BERIKUT INI BEBERAPA LANGKAH YANG INSYA ALLAH BISA MEMBANTU KITA MERAIH KEBAHAGIAAN DALAM HIDUP :

 

Kebahagian ada dihati sendiri

Sahabat2ku semua, Selamat Idul Fitri yah… Taqabalallahu minna wa minkum. Kullu’am wa antum bi khair. aamiin. Lama nggak update fanspage, Insya Allah saya mau bahas sedikit tentang bagaimana kita meraih hidup yang bahagia.

Sahabat2ku kita perlu menyadari bahwa hati kita/diri kita yang bisa membuat kita bahagia, dan bukan hal-hal di luar diri kita yang sungguh2 bisa membuat kita bahagia. Hati dan diri kita sendiri lah yang dapat membuat kita bahagia, gembira, dan damai. Dan sebaliknya, hati dan diri kita jugalah yang dapat membuat hidup kita tidak bahagia, susah, dan sedih. Kalau demikian halnya itu berarti yang membuat hidup kita bahagia bukan hal-hal di luar diri, tetapi suasana yang berasal dari dalam hati atau dari dalam diri kita sendiri.

Sering kali kita memandang bahwa lingkungan sekitar kita, orang lain, situasi sekitar kita, itulah yang membuat hidup kita menjadi bahagia. Pandangan demikian tidak salah TETAPI tidak sepenuhnya tepat. Faktor di luar diri memang sangat MEMPENGARUHI keadaan dan suasana batin dan perasaan kita, TETAPI faktor-faktor tersebut sama sekali tidak MENCIPTAKAN kebahagiaan diri kita.

Yang menciptakan kebahagiaan ialah keadaan hati kita sendiri. Jika kita melihat atau mengalami hal2 yang tidak menyenangkan atau menyakitkan di luar, dan kita membiarkan hal tsb mempengaruhi hati kita, jika kita biarkan setiap hal2 menyakitkan mempengaruhi dan menyakiti perasaan kita, maka kita akan menjalani hidup dengan penuh penderitaan.

Jika kita biarkan tekanan2 dari pihak luar menekan kita dan membuat kita stres, tertekan, maka hidup kita akan jauh dari bahagia. Begitupun jika kita terlalu mementingkan penilaian orang lain terhadap kita, maka kita cenderung berbuat segala sesuatu untuk dapat penilaian baik dari orang. Kita akan jadi seperti yang orang2 inginkan, dan tidak menjadi diri kita sendiri.

Ada yang bertanya pada saya, bagaimana kita menciptakan suasana hati dan suasana hidup yang bahagia tanpa terpengaruh lingkungan luar? Saya coba menjawabnya, bahwa kita harus ingat, bahwa kebahagiaan kita, tidak ditentukan oleh suasana kehidupan di luar diri kita, entah itu lingkungan sesama dan hal2 lain di luar diri.

Kebahagiaan kita ditentukan oleh bagaimana kemampuan kita menyikapi setiap persoalan hidup yang datang, tergantung bagaimana kita menyikapi setiap perlakuan buruk/tidak baik orang2 terhadap kita dan semua itu tergantung bagaimana kedekatan kita dengan Allah, keimanan kita dan ketawakalan kita padaNya.

Karena tingkat kedekatan kita dengan Allah, tingkat keimanan dan tingkat ketawakalan kita akan sangat berpengaruh pada sikap kita menerima dan menyikapi setiap permasalahan dan cobaan hidup yang datang. Apapun bentuknya, separah dan seberat apapun persoalan yang datang menyapa, seburuk apapun gangguan/perbuatan dzolim orang lain terhadap kita, tidak alan terlalu menggoyahkan kita, jika iman dan ketawakalan kita kuat.

Apapun yang dilakukan orang2 disekitar kita, tidak akan terlalu menyakitkan bagi kita, jika kita mampu menyadari bahwa semua yang terjadi atas kehendak dan kuasaNya, dan semua pasti ada hikmahnya. Dan jika kita benar2 tawakal padaNya maka tidak akan ada suatu kesedihan yang mendalam yang bisa mengakibatkan kita stres, karena kita menyadari bahwa ada Allah dibalik semua kejadian. Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan mereka pula tidak bersedih hati. (QS. Yunus : 62)

Semua kembali pada diri kita sendiri, pada keimanan kita dan ketawakalan kita kepada Allah dan semua tergantung pada diri kita, apakah kita memilih mau menjalani hidup yang penuh penderitaan atas hal2 menyakitkan yang kita terima atau kita memiliih dengan bersikap tawakal, menyerahkan semua pada Allah, penguasa segala keadaan, penguasa setiap kejadian.

Semakin baik tingkat keimanan dan ketawakalan kita pada Allah SWT, insya Allah akan semakin baik cara kita menyikapi setiap persoalan hidup yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan. Jadi jangan biarkan hal2 menyaklitkan di luar kita, mempengaruhi kebahagiaan dan ketenangan kita, apalagi jika sampai berpengaruh dan berdampak buruk terhadap ibadah kita.

