Janganlah Dai Berlebihan Bicara Politik, Tapi Lupa Nasehati Umat

Janganlah Dai Berlebihan Bicara Politik, Tapi Lupa Nasehati Umat
Syeh alqarny

 

Kesibukan seorang da’i di lapangan politik bisa menjadi kemaslahatan bila memang itu bisa memberi pengaruh yang baik dan menjadikannya lebih didengarkan. Seorang da’i yang tidak memiliki pengaruh dan pengikut, juga bisa memunculkan fitnah jika ia masuk ke dalam lapangan politik, maka lebih baik ia tetap di lingkup aktifitasnya sebagai da’i.

Tapi memang umumnya, saya melihat sejumlah da’i zaman sekarang harusnya terlibat dalam lapangan politik, birokrasi, pemerintahan. Ini karena Islam adalah agama dan negara. Masalahnya sekarang pembicaraan sejumlah da’i, siang dan malamnya didominasi tentang politik, pemerintah, parlemen. Para da’i lupa dengan shahih Bukhari dan Muslim, lupa dengan qiyamul lail, lupa dengan upaya memperbaiki kondisi umat, lupa memberi nasihat kepada para pemuda dan membenahi akhlak mereka. Itu terjadi karena sebagian da’i yang berlebihan dalam berbicara tentang politik lalu melupakan permasalahan umat yang kini dalam posisi terancam. – Syeikh Aidh Al Qarni

Taat Ibadah Tapi melanggar

Syeh maududi11

Betapa mengherankan bahwa orang yang aktif dalam sholat, puasa dan zikir, baca Al Quran, naik haji, berinfak, namun siang dan malam ia melanggar hukum Allah serta mengikuti kemauan dan perintah orang orang kafir. Lagi lagi kita tertipu, karena tidak sadar dengan makna ibadah. (Syeikh Abul Ala Maududi)

Hati-hati Kalian Bergaul

Syeh alqarny

Hati-hatilah bergaul dengan orang yang suka bersikap pesimis karena ketika engkau perlihatkan sekuntum bunga yang indah kepadanya maka yang dia lihat hanya duri durinya, Ketika engkau bawakan segelas air kepadanya, maka yang dia perhatikan hanya kotoran di dalamnya. Demikian juga, ketika engkau memuji kebaikan atau manfaat matahari di hadapannya maka yang ia rasakan hanya panasnya.

Ingatlah, carilah tiga tipe teman yang harus didekati dan miliki, kegembiraan, ketenangan dan semangat yang tinggi. Tiga musuh yang engkau harus jauhi, yaitu sifat pesimis, bimbang dan putus asa.

Untuk menjaga hatimu, berhati hatilah ikut dalam perkumpulan yang bertujuan mengobarkan permusuhan karena di dalamnya ajaran ajaran agama akan dengan mudah diabaikan dan digadaikan. Selain itu, bergabung di dalamnya akan menghilangkan wibawa, dan menjatuhkan kehormatan. – Aidh Al Qarni-

 

Perbedaan Menikmati Kelezatan Makanan antara Si Kaya dan Si Miskin

Syeh azzam-baru

Apa perbedaan antara orang yang paling kaya di dunia dengan orang yang paling miskin di dunia (terkait dengan jatah rezeki makanannya) ?

Orang yang paling miskin di dunia mungkin makan roti atau nasi saja tanpa adanya lauk daging.

Sementara orang yang paling kaya makan roti atau nasi lengkap dengan lauk dagingnya.

Tetapi terkadang orang miskin yang tidak makan daging itu bisa menikmati setiap suapan makanan yang ia masukkan ke dalam perutnya. Kemudian setelah makan ia berdoa : Alhamdulillahii ladzi ah’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa minal muslimin (Segala puji bagi Allah, yang memberikan makan kami , dan telah memberi minum kami, dan telah menjadikan kami termasuk golongan orang orang Islam.

Sementara orang yang paling kaya tadi, belum tentu bisa menikmati lezatnya semua makanan yang disajikan. Oleh dokter dia dilarang makan yang berlemak seperti daging, mentega, manis manisan dan berbagai makanan jenis yang lain, oleh karena dia terserang banyak penyakit. Allah mencegahnya dan membatasi dari berbagai macam kenikmatan.

Jadi menikmati lezatnya rezeki Allah itu bukan dilihat dari jenis dan banyaknya makanannya, tapi lihatlah seberapa nilai derajat keberkahan dari Allah dalam rezeki itu, walau dengan batasan kadar yang berbeda. – Abdullah Azzam –

 

Diam Lebih Baik, Kala Tidak Lagi Aman Dengan Temannya Sendiri
Syeh salman-audah

Aku (Abdurrahman bin Auf) mendengar Rasulullah SAW bersabda,” Akan terjadi satu fitnah, orang yang tidur akan lebih baik dari orang yang berbaring, orang berbaring lebih baik dari orang yang duduk, orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berkuda, dan orang yang berkuda lebih baik dari orang yang memacu kudanya dengan kencang. Dan semua yang terbunuh , akan masuk dalam neraka.

Lalu aku bertanya, “Wahai Rasulullah, kapankah itu terjadi?”

Beliau menjawab, “ Pada hari banyak terjadi fitnah dan pembunuhan.”

Aku bertanya, “ Kapan itu terjadi?”

Beliau menjawab, “ Ketika seorang tidak lagi merasa aman dengan temannya sendiri.”

