Ini Jawaban Jokowi Terkait Malam Muda-Mudi Dijadikan Tempat Maksiat

Ini Jawaban Jokowi Terkait Malam Muda-Mudi Dijadikan Tempat Maksiat
jokowi 31

 

 

Joko Widodo atau Jokowi (IST)

itoday – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, tidak menutup kemungkinan malam muda-mudi dijadikan tempat mesum.

“Di mana pun disalahgunakan ya bisa saja, tergantung individunya,” kata Jokowi, Kamis (20/06) sebagaimana dikutip dari merdeka.com.

Jokowi akan mendengar aspirasi masyarakat termasuk tidak melaksanakan acara malam muda-mudi dalam rangka merayakan HUT Jakarta. “Ini memberikan kegembiraan lah, kalau masyarakat meminta tidak, ya tidak melaksanakan,” papar Jokowi.

Jokowi mengatakan, acara malam muda-mudi itu hanya satu tahun sekali dan tidak perlu diplesetkan dengan istilah negatif.

“Tapi kan ini satu tahun sekali. Apa hubungannya, ini hanya istilah saja jangan diplesetkan,” ungkap Jokowi.

Jokowi mempersiapkan Satpol PP agar acara malam muda-mudi dijadikan tempat mesum. “Ya itu Satpol PP kan ribuan,” katanya.

Sebagaiaman diberitakan sebelumnya, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bernard Abdul Jabbar mengatakan acara malam muda-mudi itu sebagai bentuk kemaksiatan.

“Saya memandang, malam muda-mudi itu sifatnya hura-hura, mengundang kemaksiatan,” kata Ketua Forum Umat Islam (FUI) Bernard Abdul Jabbar kepada itoday, Kamis (20/06).

Menurut Abdul Jabbar, harusnya Jokowi mengambil pelajaran dari kasus banjir besar yang melanda Jakarta setelah diadakan pesta tahun baru di sekitar bundaran Hotel Indonesia.

“Banjir yang melanda Jakarta itu harusnya diambil ibroh (pelajaran-red), karena terjadi setelah adanya pesta kemaksiatan pada acara tahun baru,” papar Abdul Jabbar.

Kata Abdul Jabbar, dana pelaksanaan malam muda-muda yang mencapai miliaran rupiah itu sebaiknya digunakan untuk masyarakat Jakarta yang masih kekurangan. “Harusnya dana pesta itu disalurkan untuk kaum fakir miskin dan yang membutuhkan, bukan untuk kemaksiatan,” jelas Abdul Jabbar.

Abdul Jabbar menghimbau kepada Jokowi untuk menerima aspirasi umat Islam yang menolak diadakan malam muda-mudi yang penuh kemaksiatan. “Harusnya Pak Jokowi juga mendengar aspirasi umat Islam yang menolak acara muda-mudi itu,” kata Abdul Jabbar.

Selain itu, Abdul Jabbar juga mengatakan, dalam acara HUT Jakarta harusnya diadakan acara doa bersama dengan umat Islam. “Harusnya ada doa bersama untuk mensyukuri HUT Jakarta, bukan acara kemaksiatan seperti malam muda-mudi,” tegas Abdul Jabbar.

Komentar ditutup.