Berapa Tarikan Nafas Lagi Usiaku ya Allah..?? oleh Sandy Satura (Catatan) pada 14 Mei 2011 pukul 1:56

Umur Barokah fb

Berapa Tarikan Nafas Lagi Usiaku ya Allah..??
oleh Sandy Satura (Catatan) pada 14 Mei 2011 pukul 1:56
Berapa Tarikan Nafas Lagi Usiaku ya Allah..?? (28th)

Assalamualaikum… Puji syukur kehadirat Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya… Salawat serta Salam selau tercurah kepada junjungan kita baginda Rasulullah….

Masya Allah..Hari ini 14 Mei 2011.. 28 tahun yang lalu…dengan perjuangan yg amat sulit, Subhanallah.. uti, biasa saya panggil ibu saya dengan panggilan uti, atas izin Allah melahirkan saya ke dunia yang fana dan penuh tipu daya ini..(Ya Allah, sayangi uti dengan kasih sayang-Mu Ya Allah). Gak kerasa, sekarang saya sudah berusia 28 tahun, dua anak laki-laki, dan istri yg solih.. Subhanallah, puji syukur kehadirat Allah.. Saya masih bisa hidup sampe detik ini, minimal sampai saat saya menulis note ini..

Tapi dihari yang biasa disebut hari ulang tahun ini.. Izinkan saya untuk mengajak untuk sadarkan diri kita sisa umur kita, hitung-hitunglah ‘tinggal’ berapa tarikan nafas usia kita masing-masing. Mumpung kita masih punya ‘sekian juta’ tarikan nafas, sebaiknya kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, lakukan segala aktifitas dengan mengatas namakan Allah.
**
(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syeitan yang terkutuk, notes ini saya tulis sama sekali bukan bermaksud mendahului ketentuan Allah, melainkan semata-mata agar kita semua ingat akan pentingnya waktu)

Sering saya dengar dan membaca dari beberapa hadits di kitab Fadhillah Amal dan kitab2 hadits lainnya, bahwa umur rata-rata umat akhir zaman a.k.a Umat Baginda Rasulullah hanya 60-70 tahun saja. Setelah era 80-an sampai saat ini di Indonesia bahkan di beberapa belahan negara lainnya umur rata-rata tersebut naik jadi 65-an atau 75-an, hal ini kemungkinan asbab makin banyaknya orang yang sadar akan kesehatan, juga bisa asbab makin banyaknya fasilitas kesehatan yang mudah diperolehan masyakarat, misalnya makin menjamurnya puskesmas-puskesmas, dan lain-lain, yang pasti itu memang sudah kehendak Allah. Jangan pernah yakin pada asbab.. yakin hanya pada Allah..

Tapi yah namanya juga ‘rata-rata’ berarti bisa saja kita meninggal sebelum usia 65 tahun, namun juga bisa setelah melampaui usia itu. Untuk memudahkan ‘renungan kita’, maka sebaiknya angka (usia) 65 di atas sebaiknya kita coba jadikan patokan, supaya renungan kita jadi lebih terfokus. Saya coba memisalkan dengan hitungan matematik, walaupun saya bukan ahli dan jago matematika, tips ini didapat dari rekan saya dan lagi-lagi ini hanya perhitungan manusia, mahluk tak kuasa.. hanya Allah Yang Kuasa..Laa ilaaha illallah..

Kata rekan ane itu gini, misalnya usia kita saat ini adalah 30 tahun, jadi sisa hidup kita ‘tinggal’ : 65 tahun – 30 tahun = 35 tahun.
Kalo 1 tahun itu lamanya 365 hari, maka usia kita ‘tinggal’ : 35 x 365 hari = 12.775 hari.
kalo 1 hari itu 24 jam, maka usia kita ‘tinggal’ : 12.775 x 24 jam = 306.600 jam .
Mesti kita ingat, dalam 24 jam itu seseorang pasti mempunyai waktu tidak aktif, artinya waktu dimana seseorang harus istirahat, baik jasmani maupun rohani, yakni tidur.
Misalnya waktu tak aktif itu adalah 7 jam, maka waktu aktif seseorang ‘sebetulnya’ hanya 17 jam . Jadi waktu hidup yang aktif itu hanya ‘tinggal’ : 12.775 x 17 jam = 217.175 jam .
Kalo 1 jam itu adalah 60 menit, maka usia kita ‘tinggal’ : 217.175 x 60 menit = 13.030.500 menit.
kalo 1 menit itu adalah 60 detik, maka usia kita ‘tinggal’ : 13.030.500 x 60 detik = 781.830.000 detik.
Terakhir, Kalo seseorang itu sekali menarik nafas lamanya rata-rata 2 detik, maka usia kita ‘tinggal’ = 781.830.000 : 2 = 390.915.000 tarikan nafas.

