Musuh Di Atas Angin, Karena Para Ulamanya Lemah

Syeh as-suri1

 

Musuh Di Atas Angin, Karena Para Ulamanya Lemah
Sejumlah kecil ulama tersisa yang saleh, saat ini mereka hanya membisu dari kebenaran, mereka adalah orang orang yang mencari cari alasan seperti karena lemah, sedikit pendukung, dan berdalih dengan rukhshah (keringanan). Mereka berdalih bahwa seseorang tidak akan dibebani dengan sesuatu yang tidak kuat dijalaninya.

Dengan demikian, para ulama itu telah meninggalkan kewajiban beramar maruf nahi munkar , mereka terombang ambing dalam mengambil posisi kebenaran atau bahkan pelan pelan mengganti, mengubah, dan menjual dien dan janji Allah dengan harga murah.

Para ulama mundur dari memimpin gerakan Islamiyah dan Jihad, Mereka memilih berpangku tangan sehingga gerakan pun menjadi sesat, bahkan mereka mencaci gerakan yang sesat itu yang juga diakibatkan oleh ulah mereka sendiri. Akibatnya umat pun keluar dan menjauh dari mengikuti mereka. Inilah faktor mematikan yang merusak kesalehan dan keselamatan umat inilah yang menjadi sebab utama musuh masih tetap berada di atas angin.

Mayoritas ulama dan pemimpinnya menarik diri dari pertarungan, sebagai gantinya mereka masuk berbagai bidang yang dibentuk oleh musuhnya sendiri. Sehingga dai dari jamaah Islam terhebat pun malah berubah menjadi dai ber “ideologi Amerika” atas nama demokrasi dan sikap moderat. Sang dai pun mencari dasar landasan dan nash dengan mengganti manhaj agar bisa menghapus militansi. Banyak tokoh jamaah Islamiyah yang malah berubah menjadi kaki tangan intitusi penguasa khianat. Bahkan mereka menjabat sebagai menteri dan anggota legislatif di parlemen , dan ikut hadir dalam pesta pesta hidangan bersama penguasa dalam setiap kesempatan. – Abu Mush’ab As Suri-

 

Mensikapi Hari Hari-mu

Syeh alqarny

 

Mensikapi Hari Hari-mu
Jika hari yang baru menghampirimu maka ucapkanlah kepadanya,” Selamat datang wahai tamu yang mulia” Selanjutnya, jamulah dia dengan sebaik baiknya, yaitu dengan melaksanakan ibadah dan amalan fardhu, menunaikan yang wajib, dan melakukan sholat berulang ulang, Janganlah engkau cemarkan harimu dengan dosa dan kesalahan karena sesungguhnya dia tidak akan kembali lagi.

Jika engkau ingin mengingat masa lalu maka ingatlah saat pertama engkau ingin mengingat hari yang telah dijalani , maka ingatlah apa yang telah berhasil engkau selesaikan saat itu sehingga engkau akan merasa bahagia. Jika engkau ingin mengingat hari esok maka ingatlah mimpi mimpi indahmu agar dirimu menjadi optimis.

Aidh Al Qarny

Harta Yang Ada Pada Diri Kita Bukanlah Punya Kita

Hamka

Harta Yang Ada Pada Diri Kita Bukanlah Punya Kita
Ketahuilah bahwasanya segala yang ada pada kita ini tidaklah ada yang kita punya. Kita datang ke dunia ini tidaklah membawa apa apa. Barang barang dan harta benda yang kita dapati di sini tidak sebuah jua pun yang kita punya. Dia hanya diberikan kesempatan kepada kita buat memakainya.

Setelah kita mati tidak sebuah pun harta itu yang kita bawa ke kubur, selain dari pada tiga lapis kain kafan. Bagaimanapun banyaknya harta benda yang ada dalam rumah kita, kalau kita fikirkan dengan seksama, hanyalah pinjaman belaka dari Allah kepada kita.

Kalau hal ini kita ingat baik, kita akan segera menafkahkannya, kita tidak akan bakhil. Fikirkanlah dengan seksama, kita misalkan orang yang memiliki berkodi kodi pakaian, berpuluh puluh helai kain sarung dan beratus kain yang lain, fikirkanlah berapa hanya yang dipakai setiap hari? Hanya sekedar menutup aurat di hari itu. Demikian juga harta benda yang lain. Kalau hal itu kita fikirkan, guna apa kita bakhil?.

