Sentuhan Ramadhan Oleh : Tate Qomaruddin Lc

ramadhan pintu syurga

 

Sentuhan Ramadhan

Coba lihat lalu bandingkan suasana bulan Ramadhan dengan sebelum atau sesudahnya. Kita akan melihat perbedaan yang mencolok. Di bulan Ramadhan, bukan hanya fenomena masjid-masjid yang penuh sesak dengan orang-orang yang melaksanakan shalat tarawih.

Penampilan para wanita pun mengalami metamorfosa. Tak ketinggalan para artis yang -maaf- biasanya lebih senang seronok dan mengumbar aurat, banyak di antara mereka yang mengenakan busana Muslimah. Pengajian-pengajian di kantor-kantor pun menambah marak suasana ibadah di bulan ini.

Ruh Ramadhan menyusup ke relung-relung kehidupan siapa saja. Termasuk orang yang paling semula sangat jauh dengan ibadah. Saya tahu ada orang-orang yang rajin ke masjid untuk melaksanakan shalat isya berjamaah dan shalat tarawih, padahal sehari-harinya ia baragajul. Kenapa? Apa rahasia Ramadhan hingga bias memikat dan menggugah fitrah insan untuk kembali ke hakikat penciptaannya: ibadah? Rahasia-rahasia itu tentu saja berada di tangan Allah. Dan kedekatan fitrah manusia dengan Ramadhan juga tidak lepas dari rancangan besar Allah, Kita hanya bisa menyebutkan beberapa keistimewaan Ramadhan berdasarakan informasi-informasi yang disampaikan oleh-Nya dalam Quran atau oleh Rasul-Nya dalam hadits-hadits shahih. Antara lain sebagai berikut:

Pertama, Ramadhan adalah bulan diturunkannya AI-Quran. Dan Al-Quran adalah petunjuk hidup manusia. “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. 2:185). Dan tentu saja bukan tanpa hikmah Allah swt, memilih Ramadhan sebagai bulan turunnya Quran.

Kedua, Ramadhan adaiah bulan peningkatan dan pelipatgandaan kesabaran. Dalam hadits yang Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah saw. bersabda, “Shaum adalah setengah kesabaran.” Dan kesabaran adalah hal paling menonjol saat seseorang melaksanakan ibadah puasa. Bayangkan di hadapannya ada segala sesuatu yang halal untuk dinikmati. Namun ia meninggalkannya karena mencari ridha Allah swt. Imam AI-Ghazali mengatakan bahwa shaum merupakan seperempat iman. Analisisnya begini: shaum adalah setengah kesabaran. Sedangkan dalam hadits lain disebutkan bahwa kesabaran merupakan separuh iman.

Ketiga, di bulan Ramadhan peluang untuk melakukan kebaikan di buka lebar dan didorong sedemikian kuatnya. Rasulullah saw. bersabda: “Jika Ramadhan tiba, pintu-pintu sorga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (Al-Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan hadits itu, “Setan dibelenggu dan dipasung. Sehingga di bulan Ramadhan ini mereka tidak dapat menjangkau sejauh yang mereka lakukan di luar Ramadhan. Karenanya Anda melihat tipu daya dan bisikan setan berkurang dibandingkan dengan di luar Ramadhan. Bahkan mereka takut Ramadhan seperti mereka taku akan adzan dan qomat.”

LAILATUL QODAR 1

 

Keempat, di bulan Ramadhan ada satu malam yang paling indah dalam kehidupan manusia, lebih baik dibandingkan dengan nilai seribu bulan: lailatul-qadar. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikatmalaikat dan malaikat jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan : Malam itu (penuh) kesejahteraan sampat terbit fajar.” (QS. 97:1-5)

Kelima, bulan yang penuh dengan pengabulan doa. Ini disebabkan karena orang yang berpuasa mempunyai peluang besar doanya dikabul oleh Allah swt. Sabda Rasulullah saw., “Setia Muslim mempunyai doa yang mustajabah yang ia lantunkan pada bulan Ramadhan.” (Diriwayatkan oleh Ahmad)

Iklan

Komentar ditutup.