Ketawakalan sangat penting bagi seorang muslim yang ingin mencapai kebahagian dunia dan akherat By : Dewi Yana

 

Tawakal

Sabar tingkat tinggi

 

Ketawakalan sangat penting bagi seorang muslim yang ingin mencapai kebahagian dunia dan akherat. Namun tentunya hal ini membutuhkan rasa yakin yang tinggi terhadap Allah, janji-janji-Nya serta semua ketetapan dan aturanNya. Seberapa besar keyakinan kita terhadap Allah?

Yakin adalah tingkatan tertinggi dari ilmu, yaitu kekuatan dalam ilmu yang dibangun diatas dalil yang benar dan pemahaman yang tepat. Sehingga keyakinan itu merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang tidak ada keraguan. Keyakinan, dapat juga dikatakan sebagai kekuatan iman dan keistiqamahan yang dimiliki seseorang sehingga dengan rasa yakin yang kuat ia seakan-akan melihat Allah dalam segala sesuatu yang dilihatnya, dalam pengertian, melihat Allah, sebelum, selama dan sesudah kejadian (bahwa ada Allah dibalik semua kejadian)

Semua kejadian yang kita alami adalah bagian dari episode hidup yang harus dijalani baik itu manis ataupun pahit. Saat kita dihadapkan pada kesulitan/kenyataan pahit, kita harus selalu optimis dan selalu berkhusnudzon (berbaiksangka) kepada Allah, dan kita harus yakin bahwa pertolongan Allah pasti datang.

Disinilah ujian sesungguhnya, dan akan terlihat jelas perbedaan orang yang optimis dan baiksangka dengan pesimis serta buruksangka. Kalu orang yg optimis dan baiksangka, akan melihat segala kesulitan/kepahitan hidup yang dialami, sebagai ujian dan sebagai penggugur dosa2nya serta selalu yakin bahwa Allah pasti tidak akan membebaninya melebihi kemampuannya. Sedangkan orang yg pisimis dan buruk sangka, akan menghadapinya dengan keresahan, stres, tidak yakin akan pertolongan Allah, keluh kesah, bahkan tidak jarang protes ke Allah, atas kesulitan yang menimpanya.

Dalam QS Al-Insyirah (94) ayat 5-6 yang berbunyi:“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”Allah SWT menekankan sampai dua kali dalam surat tersebut bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Yakinlah akan jaminan Allah, ”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al Insyirah [94]: 5-6). Ayat tersebut diulang sampai dua kali secara berturut-turut, yang maksudnya untuk menyakinkan kita bahwa bersama kesulitan itu, ada solusi yang terbaik. Lalu masihkah kita tidak yakin, masihkah kita gamang melihat hidup?

Sahabat2 semua, kita tidak akan bisa hidup tenang tanpa keyakinan akan pertolongan dan jaminan Allah. Apabila kita tidak punya keyakinan, maka kita akan terus diselimuti keragu-raguan yang menyiksa. Keraguan itu menjadi sebab dari ketidaktenangan hidup dan perasaan tidak aman. Kita harus menyadari, bahwa kita hidup di dunia ini, bukan kemauan kita sendiri, bukan karena kemauan orang tua, juga tidak atas usulan siapa pun juga.

Kita lahir dan hidup di dunia ini karena kehendak Allah. Karena lahir dan hidup atas kehendak Allah, maka Allah lah yang akan mengurus kita. Jika Allah telah menciptakan kita, maka Dia tentu yang memelihara kita. Keyakinan ini harus ditanamkan pada diri kita, agar tidak takut menghadapi kesulitan hidup. Bukankah kehidupan itu sendiri merupakan bagian dari ciptaan Allah?

Sahabat2ku semua, ketahuilah, bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Seorang hamba yang sangat yakin akan pertolongan Allah, maka Insya Allah akan mendapatkan pertolongan Allah, sesuai apa yang diyakininya. Karena Allah tidak pernah menyia-nyiakan keyakinan hambaNya. Seorang hamba yang yakin doanya akan dikabulkan, maka Allah akan mengabulkan doa-doa tersebut lebih dari yang ia minta.

Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya, semuanya tentu mengandung hikmah dan tidak ada yang sia-sia. Allah SWT berfirman: “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja)…….” (Ash-Shaad [38] : 27).

