Sabar Atas Gangguan Istri Oleh : Ustadz Ferry Nasution

 

Pasangan suami istri1

 

Sabar Atas Gangguan Istri
Oleh : Ustadz Ferry Nasution

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan pergauilah istrimu dengan cara yang baik, dan apabila kalian tdk menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padanya, padahal ALLAH menjadikan pada dirinya kebaikan yang sangat banyak.” (An-nisa :19)

Syaikh Abdurrahman As-sa’di menjelaskan di kitab tafsirnya, maksud ayat “dan pergauilah istrimu dengan cara yang baik” yaitu kita diperintahkan untuk bergaul dengan istri kita dengan cara yang baik, baiknya perkataan kita kepadanya maupun perbuatan/keadaan kita kepadanya.

Kemudian syaikh menjelaskan kepada kita; “Sepantasnya bagi kalian wahai para suami untuk tetap menahan istrimu dalam ikatan pernikahan walaupun kalian menjumpai sesuatu yang kalian tidak menyukai pada diri mereka. Karena dibalik itu semua ada kebaikan yang sangat besar.”

Diantaranya adalah berpegang dengan perintah ALLAH & menerima wasiat-Nya yang didalamnya terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat.

Diantara kebaikan lainnya yang engkau menahan dirimu untuk tetap bersama istrimu, dalam keadaan engkau tidak mencintainya didalamnya terdapat “mujahadatun nafs” dan berakhlak dengan akhlak yang indah.

Bisa jadi kebencianmu terhadapnya akan hilang dan berubah menjadi kecintaan (sebagaimana yang seperti ini sering terjadi).

Kebaikan lainnya bisa jadi dia akan mendapatkan rizki berupa anak yang sholeh dari istrinya tersebut, yang akan memberikan manfaat kepada kedua orangtuanya di dunia maupun akhirat. Tentunya semua ini dilakukan, apabila tali pernikahan tersebut masih bisa dipertahankan.

Apabila memang harus berpisah dan tidak mungkin untuk tetap seiring bersama dengannya (istri), maka si suami tidak bisa dipaksakan untuk tetap menahan istrinya. (Taisir Al-Karimir Rahman)

Untuk itu ikhwah sekalian bersabarlah dengannya, bergaullah dengan baik serta nasehatilah mereka dengan lemah lembut serta do’akan mereka dengan kebaikan, sebagaimana Nabi mendo’akan istri-istrinya.
(Ini yang kita sering lupa, yaitu mendo’akannya)

Komentar ditutup.