10 FILOSOFI HIDUP ORANG JAWA by : Sya’roni As Samfuriy

Saling membantu

 

Sya’roni As Samfuriy
10 FILOSOFI HIDUP ORANG JAWA

Masyarakat Jawa dikenal memiliki prinsip hidup yang demikian luhur. Meskipun ada sebagian orang yang beranggapan nilai-nilai luhur tersebut mulai luntur, namun tetap saja kita tidak bisa menutup mata akan pentingnya filosofi hidup tersebut. Pada akhirnya, kalaupun anggapan pudarnya filosofi tersebut benar adanya, tiada siapapun yang bisa disalahkan selain diri kita sendiri.

Berikut adalah 10 filosofi hidup masyarakat Jawa menurut KH. Hilmy Muhammad PP. Krapyak Yogyakarta:

1. Urip Iku Urup: Hidup itu menyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.

2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara: Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti: Segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha: Berjuang tanpa perlu membawa massa dan bala tentara. Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan orang lain. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan atau keturunan. Kaya tanpa didasari kebendaan.

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan: Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman: Jangan mudah terheran-heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut-kejut. Jangan mudah ngambeg, jangan manja.

7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman: Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka: Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo: Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah. Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna: Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.

# Maka sering kita mendengar kalau ada orang Jawa kok kelakuannya tidak seperti kriteria di atas maka dikatakan “Gak Njawani Blasss.” Monggo sami nglampahaken shalat sunnah Tarawih.

Komentar ditutup.