Mari tuan2.. saudara2..keluargaku dan teman2ku.. Mari.. Mari..Kita sadarkan diri kita akan hal di atas, hitung-hitunglah ‘tinggal’ berapa tarikan nafas usia kita masing-masing. Mumpung kita masih punya ‘sekian juta’ tarikan nafas, sebaiknya kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, lakukan segala aktifitas dengan mengatas namakan Allah, agar semua langkah kita insya Allah bisa bernilai ibadah, karena kita dicipta oleh Allah tujuannya adalah supaya beribadah kepadaNya. (QS.adz-dzaariyaat : 56)

Sesali dan bertaubatlah kalau pada tarikan nafas yang telah lalu kita pernah berbuat salah, kita pernah lupa menjaga lidah, kita pernah lalai menjaga pandangan, kita tak pernah merawat hati dengan baik sehingga hanya terisi nafsu duniawi, tak pernah mengingat Allah, dan senantiasa lupa akan mati.
Mumpung masih dianugerahi Allah untuk menikmati tarikan nafas pada saat ini, dan insya Allah masih ‘sekian juta’ lagi. Alangkah ruginya bila tak kita manfaatkan untuk mengingatNya, tunduk padaNya, beribadah kepadaNya. Sungguh kita tak akan mampu memperpanjang tarikan nafas itu bila Allah tak mengijinkan, walau hanya satu tarikan saja.

Alhamdulillah, atas kuasa Allah dan Insya Allah, do’a dari ibu dan keluarga saya juga, dipertengahan tahun 2009, Allah pertemukan saya dengan salah satu kakak laki2 saya.. Beliau menemui saya, menasihati dan mengingatkan saya, merangkul saya saat sedang limbung tak tentu arah.. Diajaknya saya untuk islah diri dengan bertobat dan beritikaf selama beberapa hari setiap akhir bulan bersama dengan orang-orang soleh.. Kegiatanini biasa disebut dengan Khuruj Fi’ Sabilillah (Keluar di Jalan Allah, maksudnya menuntut ilmu di Jalan Allah) Subhanallah,, Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan mereka .. Sehingga, umur saya yang entah sampai kapan a.k.a sementara ini, bisa diarahkan ke arah yang Insya Allah lebih baik…

Maka setelah saya beberapa kali ikut itikaf, Khuruj, tolabul ilmi atau apapun itu namanya, saya sering mendengar tausyiah dari para ulama dan ustadz yang beberapa kali saya catat isi tausyiahnya (mohon Koreksi jika saya salah), mereka sering menyampaikan bahwa sesungguhnya kejayaan, kebahagiaan, kesuksesan itu sebenarnya telah Allah tetapkan pada amal agama Islam yang sempurna. Agama yang dibawa oleh Baginda Rasululloh.. Manusia khususnya umat islam saat ini belum mampu mengamalkan agama dengan sempurna, karena lemahnya iman. Para Sahabat R.Huma telah mampu mengamalkan agama dengan sempurna karena memiliki 6 sifat yang mulia. Manusia saat ini, akan mampu mengamalkan agama dengan sempurna jika memiliki 6 sifat Sahabat R.Huma. Enam sifat sahabat itu adalah , 1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah” 2. Sholat khusyu’ dan khudlu’ 3. Ilmu ma’adzikir 4. Ikromul Muslimin 5. Tashihun niat 6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah. Enam sifat sahabat RA tersebut bukan merupakan wujud agama yang sempurna, karena agama yang sempurna terkandung dalam al qur’an dan al hadits, tetapi apabila enam sifat para sahabat tersebut ada dalam diri kita maka Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkan agama secara sempurna.

1. Yakin atas kalimah thoyyibah “laa ilaaha illallah muhammadurrasulullah“.
Arti : Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt. Dan Baginda Muhammad Saw. Adalah utusan Allah.
Maksud Laa ilaha illallah
Mengeluarkan keyakinan pada mahluk dari dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah Swt. Di dalam hati.
Fadhilah :
1. Barang siapa yang mati sedangkan dia yakin tidak ada yang berhak disembah selain Allah Swt., maka dijamin masuk surga.
2. Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan hatinya membenarkan lisannya, maka dipersilahkan masuk surga dari pintu mana yang dia suka.
3. Sekecil-kecil iman dalam hati maka akan Allah berikan surga yang luasnya 10 kali dunia.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya iman yakin.
2. Latihan dengan cara memperbanyak halaqoh-halaqoh / majlis iman yakin (bicara atau dengar).
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat iman dan yakin.
Maksud Muhammadarrasulullah
Meyakini hanya satu-satunya jalan untuk mencapai kejayaan dunia dan akherat hanya dengan cara ikut sunnah Rasulullah Saw.
Fadhilah :
1. Rasulullah Saw. bersabda, Tidak akan masuk neraka seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Aku (Muhammad) sebagai utusan Allah.
2. Rasulullah Saw. bersabda barang siapa yang berpegang teguh dengan sunnahku dikala rusaknya ummatku maka baginya pahala 100 orang mati syahid.
3. Rasulullah Saw. Bersabda barang siapa menghidupkan sunnahku sungguh dia cinta padaku, dan barangsiapa yang cinta padaku maka akan bersamaku didalam surga.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya menghidupkan sunnah Rasulullah Saw.
2. Latihan , yaitu dengan cara menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. Dalam kehidupan kita selama 24 jam.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menghidupkan sunnah.

