RENUNGAN ………………..

 

Awan

Setialah pada kebenaran

Setialah pada kebenaran di mana pun kebenaran itu berpindah walau engkau harus terus menerus berpindah mengikutinya. Walaupun kebenaran itu berpindah dari kelompokmu, ulamamu, kyaimu, ustadmu, syaikhmu, ikutilah kebenaran itu ke mana pun dia pergi.

Orang yang bingung akan berkata, ” Si fulan adalah orang yang tidak jelas manhajnya karena suatu waktu dia mendukung kita suatu waktu dia mendukung kelompok lain, suatu waktu dia membela syaikh kita, suatu waktu dia justru membela syaikh lain yang merupakan rival syaikh kita. Sungguh dalam pikirannya dipenuhi banyak syubhat “

Biarkanlah orang yang bingung itu, itu urusan mereka dan bukan urusanmu, urusanmu hanyalah setia pada kebenaran. Orang-orang bingung itu mengira kelompoknya adalah kebenaran. Padahal mereka hanyalah pencari kebenaran, suatu waktu dalam kebenaran, suatu waktu dalam kekeliruan. Seperti penatap matahari, suatu waktu dia bergeser dari cahayanya karena beberapa hal yang menggoda. Penatap matahari bukanlah matahari, setialah pada matahari, bukan pada penatapnya maka engkau akan selalu dalam cahaya.

Mungkin engkau suatu hari akan salah menangkap, engkau mengira itu cahaya matahari padahal itu adalah cahaya bulan, tetapi selama engkau selalu berniat untuk setia dalam cahaya, engkau akan selalu dalam cahaya dan sesungguhnya kekeliruan orang yang mencari kebenaran adalah sangat layak untuk mendapatkan maaf ILLAHI.

—- Wallahu a’lam —-

Buku lilin1

“Untuk kebahagiaan diri sendiri, ilmu pengetahuan hendaklah diamalkan. Dan Agama Islam adalah agama ilmu dan amal”

( Hamka )

Sujud

“dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” (al Alaq: 19).
Apabila Anda mendekatkan diri kepadaNya, Dia kan mendekat kepada Anda. Sebab yang paling besar yang bisa mendekatkan kita kepada kebutuhan kita adalah sujud penuh ketundukan”

Bola pohon

“Tahun-tahun itu seperti pohon, bulan-bulan itu seperti cabang pohon, hari-hari seperti rantingnya, jam demi jam seperti daun-daunnya, dan nafas kita adalah buahnya.
Siapa yang setiap desahan nafasnya diisi dengan ketaatan kepada Allah, maka buah pohon itu adalah buah yang baik. –Ibnul Qoyiim”

Komentar ditutup.