Begitu juga disaat Allah memberikan manfaat (kebaikan) atau suatu kesulitan (musibah) pada seseorang, tentunya hal ini juga pasti mengandung hikmah didalamnya. Untuk itu kita harus selalu berhusnuzhan (berprasangka baik) terhadap segala sesuatu yang telah Allah tetapkan kepada para hamba-Nya, agar kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Rasulullah saw bersabda, “Sungguh, amat mengagumkan keadaan orang mukmin itu, karena semua urusannya itu baik baginya. Bila ia mendapat nikmat (kebahagiaan), dia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan bila ditimpah musibah, dia bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Aku menurut dugaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. (HR. Turmidzi).

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Nabi saw. bersabda : “Allah SWT berfirman : “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila ia ingat kepadaKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam dirinya maka Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika ia ingat kepadaKu dalam kelompok orang-orang yang lebih baik dari kelompok mereka. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil”. (HR. Bukhari).

Kita sebagai manusia biasa tidak akan pernah mampu menolak takdir Allah, tidak akan mampu melawan setiap bencana, atau mencegah setiap malapetaka dengan kekuatan yang ada pada diri kita. Bahkan Nabi saja masih memerlukan sandaran dan pertolongan Allah, kita sebagai manusia biasa, adalah makhluk yang lemah.

Kita akan mampu menghadapi semua kesulitan dan bencana apapun, kecuali bila kita BERTAWAKAL kepada Allah SWT serta PERCAYA dan YAKIN sepenuhnya kepada pertolongan dan perlindungan-Nya, serta menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Karena jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan kita tempuh disaat kita menghadapi ujian kesulitan dan musibah.

Oleh karena itu, bila ingin keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana, tanamkanlah sedalam2nya keyakinan yang kuat akan petolongan Allah dan mengadulah, memohonlah dengan pernuh keyakinan kepada Rabb kita seraya mengucapkan Habunallahu wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir. Cukuplah Allah segala2nya yang kita butuhkan.

Jadi, jika masalah menimpa sahabat2, yakinlah akan pertolongan Allah dan ucapkanlah Habunallahu wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir, Cukuplah Allah yang menjadi Penolong dan pelindung dan Allah adalah sebaik2 penolong dan sebaik2 pelindung.“ kalau kita selalu mengucapkan kalimat tersebut dengan penuh penghayatan, Insya Allah hati kita akan tambah mantap dan yakin akan adanya pertolongan dari Allah SWT yang akhirnya menimbulkan rasa optimis untuk bisa lepas dari segala persoalan sebesar apapun, yang didorong dengan pertolongan yang diberikan oleh-Nya.

BEBERAPA LANGKAH YANG SEHARUSNYA KITA LAKUKAN SAAT MENGHADAPI COBAAN ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

1) Ingatlah semua kondisi sulit yang kita hadapi sebelumnya dan bagaimana kita bisa lolos darinya melalui pertolongan Allah. Kita perlu mengingat ujian dan cobaan sebelumnya sehingga dapat menyadari bahwa pertolongan Allah lah yang membuat masalah itu bisa kita lalui.

2) Ketika kita diuji dengan ujian kesulitan, maka JALANI SAJA DENGAN SABAR. Ingatlah bahwa setiap ujian yang ditimpakan sudah diukur oleh Allah, Tuhan yang paling mengetahui kemampuan kita melebihi pengetahuan kita sendiri. Allah yang menciptakan tentunya lebih paham apa yang mampu kita pikul. Jika kita sabar, Allah yang akan meringankan hati dan mengganti kesulitan tersebut dengan kemudahan. ” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS Al Baqarah 286)

3) Setelah cobaan berlalu, kita harus tafakur atas apa yang telah terjadi. Luangkan waktu untuk muhasabah diri kesalahan-kesalahan kita yang mungkin mengundang ujian tersebut. Setelah itu, bertaubat dan tidak mengulanginya lagi. Dengan cara seperti ini, ujian yang datang menjadi jalan kita menjadi manusia yang lebih baik.

Bila kita mengalami masalah, ujian hidup yang berat, segeralah ingat Allah dan kembalikan segala urusan pada Allah, Sering-seringlah mengingat Allah, serta yakin dengan seyakinyakinnya tanpa keraguan sedikitpun juga akan pertolongan Allah. Dengan sikap seperti ini, Allah akan memberi kenyamanan pada hati kita dan Allah ganti kesulitan dengan keberkahan, keselamatan, serta tuntunan dan petunjuk.

Dewi Yana

Komentar ditutup.