Hamzah Haz Memandang KH. Abu Bakar Ba’asyir: Tak ada Ulama Teroris

Hamzah Haz Memandang KH. Abu Bakar Ba’asyir: Tak ada Ulama Teroris!

Basir

JAKARTA (voa-islam.com) – Bagaimana kabar Mantan Wakil Presiden RI ke Sembilan, Dr. H. Hamzah Haz, MA, P.hD? tentu banyak kalangan bertanya-tanya lantaran beberapa tahun belakangan ia jarang muncul dalam pemberitaan media.

Namun, rasa penasaran itu terobati saat menghadiri Pengajian Politik Islam (PPI) yang ke dua di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, pada Ahad (30/6/2012), dimana salah satu pembicaranya adalah mantan ketua Umum partai berlambang ka’bah, PPP tersebut.

Siang itu, Hamzah Haz masih seperti dulu, dengan peci hitam yang khas ia kenakan dan terlihat sehat wal afiat. Meski mantan Wapres, tapi tak terlihat pengawalan ketat pada tokoh Islam yang bersahaja ini.

Usai Hamzah Haz menyampaikan sambutan, jurnalis voa-islam.com langsung saja menghampirinya untuk wawancara.

Saya katakan dari dulu, tidak ada ulama kita itu yang teroris

Diantara pertanyaan yang dilontarkan kepada Hamzah Haz adalah tentang bagaimana pandangannya terhadap ulama sepuh kharismatik, KH. Abu Bakar Ba’asyir.

Ternyata, Hamzah Haz dengan tegas menolak tudingan teroris yang menjadi labelisasi terhadap ulama Islam seperti KH. Abu Bakar Ba’asyir.

“Saya katakan dari dulu, tidak ada ulama kita itu yang teroris,” kata Hamzah Haz kepada voa-islam.com di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (30/6/2013).

Allah membersihkan dirinya, hiruk pikuk dunia ini dilepaskan dan sekarang istirahat dulu di sana

Hamzah Haz juga menyampaikan keprihatinannya yang mendalam terhadap KH. Abu Bakar Ba’asyir yang kini tengah menjalani vonis zalim 15 tahun penjara di sel Super Maximum Security, LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap.

“Allah membersihkan dirinya, hiruk pikuk dunia ini dilepaskan dan sekarang istirahat dulu di sana,” ujarnya.

Sementara itu, terkait aparat yang telah menangkap dan mengadili KH. Abu Bakar Ba’asyir, Hamzah Haz pun tak ketinggalan menasehati mereka.

Ia mengatakan, memang urusan terorisme itu sudah ada Undang Undang yang mengaturnya, tetapi soal penerapannya maka para pejabat itulah yang akan bertanggungjawab di akhirat. [Ahmed Widad]

Komentar ditutup.