Rumah di desa [kepulangan] By : @ rindu _ ade

 

 

Bekal akhirat

 

Mati punya bekal apa

Rumah di desa [kepulangan]
Kemarin saya mengantarkan seorang sahabat saya membeli ticket pesawat promo di salah satu travel di selatan Jakarta … iya, sahabat saya akan pulang ke Jambi minggu depan. Penuh dan berdesakan itulah suasana didalam travel, pendingin ruanganpun tidak lagi mampu mendinginkan jiwa jiwa yang rindu desa, rindu ingin berpulang, rindu ingin berkumpul, rindu ingin bertemu dengan orang orang yang mencintai dan dicintai, rindu akan masa masa indah di pedesaan yang nyaman dan jauh dari bising metropolitan [siapa suruh datang Jakarta]🙂

Lalu jiwa saya mulai menerawang jika orang orang ini rela berdesakan untuk pulang dan bertemu dengan yang dicintai dan mencintai, artinya kepulangan ini pasti istimewa… jika mudik dan kepulangan ini adalah kepulangan menuju ALLAH, kepulangan yang merupakan akhir napas [bukankah napas saya juga akan terhenti], jika saya mengaku mencintai ALLAH dan semoga saja ALLAH juga mencintai saya, seharusnya saya sudah berdesak desakan untuk menyiapkan diri, membeli ticket untuk bertemu dengan sang KEKASIH, sekali lagi saya harus bercermin sudahkah saya mempersiapkan ticket untuk kepulangan saya kerumah ALLAH😦

Sudahkah koper saya telah saya isi dengan shalat pada waktunya, puasa dengan sebenar benarnya puasa, sedekah dengan ikhlas tanpa nilai riya, dzikir disetiap helaan napas saya, meletakan kening saya dimalam malam sunyi diatas sajadah cinta saya, dan sudahkan saya membaca dan membaca ayat ayat Al Quran yang dititipkan ALLAH untuk saya baca dan pahami ….

Inilah bekal saya untuk mudik kerumah ALLAH🙂

Jika saya berpulang dengan koper yang kosong, pasti ALLAH akan marah, jika saya berpulang dengan koper yang berisi dosa dosa saya yang telah membusuk, maka saya hanya akan berpulang dengan koper yang berisi cacing tanah, jika koper saya berisi kotoran kotoran jiwa dari pembuangan sampah, maka pasti ALLAH tidak akan bersedia memeluk saya meskipun ada kerinduan … ah saya tidak ingin berpulang dengan koper berisi dosa dosa saya yang telah membusuk🙂

Dan saya berjanji, mulai saat ini saya akan mengumpulkan nilai untuk membeli ticket pulang kerumah ALLAH dengan shalat yang rajin, dan saya akan mengganti koper lama saya dengan koper yang baru … yang dalamnya akan saya beri harum melati, yang dalamnya akan ada lipatan lipatan shalat, dzikir, sedekah, kemulian hati, maaf dan semua yang indah, yang didalam akan saya masukan selembar surat cinta yang indah, catatan harian saya yang akan saya serahkan kepada ALLAH sebagai pertanggung jawaban saya selama saya berada diperantauan bernama dunia..🙂

Jadi, ada yang mau berbenah bersama saya untuk mengisi koper kita masing masing dengan semua yang di sukai dan dicintai ALLAH🙂

Ya ALLAH desaMu pasti lebih indah dari seluruh desa tempat kami mudik kan? setiap yang mudik pasti mencari ketenangan disana, desa milik ALLAH pasti sangat sangat tenang yah… ah saya rindu mudik, saya ingin berjalan dengan damai di jembatan ALLAH bernama jembatan siratol mustakim, amin ya ALLAH.

@rindu_ade

Komentar ditutup.