kehidupannya dengan hura hura, senda gurau, dan mengejar kenikmatan duniawi mengira bahwa semua itu akan membahagiakan dirinya. Dia tidak menyadari bahwa suatu saat ia harus membayar semua kenikmatan semu yang dijalaninya itu dengan kesedihan, kegelisahan dan penderitaan yang berkepanjangan.

Allah SWT berfirman , ” Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” (Al Balad 4). Itulah sifat dasar manusia, yaitu selalu merasa berada dalam kesempitan dan kekurangan. Oleh karena itu, setiap manusia harus selalu menyadari posisinya dan menata kehidupannya. – Aidh Al Qarny-

Harus Bebas Darinya

Syeh Fatih Yakan

 

Harus Bebas Darinya
Banyak sekali beban berat yang menyeret anda ke dalam kehancuran dan kehinaan . Mengkhawatirkan kehidupan adalah suatu beban yang membuatmu berhenti berjihad dari jalan Allah. Karena itu, anda harus bebas darinya. Takut akan kepentingan materi adalah suatu beban. Ia menghalangi diri anda dari memberikan seluruh waktu untuk dakwah dan Islam anda. Maka, anda harus bebas darinya. Terikat dengan isteri dan anak, dan keluarga adalah beban yang menghalangi berangkat di jalan Allah. Anda harus lepas dari cengkeramannya…

Dalam segala situasi, kita harus mengutamakan kepentingan Islam di atas segala kepentingan. Kemauan hawa nafsumu harus tunduk terhadap syariat dan selalu siap untuk mati di jalan Allah.

Sekaranglah bertanya kepada diri anda, sejauh mana kesiapan diri anda untuk mencurahkan dan mengorbankan diri di jalan Allah? – Fathi Yakan-

Komentar ditutup.