Aku bertanya, “ Apa yang engkau perintahkan kepadaku bila aku hidup di zaman itu?” Beliau menjawab, “Tahanlah dirimu dan tanganmu, dan masuklah ke rumahmu.”

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau ada di antara mereka yang masuk rumahku?”

Beliau menjawab, “Masuklah kamarmu.”

Aku Bertanya, “Lalu bagaimana kalau dia masuk kamarku?”

Beliau menjawab, “Masuklah ke tempat sholatmu, dan lakukan begini-Sedekap tangan di atas dadanya, dan katakana Rabbku Allah, sampai kau mati dalam kondisi seperti itu.” (Musnad Imam Ahmad) -Dr Salman Al Audah-

 

buya hamka

 

HAMKA : Kematian Lebih Banyak di Tempat Tidur dibanding di Pesawat
“Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada orang yang mati di atas pesawat.

Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur. – HAMKA

 

Syeh alqarny

 

Hati-hati Kalian Bergaul
Hati-hatilah bergaul dengan orang yang suka bersikap pesimis karena ketika engkau perlihatkan sekuntum bunga yang indah kepadanya maka yang dia lihat hanya duri durinya, Ketika engkau bawakan segelas air kepadanya, maka yang dia perhatikan hanya kotoran di dalamnya. Demikian juga, ketika engkau memuji kebaikan atau manfaat matahari di hadapannya maka yang ia rasakan hanya panasnya.

Ingatlah, carilah tiga tipe teman yang harus didekati dan miliki, kegembiraan, ketenangan dan semangat yang tinggi. Tiga musuh yang engkau harus jauhi, yaitu sifat pesimis, bimbang dan putus asa.

Untuk menjaga hatimu, berhati hatilah ikut dalam perkumpulan yang bertujuan mengobarkan permusuhan karena di dalamnya ajaran ajaran agama akan dengan mudah diabaikan dan digadaikan. Selain itu, bergabung di dalamnya akan menghilangkan wibawa, dan menjatuhkan kehormatan. – Aidh Al Qarni-

 

Sebab Kekalahan dan Bahaya Lisan

Syeh azzam-baru

Sebab Kekalahan dan Bahaya Lisan
Kekalahan Itu selalu terjadi karena sebab dari dalam, tidak terjadi karena sebab dari luar (eksternal). Mundurmu dari medan juang penyebabnya adalah dari dalam dirimu sendiri bukan dari luar. Kebosanan dan kejenuhan yang melanda dirimu sendiri bukan dari luar.

Oleh karena itu, bila kamu dihinggapi kejenuhan dalam menjalankan ibadah jihad, maka kerjakanlah ibadah ibadah sunah, dan jagalah lisanmu daripada mencari cari kekurangan serta aib orang orang muslim ! Banyak banyaklah kalian berzikir dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW.

Waspadalah terhadap lisanmu, pertama kali yang harus kamu jaga adalah lisanmu adalah jangan mencari cari aurat/kekurangan orang orang yang telah membuka jalan dan membukakan pintu jihad bagimu. Jika lisanmu kau gunakan untuk mencerca orang yang berjihad, maka Allah akan mengujimu dengan kematian hati, jika hatimu telah mati, maka “ Laa haula walaa quwwata illa billah” Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.– Abdullah Azzam –

Kekuatan Tauhid Akan Teruji Dengan Ujian dan Cobaan

Al Qarni

 

Kekuatan Tauhid Akan Teruji Dengan Ujian dan Cobaan
Berbagai ujian, cobaan, dan kesulitan di dunia dapat menambah iman kepada Allah dan memperdalam keyakinan tauhid. Semua itu merupakan sarana pendidikan bagi jiwa manusia. Ujian dan cobaan yang datang bukanlah untuk diratapi karena tidaklah ujian dan cobaan tersebut melainkan akan mendatangkan kebaikan.

Mempertebal keyakinan tauhid tidak cukup hanya dengan mendengarkan ceramah dan membaca setumpuk buku, tapi mesti juga melalui sejumlah ujian Tuhan agar diketahui mana yang jujur dan mana yang bohong dalam ketauhidannya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “kami telah beriman,” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang orang yang sebelumnya, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang berdusta.” (QS Al Ankabut :2-3) – Al Qarni-

Jangan Layani Orang Yang Suka Berdebat Tanpa Batas

Syeh abbas-asisi

Jangan Layani Orang Yang Suka Berdebat Tanpa Batas
Sebagian pemuda cenderung menyukai perdebatan dan berlarut larut dalam diskusi, hanya karena ingin dikagumi dan ingin mengalahkan pihak lain., atau karena sesuatu yang lain. Menghadapi orang seperti ini, seorang dai harus dapat menyimpulkan pembicaraan bila telah tampak jelas mana “benang putih” dan mana pula “benang hitam” nya , sebab, perdebatan yang tidak menghasilkan kesepakatan dan tanpa kata akhir justru dapat menumbuhkan kebencian dalam jiwa, mengotori dan menutupinya, serta merusak rasa cinta kasih. Selain itu ia hanya akan menguras potensi tanpa faedah, bahkan tidak menyumbangkan kebaikan apa pun bagi dakwah itu sendiri.

Perlu dipahami, sasaran dakwah bukan hanya pada akal, sebab ditengah umat ini terdapat jutaan orang beriman yang awam namun mudah tersentuh hatinya. Karena itu, melayani orang yang suka berdebat tanpa batas adalah kesia-siaan belaka dan membuang buang waktu, padahal waktu adalah kehidupan itu sendiri. – Abbas Asissiy-

Iklan

Komentar ditutup.