-Mengenal Umar bin Khattab Lebih Dekat – By :Khulafaur Rasyidin @4khalifah

Alllah pohon merah

Alllah kabbah bunga

 

-Mengenal Umar bin Khattab Lebih Dekat-

By :Khulafaur Rasyidin @4khalifah

..hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku, dan sunnah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk.. [ HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah ]

1. Umar bin Khattab memiliki ciri-ciri fisik yang berperawakan tinggi seimbang dengan badannya yang berisi

2. jika berada dalam barisan shaf shalat ia akan sangat mudah dikenali atau ketika sedang berjalan seolah-olah ia sedang menaiki kendaraannya

3. lengannya berotot dan keras dan mampu menggunakannya secara seimbang dengan baik baik tangan kanan maupun tangan kirinya

4. gaya berjalannya sangat cepat seolah-olah ia sedang turun dari tanjakan

5. ia memiliki wajah yang tampan kepalanya bagian tengahnya botak dan selalu terurus rapi

6. mengenai warna kulitnya terdapat beberapa pendapat |yaitu putih yang kemerah-merahanan atau kuning kecoklat-coklatan

7. ada yang mengatakan kulit beliau putih sewaktu sebelum musim paceklik kelaparan melanda umatnya dan berwarna gelap setelah nya

8. yang ketika sepanjang musim kelaparan itu ia mengharamkan dirinya memakan selain hanya roti yang diminyaki

9. di bawah kedua matanya terdapat dua garis hitam tanda karena seringnya ia menangis lantaran takut karena Allah

10. Umar tergolong memiliki fisik yang sehat lagi kuat namun ia juga pernah terbaring sakit selama sebulan dan hanya berdiam di rumahnya

11. pada suatu malam Umar bin Khattab sedang berjalan-jalan menelusuri sudut-sudut kota

12. ketika di depan suatu rumah tiba-tiba langkahnya terhenti ia mendengar seseorang laki-laki sedang membaca Al Qur’an

13. Umar menyimak bacaan Al Qur’an yang sedang dibacakan Surat At-Thur: 7-8

14. “sesungguhnya azab Tuhanmu pastilah terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya” [QS. At-Thur: 7-8]

15. tangisan Umar langsung membasahi kedua pipinya ketika itu juga kakinya bergetar dan kemudian lututnya tiba-tiba tertumpu ke tanah

16. kakinya yang kuat sudah tidak mampu menahan berat beban pikirkannya

17. orang-orangpun datang menghampirinya hendak membantu namun ia tetap berdiam diri masih dengan pikirannya

18. kakinya tak mampu lagi digerakkan dan tak mampu berdiri kembali hingga akhirnya orang-orang pun menggotongnya beramai-ramai

19. selama satu bulan ia berdiam diri dirumah keadaannya tetap seperti itu hingga ia mendengar ayat tentang rahmat dan ampunan Allah

20. riwayat lain mengatakan setelah sebulan dengan kondisi seperti itu dan karena tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang dialaminya,

21. ia dikembalikan lagi ke tempat semula ia digotong dan akhirnya ia kembali sadar setelah mendengar ayat tentang rahmat & ampunan Allah

Komentar ditutup.