2. Sholat khusyu’ dan khudlu’
Arti : Shalat dengan konsentrasi batin dan merendahkan diri dengan mengikut cara yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Maksud Shalat Khusu dan Khudu
Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah Swt didalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.
Fadhilah :
1. Allah berfirman : Sesungguhnya shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
2. Allah berfirman : Carilah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat.
3. Rasulullah Saw. Bersabda : shalat adalah milahnya orang beriman.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya shalat
2. Latihan dengan cara :
a. Memperbaiki dhahirnya shalat.
b. Menghadirkan keagungan Allah
c. Belajar menyelesaikan masalah dengan shalat
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat shalat khusyu dan khudu.

3. Ilmu ma’adzikir
Arti Ilmu : Semua petunjuk yang dating dari Allah Swt melalui Baginda Rasulullah Saw.
Arti Dzikir: Mengingat Allah sebagaimana agungnya Allah.
Maksud Ilmu ma’adzikir
Mengamalkan perintah Allah Swt. Pada setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan keagungan Allah didalam hati dan ikut cara Rasulullah Saw.
Fadhilah Ilmu:
1. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka akan Allah fahamkan dirinya pada masalah agama.
2. Barangsiapa berjalan mencari ilmu maka akan Allah mudahkan untuknya jalan menuju surga.
3. Barangsiapa mempelajari satu ayat Al Quran maka nilainya adalah lebih baik daripada shalat sunnah 100 rakaat. Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu maka lebih baik nilainya daripada shalat sunnah 1000 rakaat.
Fadhilah Dzikir:
1. Perumpamaan orang yang berdzikir dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dibandingkan dengan orang yang mati.
2. Allah berfirman : Dengan mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang.
3. Allah berfirman : Ingatlah pada Ku niscaya Aku akan ingat kepadamu.
Cara mendapatkan ilmu fadhail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu fadhail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh fadhail di masjid dan di rumah.
b. Ajak manusia untuk duduk dalam halaqoh fadhail
c. Hadirkan fadhail dalam setiap amalan .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu fadhail.
Cara mendapatkan ilmu masail :
1. Dakwahkan pentingnya ilmu masail
2. Latihan dengan cara :
a. Duduk dalam halaqoh masail dengan para alim ulama.
b. Bertanya kepada ulama baik untuk masalah agama maupun dunia.
c. Sering berziarah kepada para alim ulama .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ilmu masail.
Cara mendapatkan dzikir :
1. Dakwahkan pentingnya dzikir kepada Allah Swt.
2. Latihan dengan cara :
a. Setiap hari membaca Al Quran (usahakan 1 juz).
b. Membaca tasbihat, shalawat dan istigfar masing-masing 100 X.
Ketika membaca tasbihat maka hadirkan kemahasucian Allah
Ketika membaca shalawat maka ingat jasa-jasa Rasulullah kepada kita.
Ketika membaca istigfar maka hadirkan sifat Maha Pengampunnya Allah.
c. Amalkan doa-doa masnunah (harian) .
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dzikir.

4. Ikromul Muslimin
Arti : Memuliakan sesame orang islam / muslim.
Maksud ikramul muslimin
Menunaikan hak-hak semua orang islam tanpa meminta hak daripadanya.
Fadhilah :
1. Allah akan menolong seorang hamba selagi dia menolong saudaranya.
2. Barang siapa menutup aib saudaranya yang muslim maka Allah akan menutup aibnya dan barang siapa membuka aib saudaranya yang muslim maka Allah akan membuka aibnya sampai dia akan dipermalukan di rumahnya sendiri.
3. Senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikram
2. Latihan dengan cara :
a. Memberi salam kepada orang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal.
b. Menyayangi yang muda, menghormati yang tua, memuliakan uloama dan menghormati sesama.
c. Berbaur dengan semua orang yang berbeda-beda wataknya.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan ahlaq sebagaimana ahlaq Baginda Rasulullah Saw.

