WAKTU YG DIANJURKAN UTK BERSHALAWAT By :Okky Tien

Sholawat ( allah bersolawat )

 

Sholawat 1

 

WAKTU YG DIANJURKAN UTK BERSHALAWAT

Bismillahir-rahmanir-rahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

1. Ketika Nama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam Disebut.

Berdasarkan hadits al-Husain bin ‘Ali r.a bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang yang kikir adalah orang yang aku disebut di dekatnya, lalu dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, dan lain-lain, disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullahu dalam Irwa’ul Ghalil, 1/5)

Dari Abu Hurairah R.A. bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kehinaan bagi seseorang yang aku disebut di dekatnya, namun dia tidak bershalawat kpadaku.” (HR. at-Tirmidzi, al-Hakim dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullahu dalam al-Irwa’,1/6)

2. Pada Hari Jum’at

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jum’at, kerena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku.” Mereka bertanya, “Bagaimana bisa disampaikan (kepadamu sedang jasadmu telah hancur)?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi.” (HR. Abu Ishaq al-Harbi dalam Gharibul Hadits dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullahu dalam al-Irwa’, 1/4 dan mempunyai syawahid [pendukung] yang lain)

3. Ketika Masuk Masjid

dARI Fathimah R.A. ia berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bila masuk masjid bershalawat untuk diri beliau sendiri dan berkata, “Wahai Rabb-ku, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu!” (HR. at-Tirmidzi, 2/314, dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullahu)

4. Saat Berdoa

Dari Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap doa terhijab (tertutup) hingga bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. ad-Dailami dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani r.a.)

5. Di Waktu Pagi dan Petang

Dari Abu Ad-Darda R.A. bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa bershalawat kpadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. ath-Thabrani dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani r.a.dalam ash-Shahihul Jami’)

Al-Munawi Rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil keutamaan shalawat dan salam kpd Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Hal tersebut termasuk amalan yang paling afdhal serta zikir yang paling agung dan mengikuti (perintah) Al-Jabbar (Allah) dalam firman-Nya: ‘Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi’, kalau sekiranya tidak ada ganjaran lain bagi yg bershalawat kecuali mengharapkan syafaatnya, maka itu sudah cukup.” (Faidhul Qadir, hlm. 170—171)

6. Ketika Tasyahhud dalam Shalat

Dari Fudhalah bin ‘Ubaid Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya lalu tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau bersabda, “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggil dan berkata kpadanya: maka hendaklah dia memulai dg memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian bershalawatlah atas Nabi, lalu berdoa dg apa yg dia kehendaki.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan disahihkan oleh asy-Syaikh Muqbil dlm al-Jami’ ash-Shahih, 2/124)

7. Sesudah Adzan

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-’Ash r.a bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang dia ucapkan lalu bershalawatlah kalian kepadaku. Karena sesungguhnya barang siapa yg bershalawat kpadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali. Lalu mintalah wasilah untukku karena (wasilah) itu adalah satu kedudukan (yang tertinggi, pen.) dalam jannah (surga) yg tidak sepantasnya (dimiliki) kecuali bagi seorang hamba di antara hamba- hamba Allah. Dan aku berharap (hamba) itu adalah aku. Maka siapa yang memintakan wasilah tersebut untukku, maka halal baginya syafaat.” (Sahih, HR. Muslim)
Wallahu’alaam.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.
Aamiin ya Rabbala’alamiin.

Iklan

Komentar ditutup.