KEJUJURAN BY : Dewi Yana .

Jujur2

 

Cinta karena allah 1

 

Jalan Dakwah Bersama Dewi Yana ·

Sahabat2ku, tulisan ini sekaligus untuk menjawab beberapa inbox yang masuk, yang pertanyaannya hampir sama. Sahabat2ku bagaimana menyikapi kejujuran tentang prilaku buruk pasangan kita (misalnya suami kita jatuh cinta lagi)? Memang menyakitkan, tapi mungkin akan jauh lebih menyakitkan lagi bila kita tidak pernah mengetahui semua itu.

Sahabat2ku, hidup ini bukan kita yang punya, bukan kita yang mengendalikan, makanya ia sering berjalan bertolak belakang dengan kemauan kita. Hal2 yang tidak terduga dan menyakitkan, sewaktu2 bisa saja terjadi menimpa kita. Memang tidak mudah menerima kenyataan menyakitkan itu, apalagi terkait dengan ”kejujuran prilaku buruk pasangan kita”.

Tetapi bila kita mampu menyadari bahwa yang menggenggam hati dan perasaan pasangan kita adalah ALLAH, dan MENYADARI BAHWA APAPUN YG TERJADI DALAM HIDUP KITA DAN HIDUP PASANGAN KITA, ADALAH BAGIAN DARI KETENTUAN TAKDIR ALLAH YANG PASTI TERJADI DAN TIDAK TER-ELAKKAN. Dengan memahani semua itu, Insya Allah kita bisa lebih berlapang dada dalam menerima dan mampu memaafkan prilaku buruk pasangan kita tsb.

Sebuah hubungan tidak akan berjalan mulus jika tidak ada kepercayaan diantara kita dan pasangan. Rasa percaya yang menjadi dasar sebuah hubungan ini tidak akan tumbuh hanya dalam hitungan hari, karena dibutuhkan proses untuk menumbuhkannya kembali, setelah pasangan kita berprilaku buruk dan menodai kepercayaan kita selama ini. Maka cobalah untuk kembali mempercayainya. Jalani dengan sabar dan cobalah maafkan pasangan kita dengan setulus hati.

INGATLAH SELALU, BAHWA PASANGAN KITA ITU MILIK ALLAH, HATI PASANGAN KITA, MILIK ALLAH, DAN INGATLAH, BAHWA SEGALA YANG TERJADI DALAM HIDUP KITA DAN PASANGAN KITA, ADALAH ATAS KEHENDAK DAN IJIN ALLAH. Semua ada dalam pengaturan dan kehendak Allah. Tidak akan terjadi suatu apapun tanpa ijin Allah.

Saat sebuah kejujuran dari pasangan kita terasa begitu pahit dan menyakitkan, kembali-lah pada rukun iman yang ke enam, iman kepada takdir Allah yang baik dan buruk. DAN INGATLAH BAHWA APAPUN YANG TERJADI, SUDAH DITETAPKAN ALLAH SWT DALAM LAUHUL MAHFUZH.

Kita wajib menerima segala ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan. Allah SWT berfirman : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS al-Hadid [57] : 22)

Semoga rasa sakit yang dialami atas prilaku buruk pasangan, akan dapat menjadi penggugur dosa2 karena Nabi saw bersabda, “Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Allah akan menghapus sebagian dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sabar dalam mencintai dan menerima pasangan kita apa adanya, mencintai tanpa syarat, Insya Allah akan memudahkan kita untuk memaafkan, karena rasa cinta kita yang besar, Insya Allah dapat mengalahkan amarah dan sakit hati kita.

Tawakal pada Allah, karena kita semua berada dalam ketentuan takdirNya, dan ingatlah, bahwa apapun ketetapan dan ketentuan Allah, pasti terjadi dan tidak ada seorang manusiapun yang mampu menolak takdir Allah.

Dewi Yana

Iklan

Komentar ditutup.