Cukuplah Dengan Cinta, Semua Persoalan Bisa Selesai

Hati lailahaileloh

 

Cukuplah Dengan Cinta, Semua Persoalan Bisa Selesai
Wahai ikhwan, setiap kali terlintas dihadapan kita suatu gambaran hidup yang indah lagi mulia, yang dinamis lagi bersinar, yang pancarannya keluar dari perasaan , yang dengannya Allah menyinari hati kita dan membuat dada kita bercahaya, yakni perasaan cinta karena Allah, saling bersaudara karena Allah, dan hasrat meraih keridhaan Allah, maka ketika itulah terasa bahwa segala persoalan dan kesulitan hidup di hadapan kita menjadi tak berarti.

Kalaulah saja pada saat pertemuan pertama kita hanya saling bertemu dan bertaaruf saja sudah bisa membawa kepada rasa cinta, tentulah itu sudah cukup. Dengan modal cinta saja, kita bisa mengurai persoalan persoalan yang pelik.

Dasar dari cinta ini adalah kelurusan jiwa. Karena sesungguhnya jika jiwa itu rusak , rusaklah segalanya; dan jika jiwa itu baik, ikut baik pula segalanya. Kebaikannya terletak pada kejernihannya, hubungan ruhiahnya, serta keikhlasannya dalam berucap dan beramal.

Jika jiwa kalian bersih, ruhani kalian akan tersambung, dan kalian juga dapat berbuat ikhlas kepada Allah dalam amalan dan ucapan kalian, percayalah bahwa kita akan dapat meraih kebaikan yang banyak. Tiada arti cinta kecuali ini. Islam tidaklah datang kecuali untuk menyatukan manusia di atas cinta dan kebenaran. ~ALBANNA ~

“Tetaplah atas fitrah Allah, yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu” (Ar Rum 30)

 

Maksiat Akan Melahirkan Maksiat Yang Lain

Stop maksiat

Maksiat Akan Melahirkan Maksiat Yang Lain

Maksiat itu akan melahirkan maksiat yang lain. Jika maksiat sering dikerjakan, maka akan terjadi akumulasi maksiat.

Kadang, pelaku maksiat melihat tubuhnya segar bugar, hartanya banyak, dan tidak ada masalah dengan keluarganya. Ia mengira tidak dihukum Allah, padahal ketidaktahuannya kalau ia sedang dihukum adalah merupakan hukuman.

Ya, sesuatu yang manis baginya berubah menjadi pahit, lalu yang ada adalah pahitnya penyesalan, kesedihan, dan kecemasan pada akhirnya.

Ibnu Al Qayyim Rahimahullah meringkas efek maksiat dalam kitabnya Faraid : diantara efek maksiat ialah pelakunya tidak banyak mendapatkan petunjuk, pikirannya kacau, ia tidak melihat kebenaran dengan jelas, hatinya rusak, daya ingatnya lemah, waktunya hilang sia sia, dibenci manusia, hubungan dengan Allah renggang, doanya tidak dikabulkan, hatinya keras, keberkahan di rezeki dan umurnya musnah, diharamkan mendapatkan ilmu, hina, dihinakan musuh, dadanya sesak, diuji dengan teman teman yang jahat yang merusak hati dan menyia nyiakan waktu, cemas berkepanjangan, sumber rezekinya seret, dan hatinya terguncang. Maksiat dan lalai membuatnya tidak bisa dzikir kepada Allah, sebagaimana tanaman tumbuh karena air dan kebakaran terjadi karena api.

Saudaraku, jauhi dosa yang disepelekan, sebab dosa bisa membakar satu Negara. Hai orang yang berdosa berkali kali, cobalah pikirkan apa yang membuat anda berdosa? Istighfarlah…!!! -Dr Najih Ibrahim-

 

Jangan Hanya Melaknat, Tapi Hentikanlah
Saya ingin berpesan kepada setiap muslim : ” Jangan sampai kalian hanya bisa melaknat orang orang zalim, tapi fikirkanlah bagaimana kalian bisa menghentikan kezalimannya itu.” – Ustadz Umar Tilmisani.~

 

Jangan Remehkan Doa
Berdoa

 

Jangan Remehkan Doa
Jangan meremehkan doa. Doakanlah para Mujahidin dalam sujud-sujud kita. Dan doa yang penting kita panjatkan untuk perjuangan para mujahidin dalam setiap salat adalah doa qunut. Kaum Muslimin harus mengingatkan para imam salatnya ketika para Mujahidin sedang berjuang di kancah peperangan, karena itu adalah sunnah Rasulullah saw.- Anwar Awlaki

Sabar Dan Syukur
Berdoa 3

 

Sabar Dan Syukur
Umar bin Khatab ra berkata : “andaikata sabar dan syukur itu adalah dua kuda tungangan, maka aku tak peduli mana saja diantara keduanya yang aku tungangi.”….andaikata sabar terhadap bala adalah kuda tungangan, dan syukur atas kelapangan adalah kuda tungangan, maka aku tak peduli untuk naik yang ini atau naik yang itu, yakni sama bagiku bala menimpaku lalu aku sabar, atau kelapangan datang padaku lalu aku bersyukur…~AZZAM ~

 

Barang Dagangan Allah Itu Amatlah Mahal Harganya

Syurga fb

Barang Dagangan Allah Itu Amatlah Mahal Harganya
Allah SWT itu baik, dan barang dagangan Allah itu amatlah mahal harganya, ketahuilah bahwa barang dagangan Allah itu adalah surga. Sementara kamu, berapa biaya yang kamu keluarkan hingga kamu meraih gelar sarjana? Enam belas tahun waktu yang kamu habiskan untuk belajar agar dapat meraih gelar sarjana. Enam belas tahun lamanya !! sekarang berapa gajimu setelah meraih gelar itu? Dua ribu dirham (sekitar empat juta rupiah)/bulan dengan pengorbanan waktu enam belas tahun. Lalu berapa waktu yang kamu gunakan untuk akheratmu? Mungkin separuh daripada itu, atau mungkin sepersepuluhnya, atau mungkin kurang daripadanya….dimana letak kecerdasan kalian? ….~AZZAM~

Surat Perintah Harian
qur'an 8

 

Surat Perintah Harian
Mereka, generasi pertama itu, memandang al-Qur’an bukan untuk tujuan menambah pengetahuan atau memperluas pandangan. Bukan untuk tujuan menikmati keindahan sastranya dan menimati rasa nikmat yang ditimbulkannya. Tidak ada di antara mereka yang mempelajari al-Qur’an untuk menambah perbendaharaan ilmu hanya karena ilmu saja. Bukan untuk menambah perbendaharaannya dalam masalah ilmu pengetahuan dan ilmu fikih. Sehingga otaknya menjadi penuh.

Mereka mempelajari al-Qur’an untuk menerima perintah Allah tentang urusan pribadinya, tentang urusan golongannya di mana ia hidup, tentang persoalan kehidupan yang dihidupinya. Ia dan golongannya. Ia menerima perintah untuk segera dilaksanakan setelah mendengarnya. Persis sebagaimana prajurit lapangan menerima “perintah harian”nya untuk dilaksanakan setelah diterima. Karena itu, tidak seorangpun yang meminta tambah perintah sebanyak mungkin dalam satu pertemuan saja. Karena ia merasa hanya akan memperbanyak kewajiban dan tanggung jawab di atas pundaknya. Ia merasa puas dengan kira-kira sepuluh ayat saja, dihafal dan dilaksanakan. ~ QUTB2~

Komentar ditutup.