Begitulah, bila keimanan yang tebal kepada Allah dan RasulNya, harus terbukti dengan kesudian menafkahkan harta benda yang ada pada kita. Karena orang yangberiman kepada Allah selalu yakin bahwa Allah tidak akan membuat dirinya terlantar dalam hidup. Harta yang ada pada diri kita adalah pemberian dari Allah. Kita percaya akan pemberian itu. Maka kalau sekali kita telah percaya bahwa harta itu datang dari Allah, mengapa kita tidak percaya bahwa yang kita berikan di jalan Allah itu akan digantiNya? – HAMKA –

 

Kala Teman Tak Berguna

Syeh syafei

Kala Teman Tak Berguna

Teman yang tidak berguna saat petaka melanda

Ia hampir sama dengan musuh

Seorang teman tak bisa diharapkan dalam setiap masa

Demikian pula saudara, kecuali untuk hiburan

Aku mengenal banyak manusia karena aku terus mencari

Saudara yang terpercaya, hingga pencarianku membuatku lelah

Semua negeri menghindariku

Hingga seakan para penduduknya bukan manusia – Imam Syafi’I –

Hindari Menjadi Manusia Egois

Syeh alghazali22 (1)

 

Gajihan

 

Hindari Menjadi Manusia Egois

Pada umumnya manusia hidup hanya pada batas batas tuntutan mereka yang tertentu. Apabila mereka mempunyai suatu kebutuhan, maka akan menjadi kuatlah perasaan mereka dengannya. Mereka senantiasa berusaha berdasarkan apa yang mereka miliki atau yang mereka anggap hak mereka, mereka bersemangat hingga mereka dapatkan haknya , bahkan lebih dari itu.

Adapun bila mereka mempunyai suatu kewajiban yang harus mereka penuhi, maka mereka melupakannya, jarang sekali mereka mengingatnya melainkan bila mereka dituntut atau dipaksa. Dan jika mereka memenuhi tuntutan tersebut, maka itu merupakan pelaksanaan yang penuh dengan kekurangan.

Sesungguhnya bentuk akhlak egois yang buruk ini sangat mengganggu kepada masyarakat Islam. Karena pribadi yang tidak tergerak kecuali oleh kepentingan dirinya sendiri, dan tidak menaruh perhatian sama sekali terhadap kemaslahatan umat, adalah pribadi yang merugikan masyarakat, bangsa dan Negara.

Berapa banyak Negara dirugikan oleh tingkah laku para pegawai negeri yang hanya menghabiskan waktu membicarakan soal gaji dan kenaikan gaji, tanpa menaruh perhatian sepenuhnya kepada pekerjaan dan kewajibannya. Ia tidak mengetahui kecuali apa yang dianggap haknya, sedangkan yang berkaitan dengan tanggungjawabnya sebagai pegawai, ia tidak mengetahui sama sekali.

– Syeikh Muhammad Al Ghazali –

 

Pemerintah atau Siapapun, Mereka Tidak Punya Hak Bersama Allah SWT
Syeh umartilmisani

 

Pemerintah atau Siapapun, Mereka Tidak Punya Hak Bersama Allah SWT
“Muslim tidak mengenal istilah agama milik Allah Ta’ala dan tanah air milik semua orang.” Setiap muslim meyakini segala yang ada di alam ini milik Allah Ta’ala semata. Siapa yang berusaha merubah makna ini, ia penipu yang ingin mencabut sumber kekuasaan negara, agar mudah dicaplok.

Orang muslim tidak mengenal pemisahan antara agama dan negara. Ia yakin sepenuhnya pemerintah tidak punya hak bersama Allah Ta’ala. Sebab bila diyakini pemerintah punya hak bersama Allah Ta’ala, maka pemerintah tersebut menjadi sekutu bagiNya. Sedang muslim tidak mengakui kemusyrikan dalam bentuk apapun. – Umar Tilmisani-

Komentar ditutup.