Maafkan Aku, Wahai Ibu dan Bapakku Oleh : Ustadz Ferry Nasution

Sungkem ke 2 ortu

Sungkem di kabbah

Sungkem ke ibu

 

Maafkan Aku, Wahai Ibu dan Bapakku
Oleh : Ustadz Ferry Nasution

Imam Dzahabi didalam kitab Al Kabair (hal:34) berkata:

Renungkanlah serta amalkan nasehat emas ulama kita ini

“Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan seolah-olah dia telah mengandungnya 9 tahun lamanya.

Dia bersusah payah ketika akan melahirkanmu!

Yang hampir saja menghilangkan nyawanya

Dan dia telah menyusuimu dari payudaranya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga dirimu!

Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dan dia selalu mengutamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia telah memberikan semua kebaikan padamu dan apabila kamu sakit atau mengeluhkan sesuatu tentang dirimu, maka tampak dari wajah ibumu kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang berkepanjangan, dan dia keluarkan harta untuk membiaya dokter dan rumah sakit utk mengobati dirimu. Dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya (kematian ibunya) , maka IBUmu akan memilih atau meminta supaya KAMU tetap hidup dengan suara yang sangat keras!

Betapa banyak kebaikan dan jasa seorang ibu

Sedangkan engkau balas dengan akhlak yang kurang baik padanya

IBUmu selalu mendoakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala IBUmu sekarang sangat membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu lagi

ENGKAU KENYANG! dalam keadaan IBUMU KELAPARAN

ENGKAU PUAS! dalam keadaan IBUMU KEKURANGAN

Dan ENGKAU lebih mendahulukan berbuat baik kepada istrimu dan anakmu dari pada kepada IBUmu sendiri

Dan ENGKAU lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat kepadamu

Dan ENGKAU merasa berat! Apabila ENGKAU merawatnya padahal yang demikian adalah sangat mudah bagimu

Dan ENGKAU mengira bahwa ibumu akan berumur panjang padahal umurnya sangat singkat.

ENGKAU tinggalkan dia! Padahal dia tidak penolong selain dirimu

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dengan celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dengan siksaan yang pedih dengan sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dengan dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.

(Akhir perkataan imam dzahabi)

Wahai saudara-saudariku

Lihatlah keadaan orangtuamu saat ini

Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput

Yang sudah mulai melemah

Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dengan berbuat baik padanya

Tanyakanlah kabar tentang mereka

Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka dan jangan memberikan kabar yang buat hatinya sedih

Serta do’akanlah mereka diatas kebaikan

Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka

Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasar engkau kepadanya

Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan Abdullah bin Amr:

“Seseorang mendatangi Rasulullah dan lalu berkata: ‘Aku mendatangimu untuk berbaiat untuk hijrah dan aku tinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis.’ Rasulullah bersabda: ‘Kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis.'”

Riwayat an-nasai, Abu Dawud 2166 ibnu majah 2772

Semoga memberikan manfaat!

Komentar ditutup.