Kun Fayakuun BY : Dewi Yana

Allah akan menolong

 

Mengutip tausiyah Ust. Yusuf Mansur “Jika kita sedang butuh Pertolongan Allah, tersedia Kun Fayakuun-nya Allah yang jauh melintasi akal pikiran manusia. Kita tidak sendirian hidup didunia ini. Ada tentara-tentaranya Allah. Ada malaikat-malaikatnya Allah. Ada Kehendak Allah yang bisa menggerakkan manusia-manusia pilihan-Nya untuk membantu kita.

Banyak di antara kita gagal dalam mendapatkan pertolongan Allah, sebab bersandar kepada akal pikirannya, bersandar pada kemampuannya, bersandar pada kekuatannya, yang semuanya serba terbatas. Ada juga manusia-manusia lain yang bersandar pada pikiran, kekuatan, kemampuan, orang lain. Kadang bukan saja menemukan kegagalan, juga kadang menimbulkan kekecewaan. (Ust. Yusuf Mansur), bagi sahabat2 yang punya twitter, silahkan follow twitter ust. Yusuf Mansur : @Yusuf_Mansur Insya Allah banyak ilmu yang bermanfaat.

———————————————————-
“Innamaa amruhuu idzaa araadaa syai-an ay yaquula lahuu kun kun fa yakuun” artinya : Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. (QS. Yaasiin : 82)

Sahabat2ku, ayat ini bila maknanya diyakini secara serius dan melalui pemahaman yang benar, akan menghasilkan karunia Illahi yang maha dahsyat, tidak terduga dan tidak terbayangkan bisa terjadi, sering dibilang sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, tidak masuk logika “ Kun Fayakuun” betul2 bisa menghadirkan pertolongan Illahi dalam kenyataan hidup nyata, atau suatu yang miracle/ajaib.

Semua karena biila Allah berkehendak atau menghendaki sesuatu, adalah mudah bagi Allah, dan terjadilah segala sesuatu hanya dengan kehendakNya.

Kun Fayakuun = Jadilah, maka terjadilah apa yang dikehendaki. Tiada hal yang sulit bagi Allah, tiada hal yang mustahil untuk tidak terjadi, jika Allah menghendaki terjadinya sesuatu dan atau tiadanya sesuatu.

Dalam kehendakNya menjadikan sesuatu, ada yang melalui proses masa atau kurun waktu, ada yang seketika, dan ada yang melalui proses tahapan hingga wujud akhirnya.

BERIKUT INI SAYA KUTIP BEBERAPA FIRMAN ALLAH SWT DALAM AL QURAN TENTANG HAL PENCIPTAAN ATAS KEHENDAKNYA

1. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia. (QS. Al Baqarah:117)

2. Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia. (QS. An Nahl:40)

3. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. (QS. Yaasiin:82)

4. Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An’aam:73)

5. Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. QS. Al Mu’min:68)

6. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (QS. Maryam:35)

7. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (QS. Ali ‘Imran:47)

8. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS. Ali ‘Imran:59)

Hanya saja seperti yang Ust. Yusuf Mansur katakan, diatas, banyak dari kita yang masih sering bersandar kepada akal pikiran kita, bersandar pada kemampuan kita bersandar pada kekuatan kita, yang semuanya serba terbatas dan kita tidak benar2 sepenuhnya tawakal kepada Allah SWT, coba kita tengok sedikit lebih dalam diri kita, apakah diri kita ini pantas mendapatkan kun fayakun nya Allah?

Tapi saya harap sahabat2 jangan salah mengartikan tawakal, dengan tanpa usaha/pasif (tentang tawakal sudah pernah saya bahas sebelumnya di tulisan2 terdahulu)

Banyak orang merasa putus asa kenapa doanya tidak dikabulkan Allah, sebenarnya hal itu anatara lain disebabkan karena orang tsb terfokus pada keinginan pribadi, padahal bisa saja ada ganti yang lebih baik tapi tidak disadarinya. (tentang doa yang belum dikabulkan sudah saya bahas beberapa hari lalu). Banyak hal yang perlu dipelajari dalam kehidupan ini untuk bisa merasakan keajaiban dari Allah, yaitu membiasakan bersyukurdan tawakkal atau berserah diri sepenuhnya pada Allah, bersyukur, baiksangka, yakin dan tawakal adalah rahasia untuk mendapatkan keajaiban.

Menjaga diri dari perbuatan dosa dan meminimalisir perbuatan sia2, tobat nasuha, ditambah dengan mendekatkan diri pada Allah dengan ibadah2 sunnah, bersahabat dengan Al Quran (membaca, merenungkan dan memahami makna, perintah dan larangannya, kemudian diamalkan) sedekah, Insya Allah itulah jalan mendapatkan kun fayakuun nya Allah, maka keajaiban itu (pengabulan doa atas keinginan kita, bahkan keinginan yang menurut akal pikiran kita sulit terwujud) bisa terjadi atas ijin dan kehendakNya.

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN JIKA ALLAH MENGHENDAKI DAN MENGIJINKAN, dan untuk bisa meraih ijin Allah, mendapatkan kun fayakun nya Allah, untuk di kabulkannya doa dan hajad kita, kita lakukan adalah kita harus yakin tanpa keraguan sedikitpun pada Allah, yakin bahwa Allah Maha mengabulkan doa2 kita, sabar dan baiksangka jika doa lama dikabulkannya, baiksangka kepada Allah, ikhtiar di jalan yang di ridhoiNya, memantaskan diri kita agar kita layak mendapatkan apa yang kita minta, dengan cara tobat, memperbaiki iman, amal, hati kita.

