JAMAAH HAJI …………… BY : Hasburahman Amir

Kabbah baru 2

 

Sai

 

Hasburahman Amir
JAMAAH haji asal Indonesia merupakan jamaah haji terbanyak dibanding dengan jamaah haji dari negara mana pun. Karena jumlahnya ini, jamaah haji Indonesia banyak menjadi sorotan dan objek penilaian jamaah haji dari negara-negara lain.

Tidak seorang pun jamaah yang memiliki adab dan tata krama yang lebih baik dibandingkan jamaah asal Indonesia dan Malaysia. Jamaah asal Indonesia misalnya, selalu meminta ijin atau memberi sinyal sebelum melewati pundak jamaah lain. Selain orang-orang Indonesia hampir-hampir tidak mengenal hal ini, Selain itu jamaah haji asal Indonesia relatif lebih baik pemahaman agamanya dibandingkan jamaah dari negara mana pun.

Saudaraku ukuwah fillah ..…
Pelaksanaan ibadah haji atau umrah jangan dipandang sebagai acara melancong atau sekedar rekreasi atau bahkan sekedar melampiaskan nafsu kesombongan atas harta yang dianugerahi Allah Swt. atas hamba-hamba-Nya. Karena jika hal itu yang ada di benak jama’ah, maka ibadah haji atau umrahnya akan sia-sia belaka. Seorang jama’ah harus mengambil dari harta yang baik dan halal untuk pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Uang yang digunakan untuk ibadah suci tidak boleh berasal dari hasil rentenir, korupsi, pencurian, rampasan, dan lainnya. Hal ini akan membatalkan pahala haji dan mendapat dosa serta murka dari Allah Swt. dan rasul-Nya.

Saudaraku ….
BERAPA pun nomor antrian yang diperoleh calon jamaah haji saat ini, tak perlu cemas. Ya, tak perlu cemas meskipun umur yang dikandung badan sudah semakin senja. Jika Allah swt berkehendak memuluskan jalan seseorang untuk mendekatkan diri kepada-Nya, segala sesuatunya pasti akan dipermudah. Hal yang penting dalam menyikapi hal ini adalah kuatnya keinginan untuk berhaji disertai ikhtiar selanjutnya untuk mewujudkan niat tersebut.

Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan,

“Jikalau seorang hamba itu mendekat pada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal pada-Ku sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan berlari.” (Riwayat Bukhari)

AMALAN haji adalah ijtima umat islam terbesar dan kewajiban hanya sekali saja. Jika berhaji dengan betul, akan jadi wali Allah. Jika niat berhaji tidak betul, haji tanpa kesan, akan dilempar balik seperti kain kotor yang dilemparkan. Ketika Haji terakhir, Nabi SAW memerintahkan umat Islam untuk membawa suasana madinah ini keseluruh pelosok dunia. Begitu luar biasa pahala dari berhaji, mudah2an kita semua termasuk orang-orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya di rumah-Nya.

Saudaraku se-iman, semoga postingan ini menjadi khazanah keilmuan khususnya bagi saya sendiri dan umumnya bagi kita semua juga menjadi asbab hidayah ke seluruh alam dan semoga kita senantiasa diberikan keistiqomahan di dalam beribadah dan diberikan hidayah supaya kita semua bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci, aamiin …..

ta’lim menjelang azand subuh
semoga menjadi haji yang mabrur, aaamiiin ..
Sabtu.14.9.13

Komentar ditutup.