BERIKUT INI BEBERAPA LANGKAH YANG INSYA ALLAH BISA MEMBANTU KITA MERAIH KEBAHAGIAAN DALAM HIDUP :

1. Yang pertama2 harus kita lakukan adalah mendekati Allah sang Pemiliki Kehidupan, yang jiwa kita, hidup mati kita ada dalam genggamanNya. Dekati Allah, perbaiki keimanan kita, jalani semua perintah dan jauhi laranganNya, hidupkan ibadah2 sunnah, banyak bersyukur,serta jauhkan diri dari sifat mudah mengeluh. Jika kita jadi hamba yang selalu bersyukur, akan membantu kita lebih semangat dalam meraih impian/cita2 yang belum berhasil kita raih. Karena rasa syukur kita akan memberi aura positif dan merupakan magnet yang dapat menarik segala sesuatu yang positif. Sehingga hal itu akan sangat mempengaruhi tingkat mudah atau tidaknya kita menjalani kehidupan ini.

2. Jangan pernah memaksakan diri kita menjadi orang lain, jadilah diri sendiri, terima diri kita apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan2 kita. Berlapang dada, jika ada orang lain yang mempunyai bakat, talenta, kepintaran, kekayaaan, kecantikan, ketampanaan lebih dari kita. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing2.

3. Sebagai manusia biasa kita tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan dalam kehidupan kita sehari2 dimana juga kadang terbersit pikiran negatif. Jika hal itu terjadi, segeralah hilangkan pikiran negatif yang terlintas di dalam benak kita, agar kita senantiasa melihat sisi positif atau manfaat dibalik kejadian atau situasi yang sedang kita hadapi. Karena pikiran negatif itu hanya akan membebani langkah kita dalam menjalani kehidupan dan akan menghambat kita menemukan solusi terbaik dari permasalahan yang kita hadapi. .

4. Belajar ikhlas untuk melepaskan apa yang harus kita relakan dan sadar bahwa semuanya adalah milik Alah, titipan Allah, jika kemarin Allah memberikan kita nikmat punya rumah mewah atau mobil bagus, kemudian sekarang nikmat itu diambilNya, relakan, ikhlaskan. Hidup akan lebih ringan jika kita mampu merelakan apa2 yang harus direlakan.

5. Bersikaplah sabar terhadap kehidupan, terhadap sesama dan terhadap segala yang terjadi. Kadangkala hidup berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Segala sesuatu sering kali terjadi di luar jangkauan pemahaman kita. Untuk itu kita perlu sabar menghadapi semua yang terjadi dan menerimanya sebagai bagian dari hidup kita.

6. Hindarilah sikap menyalahkan orang lain atau situasi dan menganggap diri paling benar atau paling baik. Jangan pernah kita menyalahkan orang lain atau kejadian yang ada di seputar hidup kita, tetapi berusahalah untuk merefleksi diri sendiri dan melihat ke dalam diri sendiri.

7. Bersikaplah tenang di dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan dan berbagai tantangan. Masalah dan tantangan datang untuk mematangkan hidup kita. terimalah dan carilah pemecahannya dengan tenang. Percayalah bahwa di dalam hal-hal yang tampaknya tidak menyenangkan atau tidak baik itu justru tersembunyi nilai-nilai yang baik untuk kehidupan.

8. Menjaga kesehatan tubuh kita. Jagalah juga kesehatan pikiran dan perasaan kita. Karena tubuh, pikiran, dan perasaan yang sehat akan memberikan kebahagiaan kepada kita.

9. Kita harus ingat, bahwa kebahagiaan kita tidak tergantung/terletak pada situasi atau keadaan tertentu, kedudukan atau status hidup kita dan keberhasilan-keberhasilan yang diraih. Itu karena segala sesuatu yang berada di luar diri kita, bersifat sementara, tidak tetap, selalu berubah setiap waktu.

Itulah tadi faktor-faktor yang Isnya Allah dapat membuat hidup kita bahagia. Namun yang lebih penting ialah bagaimana kita sendiri berusaha setiap saat untuk menjadikan hidup kita sendiri bahagia. Kita perlu menciptakan situasi bahagia dalam diri sendiri, khususnya dalam hubungan dengan hati kita, perasaan kita, dan pemikiran kita.

Karena kebahagiaan kita ditentukan oleh kemampuan kita menerima keadaan dengan sikap penerimaan yang baik, melihat yang terjadi dari sudut pandang positif, menghayati makna pengalaman hidup dan bisa melepaskan diri dari belenggu emosional yang tidak bermanfaat

Saya yang menulis ini juga masih belajar, tulisan ini sebagai sebagai pengingat bagi diri sendiri.

Dewi Yana

Komentar ditutup.