PUASA SEBAGAI PERISAI By ; Okky Tien

medikal

 

Okky Tien
PUASA SEBAGAI PERISAI

Bismillahir-rahmanir-rahim.
Ássalamu álaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Banyak hadits menegaskan bahwa puasa adalah perisai yg menghalangi seseorang dari api neraka dan perisai hawa nafsu. Diantaranya:

¦ Puasa Perisai Dari Api Neraka

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)

“Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka” (H.R Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits shahih)

“Tidaklah seorang hamba yg puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim”
(H.R Bukhari 6/35, Muslim 1153) Sabda Rasulullah: ’70 musim’ yaitu: perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48

¦ Puasa Perisai Hawa Nafsu & Syahwat

Dari Abu Hurairah R.A, Rasulallah SAW bersabda, “Puasa itu perisai, maka tidak boleh berkata kotor dan tidak boleh berbuat bodoh, jika sesorang itu memeranginya atau mencacinya, maka hendaklah ia berkata, “Aku berpuasa aku berpuasa” (H.R Bukhari)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu ba’ah (menikah dengan berbagai persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lbih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yg belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa’ (pemutus syahwat) baginya” (H.R Bukhari 4/106 dan Muslim no.1400 dari Ibnu Mas’ud)

Sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yg bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka,
dengan berpuasa dapat menghalanginya dari neraka.

Sebagian ahlul ilmi memahami bahwa hadits-hadits diatas merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan ridha Allah Ta’ala.
Wallahu’alaam.

Semoga kita diberi kekuatan iman untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini dengan ikhlas karena mengharapkan ridha Allah agar terhindar dari hawa nafsu dan api neraka. Aamiin ya Rabbala’alamiin.

Iklan

Komentar ditutup.