Mengabulkan doa adalah perkara yang sangat mudah bagi Allah, jadi tidak perlu kita risaukan, apakah mungkin doa atau keinginan kita ini bisa terwujud? Yang perlu kita perhatikan adalah apakah kita layak untuk mendapatkannya? Bila iya, maka buktikanlah di hadapan Allah bahwa kita memang pantas untuk dianugerahi apa yang kita minta kepada Allah, atau buktikanlah kalau diri kita pantas mendapatkan keinginan kita.

Allah Azza wa Jalla sudah memberikan jaminan kepada kita bahwa setiap permintaan (doa) yang dihantarkan kepada-Nya pasti dan pasti akan dikabulkan oleh-Nya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu… (QS. al-Mu’min 40:60)

Bahkan dalam suatu hadits, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu, Maha Malu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).”
(HR.Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Jika kita lama berdoa tapi tidak kita rasakan alama doa gak dikabulkanNya, maka kita renungkan kembali bagaimana hidup kita selama ini, bagaimana hubungan kita dengan Allah selama ini.

Dalam sebuah hikayat atau cerita dikisahkan tentang perjalanan seorang ahli ibadah yang bernama Ibrahim bin Adham, ketika sampai di pasar Bashrah, beliau dikerumuni banyak orang, yang bertanya tentang doa doa mereka yg tak pernah terkabul, lalu Ibrahim bin Adham menjelaskan sebab sebabnya ketika salah seorang di antara mereka bertanya, “ya Abu Ishak ada apa dgn doa kami, kami berdoa tapi tak juga di ijabah,. Maka beliau menjawab “ karena hati kalian mati dari sepuluh hal :

1. Kalian mengenal Allah tapi kalian tidak menunaikan hak (perintah)Nya.
2. Kalian mengaku mencintai Rasulullah saw tapi kalian meninggalkan sunnahnya.
3. Kalian membaca al-Qur,an tapi tidak mengamalkannya.
4. Kalian makan nikmat Allah tapi kalian tidak mensyukurinya.
5. Kalian mengakui setan adalah musuh dan akan menyesatkan kalian dari jalan Allah tapi kalian tidak mengingkarinya.
6. Kalian tahu surga itu hak/benar tapi kalian tidak beramal untuk memasukinya.
7. Kalian tahu neraka itu hak/benar tapi kalian berbuat sesuatu yg medekatinya.
8. Kalian tahu kematian itu pasti, tapi kalian tidak bersiap siap untuk menghadapinya.
9. Kalian sibuk dengan aib orang lain tapi kalian lupakan aib kalian sendiri.
10. Kalian mengubur orang yg mati di antara namun kalian tak mengambilpelajaran darinya
(saya kutip hikayat ini, dari salah satu bbm tausiyahnya alm Ust.Jefri Al Buchori)

Allah SWT berfirman (hadits Qudsi): “Tidak semua orang yang shalat itu bershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagunganKu, menahan syahwatnya dari perbuatan haram laranganKu dan tidak terus-menerus bermaksiat terhadapKu, memberi makan kepada yang lapar dan memberi pakaian orang yang telanjang, mengasihi orang yang terkena musibah dan menampung orang asing.
Semua itu dilakukan karena Aku.” “Demi keagungan dan kebesaranKu, sesungguhnya bagiKu cahaya wajahnya lebih bersinar dari matahari dan Aku menjadikan kejahilannya kesabaran (kebijaksanaan) dan menjadikan kegelapan terang, dia berdoa kepada-Ku dan Aku mengabulkannya, dia mohon dan Aku memberikannya dan dia mengikat janji dengan-Ku dan Aku tepati (perkokoh) janjinya. Aku lindungi dia dengan pendekatan kepadanya dan Aku menyuruh para Malaikat menjaganya. BagiKu dia sebagai surga Firdaus yang belum tersentuh buahnya dan tidak berobah keadaannya.” (HR. Ad-Dailami)

Segala sesuatu yang menurut akal pikiran kita tidak mungkin bisa terwujud jadi nyata, tetapi jika kita sandarkan kepada Allah Yang Maha Kuasa diatas segalanya, tentunya disertai dengan perbaikan iman, akhlak, ketakwaan yang terus menerus, doa, sabar dan tawakal, dan kita pantaskan diri kita untuk dikabulkkannya hajad kita, dan berharap sepenuhnya pada Rahmat Kemurahan, dan kasih sayang serta pertolongan Allah, maka yakinlah, Allah pasti mengabulkannya.

Doa adalah senjata bagi seorang muslim dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Dengan izin Allah doa bisa mengubah segalanya. Rasulullah saw bersabda: “Doa itu bermanfaat terhadap sesuatu yang telah turun (terjadi) maupun sesuatu yang belum terjadi, maka kalian wahai hamba Allah, harus berdoa.” (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Ibu Umar, Shahihul Jami’ No.340, Al-Albani mengatakan hadits ini hasan/baik)

“Tidak bisa menolak qadha (takdir yang sudah terjadi) kecuali doa, dan tidak bisa menambah umur selain kebaikan.” (HR. At-Tirmidzi; hasan, dan di-hasan-kan oleh Al-Albani).

Saya yang menulis ini juga masih berusaha memanifestasikannya dalam kehidupan saya, tulisan ini sebagai pengingat bagi diri sendiri, semoga bermanfaat buat sahabat2 semua

Dewi Yana

Komentar ditutup.