Mengapa Harus I’tikaf

Itikaf 1o hari terakhir

 

* Bissmillahirrahmanirrahiim *

<< ^ Mengapa Harus I’tikaf…. ? ^ >>

Kalau Ramadhan merupakan sebulan ujian, maka I’tikaf pada sepuluh akhir Ramadhan merupakan puncak ujian umat Islam.

Firman Allah Ta’ala yang artinya :

“Janganlah kamu.campuri mereka itu, sedangkan kamu
beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah
kamu mendekatinya ” (Al Baqarah /2: 187)

Al-Zuhri (Rahimahullah) telah berkata:

“Tersangat aneh umat Islam! Mereka tdk lagi melakukan i’tikaf
walaupun jelas bahawa Rasulullah tidak pernah
meninggalkan amalan ini semenjak hijrahnya ke Madinah
hingga ke ahir hayatnya

Sungguh, dunia terus akan membebani jiwa
Bahkan semakin tenggelam dengan kehidupan dunia
Akan semakin membebani jiwa.
Maka obat dari beban berat jiwa itu adalah i’tikaf.

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang I ‘tikaf satu hari semata-mata
mengharap keredhaanAllah, niscayaAllah jadikan (jarak)
diantaranya dan diantara api neraka sejauh tiga parit
dan tiap-tiap parit jaraknya adalah lebih jauh daripada jarak)
antara dua mata angin ” (HR. Al Thabary – sanadnya Hasan)

I’tikaf merupakan pintu keluar seorang muslim dari rutinitas
Dan aktivitas berikut kesibukan serta kerumitannya.
Dgn memburu bekal amal ibadah untuk akheratnya kelak

Seseorang yg berI’tikaf
akan mengalami proses penguatan ke imaman
yang akan menghantarkan seseorang tuk lebih takwa

Dgn membersihkan hati dan bermunajat kepada Sang Kholik
Dan menikmati bercinta dengan-Nya
Shg akan lebih mengenal dirinya tuk lebih mencitai-Nya
Tidak ada jarak antara dirinya dan Allah Ta’ala

I’ktikaf pada bulan Ramadan waktunya dimulai
sebelum terbenam matahari malam ke-21.

Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w :

” Barang siapa yang ingin beriktikaf denganku,
hendaklah ia beriktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan”
(HR. Bukhari).

Ibnu HajarAl ‘Asqalany di dalam kitabnya Fath Al Baary
(Syarh Sahih Bukhari) berkata :

Siapa yang ingin I’tikaf malam saja
hendaklah ia memasuki tempat I’tikafnya menjelang
terbenam matahari (sebelum solat Maghrib)
dan keluar setelah terbit fajar (setelah solat Subuh).

Siapa yang ingin I’tikaf siang saja
hendaklah ia memasuki tempat I’tikaf ketika
terbit fajar (sebelum solat Subuh)
dan keluar setelah terbenam matahari (setelah solat Maghrib).

Siapa yang ingin I’ktikaf siang dan malam,
hendaklah ia memasuki tempat I’tikafnya sebelum
terbenam matahari (sebelum maghrib)
dan keluar setelah terbenam matahari (sesudah maghrib)
pada keesokan harinya.

Keutamaan I’tikaf antara lain :

mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu ‘ alaihi wa Sallam
Rasulullah bersabda:
“Daripada ‘Aisyah (r.a), sesungguhnya Rosulullah
selalu beri’tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan
sehingga baginda diwafatkan olehAllah kemudian
(diteruskan sunnah) I’tikaf sesudahnya oleh para isterinya”
(Muttafaq ‘Alaih)

mencari fadilahnya malam Lailatul Qadar.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir
bulan Ramadhan, jika ada diantara kalian lemah,
maka jgn sampai luput dari tujuh malam yang tersisa (terakhir).”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Al-Imam Muslim yang lain,
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

…. maka carilah pada malam yang ganjil
dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”

memberi tumpuan tuk melakukan ibadah dgn niatan Illahi Ta’ala ( sholat, istighfar, selawat ke atas Nabi, doa, zikrullah, membaca dan mentadabbur Al Quran dll)

“Sesungguhnya segala amal itu dengan niat
dan untuk tiap-tiap seorang apa yang dia niatkan”
(HR Bukhari dan Muslim)

dapat mengekang hawa nafsu

Firman Allah yang artinya :

“ Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan
Hawa nafsunya sebagai Ilahnya (QS. Al-Furqaan : 43 )

mendorong dirinya untuk terus beramal tanpa henti

“Padahal mereka titak disuruh kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama
dengan lurus…” (Al Bayyinah /98: 5)

menumbuhkan cita-cita tanpa putus asa

Firman Allah, yang artinya :

Allah tdk membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya”.
(Al-Baqarah / 2: 286)

memiliki ilmu dan pengetahuan yang melimpah

Firman Allah yang artinya :

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan
(QS. Al- Alaq:1) baca juga (QS.Ali Imran : 190-191)

Insya Allah, Mohon Share tuk barakahnya Ilmu
Semoga bermanfaat. Aamiin Ya Robbal’alamiin
Salam santun dalam berkahnya Ramadhan

Komentar ditutup.