Sekilas Pandang Mengenai Puasa Ramadhan

 

Sekilas pandang tentang puasa

Diantara makna ke satu Shaum adalah Diam,

Sebagaimana Siti Maryam menghadapi fitnah berzina dengan diam (QS19 : 26), sampai Allah SWT memperlihatkan mu’zijatNYA (QS19 : 29-30). Tidak sembarang diam sahabatku, diamnya orang beriman itu adalah Zikir dan Doa (QS 3 : 41). Rasulpun mengingatkan, ” Siapa yang beriman kepada Allah SWT dan Hari Akhirat, hendaklah berkata Baik, Benar dan Sopan, kalau tidak mampu, maka diam. Banyak yang mampu menahan lapar haus, tetapi sedikit yang mampu menahan banyak bicara.

Makna ke dua Shaum adalah Mengendalikan Diri, dimulai dari yang halal, makan, minum, seks.
1. Halal saja bisa dikendalikan apalagi yang haram,

2. Halal tidak terkendali akan jadi haram, mubazir namanya,

3.Tumbuh sifat syukur, betapa berartinya sebiji beras, seteguk air dan betapa kasihannya saudara yang lapar,

4. Agar sederhana, bukan tidak mampu, tetapi tidak mau,

5. Zuhud, cari dunia untuk kebahagiaan akhirat (QS : 28:77). “Apa sih susahnya taat sebentar !”.

Makna shaum ke tiga adalah Sabar,

Islam bukanlah agama teori ilmu saja tetapi juga agama praktek amal. Tidak ada ajaran untuk menjadi hamba yang sabar, seefektif shaum, digembleng Allah sebulan ramadhan untuk jadi penyabar. Hidup ini ujian sahabatku, hanya yang sabar yang sukses dunia akhirat [QS 3:200]. Sabar dalam melaksanakan perintah Allah, sabar menjauhi maksiat, sabar dalam bersyukur, sabar menghadapi musibah dan sabar dalam Ikhtiar, baik sangka, doa dan dakwah.

Makna shaum yang ke empat adalah “Alhifdzu” menjaga, menjaga makan – minum – seks, menjaga mulut dari dusta, kotor dan kasar,

Rasulullah bersabda,” Siapa yang tidak menjaga mulutnya dari dusta, kotor dan kasar, maka Allah tidak berhajat sedikitpun untuk menilai puasanya”, menjaga mata dari porno, menjaga telinga dari gosip, menjaga akal dari fikiran buruk, menjaga hati dari ria dan ujub, menjaga tangan dari menjamah yang haram, menjaga kaki dari langkah ma’siyat

Iklan

Komentar ditutup.