5. Tashihun niat
Arti : Membetulkan / meluruskan niat
Maksud tashihun niat
Membersihkan niat pada setiap amalan semata-mata karena Allah Swt.
Fadhilah :
1. Sesungguhnya Allahtidak akan menerima amalan seseorang kecuali dengan ikhlas.
2. Sesungguhnya Allah tidak memandang pada rupamu dan hartamu tetapi Dia akan memandang pada hatimu dan amalanmu.
3. Baginda Rasulullah Saw. Bersabda : Wahai Muadz jagalah keihklasan karena amal yang ikhlas walau sedikit akan mencukupi.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya ikhlas.
2. Latihan dengan cara : setiap beramal periksa niat kita, sebelum beramal, ketika beramal dan setelah beramal, bersihkan niat agar semata-mata hanya karena Allah.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat ikhlas dalam beramal.

6. Da’wah dan tabligh khuruj fi sabilillah
Arti : Dakwah mengajak, Tabligh menyampaikan dan khuruj fisabilillah adalah keluar di jalan Allah.
Maksud
1. Memperbaiki diri, yaitu bagaimana agar dapat menggunakan harta diri dan waktu sebagaimana yang diperintahkan Allah.
2. Menghidupkan agama secara sempurna pada diri sendiri dan semua manusia diseluruh alam dengan menggunakan harta dan diri sendiri.
Fadhilah :
1. Allah berfirman : dan adakah yang perkataannya lebih baik daripada seseorang yang mengajak manusia kepada Allah.
2. Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkan.
3. Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik daripada mendapatkan dunia dan seisinya.
Cara mendapatkan :
1. Dakwahkan pentingnya dakwah dan tabligh.
2. Latihan dengan cara : keluar dijalan Allah minimal 4 bulan seumur hidup, 40 h setiap tahun, 3h setiap bulan dan 2,5 jam setiap hari. Tingkatkan dengan cara bertahap-tahap menjadi 4 bl tiap tahun, 10h tiap bulan dan 8 jam setiap hari.
3. Berdoa kepada Allah agar diberikan hakekat dakwah dan tabligh yaitu dapat menggunakan harta, diri dan waktu untuk kepentingan agama.

**
Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan yang beriman dan beramal sholeh
Demi masa sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran
Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali
Ingat lima perkara sebelum lima perkara Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati
Sungguh tak lama usia kita tinggal ‘sekian juta’ tarikan nafas.
***
Note : syair di atas saya kutip dari lagu ‘demi masa’ Raihan, yang bersumber dari QS.al ashr : 1-3 dan hadist
Insya Allah, semoga notes ini bermanfaat bagi kita semua… Amin.. Semata-mata sebagai cara untuk mengingatkan diri saya sendiri…dan mengingatkan sesama sodara muslim.. Wallahu’alam..

Terima kasih atas do’a,kesabaran dan kado terindah dari Ibuku tercinta uti (makasih banyak ya ti,semoga Allah selalu melindungi uti, maafin Sendy ya ti)… Alm.Ayahku di surga..(Maafin Sendy ya kung), Istriku yang solih dan amanah Marisa Jusie & anak-anaku, calon da’i2 Allah Saturazka Athaya Ramadhan dan Muhammad Rayyan Attaqi
(yang selalu bersabar dan mencoba ikhlas ketika aku pergi khuruj untuk belajar ilmu agama, thx hun2.. Brazka dan Brayan), Kedua Mertuaku tersayang (Thx ya pah, mam, udah banyak bantuin dan rela dititpin cucu dan anak perempuannya kalo saya lagi khuruj, hehe, semoga Allah balas dengan pahala yg setimpal, amin), Kakak2 ku tercinta;especially untuk mas denden (Mahluk Tak Kuasa) dan mas nomo (Abu Ahmad) yang atas kehendak Allah sudah mengenalkan saya dengan usaha atas iman a.k.a Khuruj Fi’ Sabilillah ini..(yang ikhlas ya mas, walau banyak orang memfitnah dan berburuk sangka pada niat baik kita), ponakan2 ku tersayang (Affan Bin Umar, Vina Anindya Latief, nadya, Kesya, muthia, Nada, dll), tetangga-tetanggaku, rekan-rekan kantor, temen2 band, seluruh saudara2 di usaha atas iman ini/Jamaah Tabligh (walau sebenarnya tidak pernah ada nama untuk jamaah ini ya? hehe). Semoga Allah beri kita panjang umur, agar dapat memnafaatkan hidup yang sementara ini untuk mempersiapkan diri kembali ke akhirat.. Amin Ya Allah…

Wassalam..

Komentar ditutup.