Mutiara Ibnu Qayyim: #Lima Tingkatan Manusia Berdasarkan Shalatnya by @CumiCola

Anak sholat berjamaah

 

Anak sholat berjmaah

 

 

Mutiara Ibnu Qayyim: #Lima Tingkatan Manusia Berdasarkan Shalatnya by @CumiCola

Dear sahabat FB , di hari yang penuh keberkahan ini, ingin saya menyampaikan sebuah nasehat singkat dari Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tentang

#Lima tingkatan manusia berdasarkan kualitas shalat mereka atau dengan kata lain manusia berdasarkan kualitas shalatnya terbagi atas 5 level

Tingkat ke-1: manusia yang lalai & menganiaya dirinya. Yaitu mereka yang tidak berwudhu’ dengan sempurna, tidak melakukan shalat pada waktunya, dan tidak melakukan shalat dalam batas2 yang telah ditetapkan (syari’at) serta tidak memenuhi rukun2 utamanya.

Tingkat ke-2: manusia yang menjaga shalatnya, yang dikerjakan sesuai waktunya & dalam batas2 yang telah ditetapkan, memenuhi rukun2 utamanya, serta melakukan wudhu’ dengan sempurna. Namun, usahanya itu akhirnya terbuang percuma disebabkan ia menuruti bisikan2 dalam shalatnya sehingga ia dibawa hanyut oleh gagasan dan angan-angan yang muncul dalam shalatnya (yang tidak lain adalah tipu daya setan).

Tingkat ke-3: manusia yang menjaga shalatnya, dikerjakan sesuai waktunya & dalam batas2 yang telah ditetapkan, memenuhi semua rukun utamanya serta melakukan wudhu’ dengan sempurna. Kemudian ia berjuang dengan dirinya untuk menolak bisikan, gagasan & angan2 yang muncul dalam shalatnya Ia sibuk berjuang melawan musuhnya (yakni setan) sehingga ia tidak mencuri sesuatu dari shalatnya.

Dalam keadaan ini, ia dianggap telah melakukan dua hal sekaligus; yaitu shalat & jihad.

Tingkat ke-4: manusia yang mempertahankan shalatnya, menyelesaikan & menyempurnakan hak-haknya (seperti wudhu’), memenuhi rukun2 utamanya. melaksanakannya dalam batas2 yang telah ditetapkan, dan hatinya tenggelam dalam usaha melindungi hak-hak & batasan yang ditetapkan itu. sehingga tidak ada yang terbuang percuma darinya. Seluruh perhatiannya tercurah pada pembentukan shalatnya, penyelesaian & kesempurnaannya ,Hatinya benar-benar tercelup kedalam shalatnya dan dalam penghambaan diri kepada Tuhannya, Allah Subhana wa Ta’ala.

Tingkat ke-5: manusia yang mempertahankan shalatnya, menyempurnakan hak-haknya, dst. sebagaimana mereka yang berada di tingkat yang ke-4. ,Namun, lebih dari itu, dia telah mengambil dan meletakkan hatinya di hadapan Tuhannya, Yang Maha Kuasa lagi Maha Agung.

sehingga dia melihat ke arah Allah dengan hatinya dengan penuh harap. (Hatinya) dipenuhi dengan kasih-Nya dan kekuatan-Nya, seolah-olah ia melihat & menyaksikan Allah. Bisikan, gagasan & angan-angan telah sirna. Dan hijab antara dirinya & Tuhan-Nya diangkat.

Apa yang ada di antara orang ini dengan yang selainnya berkaitan dengan shalat, lebih tinggi & lebih besar dari apa yang terdapat diantara langit & bumi , Orang ini sibuk dengan Tuhannya, Yang Maha Kuasa dan Maha Agung, serta senang dengan-Nya.

Dari ke #Lima tingkat yang telah dijelaskan tadi; yang berada di tingkat ke-1 akan dihukum, yang di tingkat ke-2 akan dimintai pertanggungjawabannya

yang di tingkat ke-3 akan mendapatkan dosa-dosa & kekurangannya dibersihkan (ditebus), yg di tingkat ke-4 akan diberi ganjaran pahala, & yg di tingkat ke-5 akan berada dekat Tuhannya karena ia akan menerima apa yang diterima orang2 yang membuat shalatnya sebagai kesenangan matanya.

Siapa pun yang membuat shalatnya sebagai kegembiraan dan kesenangan matanya, akan memiliki kedekatan kepada Tuhannya, Yang Maha Agung.

Lalu dia juga akan dibuat sebagai kesenangan bagi mata di dunia ini karena siapa pun yang membuat Allah sebagai kesenangan matanya di dunia ini, maka setiap mata lainnya akan menjadi gembira & senang dengan dirinya (tentunya mata orang2 mukmin & mata makhluk Allah selain setan & manusia)

Dinukil dari “Al-Wabil al-Sayyib” karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah

Iklan

Komentar ditutup.